Selamat Datang |  Login


Subuh di Masjid Muthoharun Sukun Malang



Abu Umar S.S.

 

Jama’ah Masjid Muthoharun Sukun Malang Memundurkan Waktu Sholat Shubuh

Ust Iwan ( Imam Masjid Muthohharun ) ketika di wawancarai menjelaskan : Alhamdulillah setelah kami mengikuti Kajian bersama Syaikh Mamduh Farhan Al Buhairi, yang di adakan majalah Qiblati bersama masjid Al Ghifari Griya Shanta Malang mengenai fajar shodiq pada tanggal 14 Agustus 2009. kami mengadakan rapat dengan anggota takmir dan hasilnya adalah takmir akan menjelaskan pada jama’ah bahwa ternyata kita selama ini sholat subuh sebelum masuk waktunya. Kemudian menawarkan pada jama’ah untuk mengundurkan waktu iqomah sesuai munculnya fajar. Tapi di luar dugaan ketika di tawarkan pada para jama’ah kita akan mengundurkan waktu sholat, Bapak Gandi sesepuh masjid Muthoharun mengatakan : “mengapa tidak adzannya saja yang di undurkan, kita ingin agar sholat kita sah dan di terima oleh Allah I ” hal ini juga di setujui seluruh jama’ah. Maka sejak saat itu kita adzan Shubuh mundur 20 menit dari jadwal sholat abadi yang ada. ( Abu Umar S.S.)

* 27 Agustus 2009



dudi iskandar
[2009-09-17 10:10:54]
alhamdulillah Masjid Aisyah Binjai Sumatera Utara sudah melaksanakan sholat subuh dengan mengundurkan 25 menit dari jadwal yang biasa menjadi patokan selama ini. Alahmdulillah jama'ah subuh bertambah banyak karena mereka menyadari bahwa inilah yang benar..............
Alhamdulillah ala kulli hal jazakumullah atas informasinya
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Ahmad Kamal
[2009-09-08 14:56:26]

Setelah saya membaca artikel di qiblati saya cross chek semua tanda-tanda waktu sholat dengan jadwal sholat abadi. Untuk waktu selain subuh memang cocok saya sudah membuktikan dengan melihat secara langsung tanda-tandanya. Untuk waktu Shubuh memang kepagian, setelah saya buktikan sendiri memang tanda-tanda sholat shubuh di Semarang tempat tinggal saya baru muncul setelah 20 menit dari waktu sholat subuh biasanya. Waktu shubuh ternyata fajar kadzib karena setelah saya lihat fajar yang terang lalu gelap lagi. Jazakalloh Qiblati

waiyyakum, semoga Allah memberikan pahala yang besar atas usaha yang telah antum lakukan, dan jazakumullah atas informasinya. Sangat mudah dan praktis. Semua orang bisa seperti antum, jika mau.


--------------------------
*Admin Qiblati.com
abu mujahid amiruddin as-salafy
[2009-09-05 18:53:53]
Sungguh tidak akan keluar dari mulut kami kecuali bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya kita ditakdirkan dapat melihat Fajar Shadiq secara benar sesuai Sunnah Rasulillah.
buat kru majalah Qiblati, Barokallahu fikum wa jazakumullah khairan katsira 'ala juhudikum fi khidmatil islam walmuslimin.
oh ya, ana menyampaikan salam dari Abu Ukkasyah Syahroni (sopir Maktab Jaliyat Khubeb) di Buraidah kepada seluruh kru majalah Qiblati, terutama Ustadz Abu Hamzah Agus Hasan BAsori.
awfan wa syukron
Wa fiikum Barakallah, wa'alaikumsalam
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Abu Muhammad Al-'Ashri
[2009-09-02 12:58:52]
# Admin Qiblati

Lanjutan Komentar:
=> Na'am, saya setuju bahwa shalat adalah kewajiban setiap orang. Alhamdulillah, setelah mengkaji risalah qiblati, saya langsung berketetapan untuk mengundurkan waktu shubuh. Dan karena saya takmir mahasiswa di salah satu masjid di Jogja, mau tidak mau, saya harus sampaikan hujjah kepada warga.

