Profil Ma'had Al-Aimmah [Qiblati]
Ma'had Al-Aimmah
Latar Belakang
Malang adalah kota pendidikan, di samping ia adalah kota industri dan pariwisata. Namun yang sangat memprihatinkan adalah perkembangan industri dan pariwisata lebih pesat dari pada pendidikan. Pertambahan jumlah penduduk dan pendatang lebih pesat dari pada pertambahan lembaga pendidikan, lebih-lebih pendidikan agama. Dan yang lebih memprihatinkan lagi, lembaga agama dan pendidikan yang bermunculan belakangan ini ternyata berasal dari kaum Nashrani, kaum Sekuler dan kaum Tradisional yang tidak sungguh-sungguh kembali kepada ajaran Rasulullah, para sahabat dan para Imam ahlussunnah.
Kota Malang memiliki luas 110.06 Km. persegi, dengan jumlah penduduk sampai akhir Juni 2005 sebesar 782.110 jiwa. Kepadatan penduduk kurang lebih 7106 jiwa per kilometer persegi. Tersebar di 5 Kecamatan (Klojen = 125.824 jiwa, Blimbing = 167.301 jiwa, Kedungkandang = 152.285 jiwa, Sukun = 174.184 jiwa, dan Lowokwaru = 162.516 jiwa), 57 Kelurahan, 10 Desa, 505 RW dan 3.649 RT. Sementara tingkat pertumbuhan penduduk mencapai 0,98 pertahun.
Masyarakat Malang berasal dari berbagai etnik terutama suku Jawa, Madura, dan sebagian kecil keturunan Arab dan Cina.
Berkembangnya ekonomi Malang menyebabkan banyaknya pendatang baru dari kalangan pedagang, pekerja dan pelajar / mahasiswa. Golongan pedagang dan pekerja sebagian besar berasal dari wilayah di sekitar Kota. Sedang untuk golongan pelajar / mahasiswa banyak yang berasal dari luar daerah (terutama wilayah Indonesia Timur) seperti Bali, Nusa Tenggara, Timor Timur, Irian Jaya, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan.
Masyarakat Malang sebagian besar adalah pemeluk agama Islam kemudian Kristen, Katolik dan sebagian kecil Hindu dan Budha. Sejak zaman kolonial Belanda, Malang dijadikan sebagai pusat penyebaran agama Nashraniyah, Gereja-gereja (Alun-alun, Kayutangan dan Ijen) serta Seminari Alkitab adalah bukti kristenisasi di jaman penjajah.
Kini lembaga-lembaga kaum salib itu berkembang pesat karena mendapat pasokan donator internasional, dan karena permainan yang illegal.
Salah satu kawasan muslim yang dijadikan sebagai daerah pengembangan misi gereja adalah kelurahan Merjosari dan sekitarnya, dengan bukti di sana terdapat 2 lembaga seminari di daerah Gasek dan Universitas Machung yang dibuat orang China dan didukung kuat oleh Zionis. Dan pertengahan antara perumahan Joyo Grand dan perumahan Villa Bukit Tidar ada Seminari plus asrama penggemblengan Laskar Kristus.
Upaya yang telah dilakukan:
Melihat kondisi yang memprihatinkan di atas, majalah Qiblati bertekad untuk ikut turut serta dalam memperbaiki mutu keilmuan dan keagamaan bangsa Indonesia pada umumnya serta warga kota malang pada khususnya, yaitu dengan mendirikan pondok pesantren al-Aimmah yang fokus pada program kaderisasi da'i yang akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara ini langkah yang sudah di tempuh untuk mewujudkan cita-cita di atas adalah:
- Membulatkan tekad.
- Koordinasi dengan orang-orang yang memiliki kepedulian yang sama.
- Mencari lokasi yang strategis.
- Mengiklankan niat tersebut di majalah Qiblati yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan negara-negara di Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia.
- Melobi kaum muslimin yang bersedia membelanjakan sebagian hartanya fi sabilillah.
Alhamdulillah, upaya tadi sudah membuahkan hasil yaitu berupa kesanggupan dari beberapa muhsinin untuk mewakafkan bangunan, di samping terkumpulnya sebagian dana dari para pembaca Qiblati.