=> Banyak jama'ah paham. Namun, yang jadi masalah adalah himbauan MUI tentu lebih didengar karena memiliki wewenang untuk berbicara. Apalagi, ada tokoh agama terpandang di tempat kami yang tidak sependapat dengan argumentasi qiblati.

=> Akhirnya, warga pun menjadi bingung dan resah. Alhamdulillah warga memahami alasan saya, sehingga mereka memaklumi kalau saya tidak mau adzan shubuh, dan shalat jama'ah saya bersama mereka adalah shalat nafilaah bagi saya.

=> Intinya, masyarakat bingung dan resah. Maka, saya (sekaligus menyampaikan pesan dari ketua takmir warga di masjid kami) menyarankan agar pertemuaan dan diskusi ilmiah tersebut bisa segera dilaksanakan. Ini, tentu dengan tujuan agar warga kembali tenang dan tidak resah lagi.

Baarakallahu fiik.
berbahagialah antum termasuk orang yang mudah menerima kebenaran. Bersyukurlah kepada Allah karena sempat merasakan keterasingan karena ingin mengamalkan sunnah. Berharaplah pahala kepada Allah, sesungguhnya pahala menghidupkan sunnah sangat besar.
Sebenarnya resahnya masyarakat itu tergantung pada sikap pemimpinnya. Jika jama'ah diberi pengertian dan dibawa kepada sunnah maka masyarakat tenang, dengan ketenangan hakiki. Namun jika dihalang-halangi dari shalat tepat waktu maka mereka resah, karena ragu-ragu tentang shalat mereka. Sebenarnya kalau mereka menghargai shalat tentu berusaha untuk melaksanakan di waktu yang benar-benar yakin telah masuk waktu.
Kemudian obat yang mujarab adalah dengan ikut mengamati fajar secara langsung, pasti akan hilang keraguan. Subhanal Khaliq yang telah menjadikan tanda-tanda waktu shalat bisa dilihat oleh siapapun, dan tidak bisa dibatalkan oleh siapapun.
Masalah usul pertemuan insyaallah, kita upayakaan, namun solusi terbaik dan tercepat ada pada diri kita sendiri-sendiri. Ingat kita lahir sendiri-sendiri, bangkit sendiri-sendiri dan dihisab sendiri-sendiri. Sudahkan kita menjaga shalat kita karena Allah.
Shalatlah di waktu yang Allah inginkan. Mari kita takut kepada Allah melebihi ketakutan kita pada manusia, dan berharap kepada Allah lebih dari harapan kita pada manusia.
ولقد جئتمونا فرادى كما خلقناكم أول مرة
Jika warga memahami hakikat ini insyaallah kembali tenang tanpa menunggu adanya muktamar Nasional tentang fajar shadiq.
Semoga Allah meneguhkan kita diatas jalan-Nya yang lurus.

Kemuddian perlu saya tambahkan: sangat wajar, menghidupkan sunnah yang lama terpendam adalah susah. Maka yang diperlukan adalah kesabaran, keuletan, dan seni dalam menyampaikan. Ingatlah soal pembetulan arah qiblat! Dulu banyak yang menghujat, tapi lama kelamaan akhirnya menerima juga. Pokoknya apapun, yang baik maupun yang buruk selalu berawal dengan asing, sulit dan dicurigai. Tetapi pada kondisi seperti ini yang berbahagia adalah yang memelopori kebaikan dan yang celaka adalah yang menghalangi manusia dari kebenaran.
Renungkan sabda Nabi kita saw sebagai bekal keteguhan:
((إن من الناس مفاتيح للخير مغاليق للشر وإن من الناس مفاتيح للشر مغاليق للخير فطوبى لمن جعل الله مفاتيح الخير على يديه وويل لمن جعل الله مفاتيح الشر على يديه )) (صحيح ابن ماجه: 194)

Sesungguhnya diantara manusia itu ada yang menjadi kunci pembuka kebaikan, dan penutup keburukan, dan diantara manusia ada yang mernjadi kunci pembuka keburukan dan penutup kebaiiakan. Maka berbahagialah (surgalah) bagi orang yang dijadikan oleh Allah sebagai kunci pembuka kebaikan melalui tangannya, dan celaklah bagi orang yang dijadikan pembuka keburukan melalui tangannya."

نسأل الله الكريم رب العرش العظيم أن ينفنا واخواننا بهذه المحاضرة وأن يجعلنا مفاتيح للخير ومغاليق للشر، إنه ولي ذلك والقادر عليه، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وآله وصحبه .
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Abu Rusydan Jaka Prasetya
[2009-09-02 06:51:31]
Alhamdulillah di masjid kami masjid al Muhajirin Pucangsawit Solo, sudah mengikuti waktu shubuh dengan pengunduran waktu, meskipun ada pihak-pihak yang kurang menyetujui, tapi kami tetap jalan. Do'akan supaya kami bisa menda'wahkan masalah ini kepada masjid-masjid di sekitar kami yang belum merubah jadwal shubuhnya.
Ya alhamdulillah. Semoga Allah menjaga kita dan memberikan kita syafaat Rasulullad shalallahu alihi wa salam.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Abu_Najwa
[2009-08-31 14:02:24]
Alhamdulillah....akhirnya ada yang mengangkat masalah ini dengan serius dan teliti.
Beberapa tahun silam setelah ana membaca kitab shifat shaum nabi saw fi Ramadhan, karya beliau berdua syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim al Hilali, ana merasa sholat subuh kita (jakarta) terlalu dini/belum masuk waktunya. Tapi kerena belum pernah ada yang mengangkat masalah ini maka saya tidak dapat berbuat banyak bahkan jadi cenderung ragu ikut sholat kebanyakan orang atau sholat sendiri dengan menunggu waktu yang sesuai.
Semoga tim Qiblati diberi kekuatan dan kemudahan oleh Allah Ta'ala untuk mengemban masalah ini dengan baik. Kami menunggu perkembangan selanjutnya.
Alhamdulillah. La hawla wa la quwwata illa billah. Kita tidak menyangka kalau akhirnya sedahsyat ini, karena awalnya hanya ingin memberikan sentuhan awal tentang sunnah fajar ini. tapi alhamdulillah Allah memberikan yang lebih baik. memang berat menghidupkan sunnah yang dilupakan. Begitu sulitnya sampai yang menentang bukan orang awam atau pihak-pihak yang tidak suka sunnah, melainkan jutru banyak orang yang berintisab kepada sunnah. Kalau bukan karena ridha Allah dan keinginan untuk mendapat syafaat Rasulullah saw, dan pahala 50 pahala sahabat, tentu kita tidak ingin menggulirkan masalah ini. alhamdulillah antum menyemangati kami, dan telah mengawai mengetahui hal ini.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Baswedan
[2009-08-31 10:39:46]
Alhamdulillah, di sukoharjo sudah ada Ma'had Al Ukhuwwah dengan Radio Suara Qur'an (FM 94.4) yang ADZAN 5 WAKTU BERDASARKAN RU'YAH, saya sudah tanya langsung dengan muadzinnya dan ia mengatakan bahwa itu sudah kebiasaan mereka sejak dahulu. Saya jadi teringat, mengapa masalah ini tidak kita tetapkan berdasarkan ru'yah saja. kita tugaskan satu orang yang memantau terbit fajar setiap hari di masing-masing daerah, lalu dia mencatat waktunya dan menginformasikan ke mesjid ttt, atau radio ttt yang bisa diajak kerja sama, lalu mengumandangkan adzan saat itu juga hingga bisa menjadi rujukan bagi mesjid-mesjid lainnya? demikian pula untuk waktu dhuhur, asar dan maghrib, jangan-jangan juga tidak tepat, padahal cara menentukannya kan mudah, cukup dengan memperhatikan bayang-bayang benda (untuk dhuhur dan asar) dan munculnya asy syafaqul ahmar untuk maghrib, lalu setelah menghilang berarti masuk isya'...? bagaimana tanggapan qiblati thd usul ini?
alhamdulillah, praktik yang baik dan usul juga baik,. semoga ini banyak yang baca dan mengamalkan. Aamiin.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
aziz sleman
[2009-08-31 08:35:43]
Ust. saya mau tanya....
1. siapakah penemu ilmu astronomi...
2. bukankah penentuan fajar shadiq yang 18 derajat dibawah ufuk pernah dibahas 1000 tahun yang lalu oleh para ulama termasuk Al Biruni..?
3. apakah kondisi atmosfir pada masa dahulu dengan sekarang dengan berbagai pencemaran udaranya mempengaruhi kualitas atmosfir sehingga memperlambat terjadinya fajar shadiq...?
4. apakah derajat matahari dibawah ufuk seluruhnya adalah sama meskipun kondisi wilayah yang berbeda-beda secara geografis....?
demikian pertanyaan saya, jazakumullah atas jawabannya...
(1) Saudaraku, kalau kita mengetahui fajar shadiq sebagai awal ibadah puasa dan shalat dan tidak mengetahui siapa penemu ilmu astronomi maka kita masuk surga insyaallah. Tapi kalau terbalik, maka itu ilmu yang tidak bermanfaat. Berdasarkan pernyataan Zubair Umar al-Jailani bahwa penemu pertama ilmu falak atau astronomi adalah Nabi Idris as, demikian pula yang disebut di mukaddimah beberapa kitab falak.

Sementara syaikh Thntawi Jauhari mengungkapkan baru sekitar abad ke-28 SM, embrio ilmu falak mulai nampak. Ia digunakan untuk menentukan waktu bagi saat-sat penyembahan berhala di Mesir. Sementara pada masa Islam, ilmu falak mengalami perkembangan pada masa daulah Abbasiyyah.

(2), saya tidak tahu apa kata al-Bairuni tentang fajar shadiq, kalau antum ada data silakan kami diberi.

(3), secara teori sangat mungkin, apalagi sayikhul Islam Ibn Taimiyah telah membahas masalah perbedaan hishshah al-Subh (lamanya umur waktu subuh) antara musim hujan dan musim kemarau yang berbeda.

(4), jika yang dimaksud adalah ufuk hakiki yang 0 derajat maka ya sama, yang berbeda adalah nilai perderajat karena perbedaan jauh dekatnya bumi dari matahari, rata-rata 1 derajat itu 4 menit, terkadang 3, menit terkadang bisa sampai 6 menit.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Budimurni
[2009-08-30 19:42:03]
Bismillahirrahmanirrahim

Walau agak telat namun belum terlambat untuk ikut nimbrung disini bukan maksud hendak menggurui dalam masalah ini tapi hanya sekedar berbagi cerita saja.Berawal dari pesan singkat seorang sahabat yang sedang mengkais rezeki di khor Doha sana maka tahulah saya bahwa qiblati telah mengangkat masalah yang sangat serius saya kira, karna jauhnya perbedaan waktu yang dikehendaki syar'i dengan apa apa yang kita amalkan selama ini.
Bro..kamu benar soal waktu shalat subuh tempo hari begitu bunyi pesan singkatnya diakhir juni lalu dengan susulan sms FYI..visit www.qiblati.com
Pengakuannya ini mungkin hasil bincang bincang kami tiga tahun lalu di kampung halaman.
Saya jadi teringat ketika pertama sekali meng amalkan sunnah ini di tahun 1996 selepas mengikuti kajian membahas buku sifat syaum nabi dalam bab waktuha dari syaikh Salim atau syaikh Ali hasan saya lupa, dalil dalilnya tidak berbeda dengan yang saya baca di situs ini hanya saja perkataan para ulama tidak dibawakan selain pengarang buku itu sendiri. Dari hasil penyesuaian defenisi tentang fajar dengan fenomena alam yang saya saksikan setiap pagi dari pintu depan rumah saya yang letaknya lebih tinggi dari daerah sekitarnya dan persis menghadap ke matahari terbit.Bila cuaca dibumi belahan timur cukup cerah maka akan kelihatan diufuk warna putih pudar berubah menjadi warna kemerah merahan dan bersamaan itu reduplah cahaya bintang bintang dilangit yang tidak ada penghalang bagi kita untuk melihatnya kecuali awan yang tebal,yang terakhir ini satu dalil lagi yang saya pahami dari penafsiran wa idhbaaronnujum Q.S 52:49.

Seiring dengan berlalunya waktu hingga saya menulis untuk pertama kalinya karna support dari akhi abualiy dengan penantian yang cukup lama akan kerinduan berjamaah subuh bersama kaum muslimin semoga apa yang tengah diusahakan saudara- saudaraku di qiblati segera terwujud.
Akhirnya saya mohon ampunan kepada Allah subbahana wa ta'ala dari niat-niat jelek atas portingan ini
Ya Allah tunjukilah al-haq kepada kami terhadap apa yang kami
perselisihkan.Sesungg uhnya Engkau menunjuki orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.
kitab shifat shaum nabi saw fi Ramadhan, karya beliau berdua syaikh Ali dan Syaikh Salim.

Terimaksih antum telah berbagi cerita dalam mengamalkan puasa dan shalat subuh berdasarkan fajar shadiq. Semoga antum di rantau dalam lindungan Allah, dan semoga Allah mengabulkan doa antum. bukan hanya suubuh, tetapi subuh yang paling fatal. Sebenarnya bukan melambatkan jadwal isya' tapi mempercepat, karena usia maghrib (mega mereah) paling 60 menit. Namun sayang hingga saat ini belum ada penelitian yang tuntas mengenai mega merah
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Abunabiha
[2009-08-30 16:18:14]
Allahu Akbar. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada saudara-saudara kita di Qiblati.
Amiin atas do'anya semoga antum juga mendapatkan kebaikan-kebaikan dari do'a antum
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Indra Sutriadi Pipii
[2009-08-30 07:33:13]
Alhamdulillah bila sudah ada masjid yang shalat subuh tepat pada waktunya. Semoga lebih banyak lagi masjid yang mengikuti dan insya Allah jama'ah masjid sebagai pelopor ini mendapatkan pahala bila masjid-masjid lain mengikuti jejaknya. Kepada pihak-pihak yang memang merasa bahwa jadual selama ini benar seharusnya mendatangkan bukti-bukti seperti juga Qiblati yang alhamdulillahi mendatangkan bukti-bukti dari lapangan. Demikian pula tentang polusi cahaya, seberapa akurat pernyataan bahwa polusi cahaya mendatangkan efek terhadap keterlambatan datangnya fajar shadiq. Saya kuatir ini hanya dugaan (hipotesis) saja. Padahal dugaan tidak bisa menggugurkan keyakinan. Dan sebaiknya mereka juga tidak menutup mata bahwa hingga hari ini pun masih ada penelitian seperti proyek Isha and Fajr Observation Campaign (IFOC). Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan sahabat beliau dan kepada ummatnya yang mengikuti petunjuknya hingga akhir zaman.
Abu Muhammad Al-'Ashri
[2009-08-29 13:41:03]
# admin qiblati

السلام عليكم

Saya ingin menyarankan bila qiblati (jika memungkikan) mengadakan "pertemuan ilmiah", dengan menghadirkan tokoh-tokoh masyarakat yang dipandang secara nasional (dari kalangan , bukan regional sebagaimana yang dilakukan di Jogokariyan beberpa waktu lalu. Ini karena berkaitan dengan masalah kaum muslimin secara luas. Dan masyarakaat awam pun tidak terpecah-belah, resah dan bingung. Apalagi, MUI JOGJA sudah memberi himbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala hal yang dapat memecah belah umat Islam. Dan apa yang disampaiakan MUI Jogja itu setelah selebaran Qiblati tersebar di wilayah Jogja. Lihat di
http://www.krjogja.com/kr jogja/news/detail/1679/MU I.DIY.Tanggapi.Kontrovers i.Sholat.Subuh.html
Sunnah harus dijelaskan bukan diperdebatkan. Kewajiban shalat tepat waktu adalah kewajiban setiap orang. Orang kaget dengan koreksi itu wajar, tapi setelah itu akan biasa. Kewajiban masing-masing kita harus bertakwa kepada Allah dan menyayangi saudaranya. Jawaban kami atas pernyataan MUI jogja sudah kami muat. Masalah pertemuan nasional sudah kita agendakan, masalah orang menerima sunnah itu soal I'tikad baik dan hifdayah. Kita berusaha denganbenar dan hasilnya terpulang kepada Allah. Jika antum termasuk mencintai sunnah maka tugas antum adalah ta'wun 'alal birri wattakwa.

Terakhir: sudahkah anda dan keluarga shalat subuh tepat pada waktunya? Bukan diwaktu fajar kadzib?

Jazakallah khairan atas sarannya.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
sujodo alwidad
[2009-08-28 23:19:41]
maaf ustadz kami tanya soal fajar kadzib & fajar shadiq kami punya pengalaman sebelum y mohon maaf!!
kami pernah mengalami lihat fajar kadzib & fajar shadiq beberapakali baik dilaut lepas maupun di daratan & ketinggian. kami adalah seorang pengembara berbulan bulan pernah kami beratap langit beralaskan daratan dan samudra! aneh nya yg ana alami adalah bhw fajar kadzib & fajar shadiq beriringan selang beberapa menit aja maaf sebelum y kami alami muncul pd jam antara 02.00 - 02.17 baik sy ada di wktu WIB ( jawa ), laut ambon laut banda teap menunjukan pd pukul yg sama antara jam 02.00 - 02 17 WIT sebelum y mohon maaf = 031-81360601
Yang pertama langkah untuk melihat Fajar harusnya tahu definisi Fajar yang bisa anda baca dalam artikel-artikel dan gambar Fajar di qiblati.com.
yang kedua sayang anda tidak menyebutkan secara menyeluruh hasil pengamatan anda di mana, tanggal berapa dan kalau ada foto akan sangat membantu, kalau anda melihat Fajar Shodiq jam 02.17 wib harusnya matahari terbit sekitar pukul 3 wib atau sekitar itu.
dan mohon kalau memiliki informasi yang lebih lengkap tentang pengamatan anda tersebut kami diberi datanya. dan dalam melakukan pengamatan ada beberapa yang kami sarankan :
1. Mempelajari definisi Fajar Shodiq.
2. cocokkan jam dengan telkom agar sama dengan jam pada umumnya.
3. Membawa alat untuk mengabadikan seperti kamera.
4. Melakukan pengamatan dalam keadaan terjaga.
Wallahu a'lam
--------------------------
*Admin Qiblati.com
abu mujahid amiruddin as-salafy.
[2009-08-28 17:59:46]
barakallahu fikum, ana sangat bersyukur sekali kepada Allah dengan lantaran taufi-Nya jamaah masjid al-muthohharuun Sukun Malang bisa menjadi contoh dalam pelaksanaan sholat subuh secara benar sesuai dengan waktunya. dan semoga kita bisa mencontoh mereka. untuk kru majalah Qiblati, jazakumullah atas perjuangan antum semua dalam mengajak umat kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah 'Ala Fahmi salafil Ummah. sungguh ana mencintai antum semua karena Allah. dan mungkin ana pengen ketemu dengan Fadhilatus Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairy pada waktu nanti ana umroh di Makkah waktu idul fitri nanti, ana sekarang ada di Al-Qassim, Buraidah, KSA. afwan dan syukron
wafikum barakallahu. Kami juga bersyukur bisa membaca tanggapan antum yang sangat mencintai sunnah. Insyaallah edisi du tahun 5 akan memuat tentang wasiat syaikh Utsaimin terkait dengan fajar. Oh ya sebenarnya yang sudah mengamalkan sunnah dalam adzan dan iqamah atau iqamah saja sudah banyak di Malang, namun al-Muthahharun memang lain, yaitu kompak dari awal tanpa ragu-ragu.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
abu mujahid amiruddin as-salafy.
[2009-08-28 17:55:04]
barakallahu fikum, ana sangat bersyukur sekali kepada Allah dengan lantaran taufi-Nya jamaah masjid al-muthohharuun Sukun Malang bisa menjadi contoh dalam pelaksanaan sholat subuh secara benar sesuai dengan waktunya. dan semoga kita bisa mencontoh mereka. untuk kru majalah Qiblati, jazakumullah atas perjuangan antum semua dalam mengajak umat kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah 'Ala Fahmi salafil Ummah. sungguh ana mencintai antum semua karena Allah. dan mungkin ana pengen ketemu dengan Fadhilatus Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairy pada waktu nanti ana umroh di Makkah waktu idul fitri nanti, ana sekarang ada di Al-Qassim, Buraidah, KSA. afwan dan syukron
wa fiik barakallah, jazakumullah atas kunjungannya di qiblati.com
--------------------------
*Admin Qiblati.com
saud_rama
[2009-08-28 11:40:21]
saya mendapat keterangan tentang jadwal sholat subuh dari seorang sahabat sahabat sbb:
Jazakumullahu khairan atas email pertanyaan kepada saya tentang waktu shalat shubuh. Itu juga menjadi perhatian saya, dan Insya Allah akan saya tulis secara detil di eramuslim. Saat ini saya sedang menyelesaikan tulisan tersebut.

Sementara ini tanggapan saya singkat saja, Insya Allah hampir tidak ada masalah dengan waktu shalat yang berlaku selama ini. Kalaupun diundur, hanya perlu sekitar 8 menit, tidak harus sampai 20-30 menit, meskipun dengan mengundurkan 30 menit, fajar memang nampak terlihat jelas.

Persoalannya cuma masalah kriteria, kapan muncul fajar shidq atau beginning of astronomical twilight. Insya Allah tidak ada perbedaan soal definisi fajar shidq, yaitu ketika sinar hasil pembiasan cahaya matahari muncul di ufuk timur dan bentuknya horisontal (kalau vertikal itu fajar kidzb alias zodiacal light).

Kalau dari beberapa saudara-saudara kita yang mengklaim waktu shubuh selama ini terlalu awal, saya bisa duga kuat, mereka itu ketika melakukan observasi untuk melihat fajar shidq, itu dengan adanya polusi cahaya (light pollution). Polusi cahaya itu bisa berupa cahaya lampu dari kota, adanya bulan, kondisi langit dll. Akhirnya fajar shidq kelihatan datang lebih lambat, ketika ketinggian matahari sekitar 15-12 di bawah ufuk.

Tapi kalau observasi dilakukan dengan teliti dengan bebas dari segala polusi cahaya, maka fajar shidq muncul ketika altitude matahari = 18 derajat di bawah ufuk (-18 derajat). Angka -18 sebenarnya angka yang masyhur di kalangan astronom. Ada astronom yang juga menyatakan, angka -18 itu kalau good/perfect condition, tapi kalau bad condition, sekitar -15 atau lebih tinggi dari itu (minusnya lebih kecil atau waktunya jadi lebih telat lagi).

Demikian, semoga jelas, dan tidak lagi ragu-ragu. Simpelnya, waktu shalat sekarang ini berasal dari fajar shidq dengan good/perfect condition. Sedangkan klaim dari saudara-saudara kita itu berasal dari pengamatan fajar shidq dengan bad condition atau banyaknya polusi cahaya. Kalau mau dimundurkan waktu shalatnya, silakan saja, tapi jangan mengklaim waktu shalat yang berlaku selama ini itu salah.
ya, akar persoalan adalah pengertian fajar shadiq itu beda dengan astronomical twilight. Awal cahaya yang dipancarkan di akhir malam disebut oleh mereka sebagai fajat shadiq, itu salah, itulah yang diwanti-wanti oleh Nabi saw. Itu fajar awal. Setelah itu ada fajar kedua yaitu awal sinar matahari yang memancar di ufuk timur yang diakhiri dengan munculnya bulatan matahari. Itulah fajar shadiq. Mereka mengambil tafsir fajar shadiq dari para astronomi bukan dari tafsir, hadits dan praktek ulama Islam. Sebelum orang islam menjadikan sudut 18 derajat sebagai patokan waktu shalat subuh para astronom sudah menyatakan itu adalah awal cahaya pagi. Jadi ya ironis sekali jika hadits dan atsar yang begitu banyak dan sudah diamalkan sebagai patokan shaum dan shalat tidak lagi dijadikan patokan, malah beralih kepada keterangan ahli falak yang tidak puasa dan shalat subuh. Kalau mengerti fajar shadiq pasti dia tidak akan mendapatkan di derajat 18 apalagi indonesia yang dengan sendirian menetapkan sudut 20 derajat.

Saudara-saudara kita yang melihat langsung fajar shadiq telah berbuat baik dengan kembali kepada tanda yang asli. Ukuran fajar shadiq bukan sekedar muncul dalam hitungan, atau sekedar ditangkap oleh alat kamera bahwa sudah ada cahaya yang dipancarkan setelah gelap gulit, tetapi cahaya yang terang dilihat oleh mata kepala di ufuk timur, membentang bagaikan benang putih atau benang mereh di gelapan akhir malam. Jadi kalau mundur 8 menit itu artinya meninggalkan ukuran 20 derajat yang itu hanya ciri khas Depag, menuju sudut 18 yang banyak diikuti oleh banyak negara sebagaimana yang dikatakan oleh ahli falak, tetapi yang benar adalah penanggalan ISNA yang memakai sudut 15 derajat. Siapa yang ragu-ragu jawabannya dan obatnya ada dalam al-Qur`an dan sunnah, serta fatwa para ulama yang duidukung oleh data empiris yang bisa dilihat oleh siapapun jika mau. Wallahu a'lam.
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Abu Hanif Yogyakarta
[2009-08-28 08:53:09]
Bagaimanakah kedudukan hadits berikut. Kalau shahih bagaimana pengertiannya?

Dari Abu Mas’ud Al-Anshari disebutkan, “Rasulullah saw shalat shubuh saat kelam pada akhir malam, kemudian pada kesempatan lain ketika hari mulai terang. Setelah itu shalat tetap dilakukan pada waktu gelap sampai beliau wafat, tidak pernah lagi pada waktu mulai terang.” (HR Abu Dawud dan Baihaqi).
hadits yang anda maksud adalah:

حديث إبي مسعود الأنصاري رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم غلس بالصبح ثم أسفر مرة ثم لم يعد إلى الإسفار حتى قبضه الله. رواه أبو داود والبيهقي بسند صحيح).

Maknanya boleh shalat subuh waktu ghalas dan boleh waktu isfar, tetapi afdhlanya waktu ghalas.

Syaikh bin baz berkata:

وما دامت الشمس لم تطلع هو وقت الفجر، إذا صلاها قبل طلوع الشمس هو في وقتها، لكن ليس له التأخير حتى يخاطر بها، ولكن يبادر بها ويصليها بغلس، وإذا كان قادراً صلاها مع المسلمين في المساجد، والمرأة تصليها في البيت، في أول الوقت، هذا هو الأفضل، فلو أخر حتى اتضح النهار وزال الغلس والظلمة فلا حرج، لكن ليس له أن يؤخر إلى طلوع الشمس إنما يؤخر إلى الإشراق كثيراً لا حرج، لكن الأفضل أن يصليها بغلس، هذا هو الأفضل، أن يصليها بغلس عند ــ الفجر وانتشاره وقيامه ــ الصبح.

Makna ghalas diterangkan oleh Syaikh Abdul Karim al-Khudhair dalam syarah Bulughul Maram:

الغلس هو اختلاط ظلمة آخر الليل بضوء الصبح فهو أول وقت الصلاة لكنه ينصرف منها والرجل يعرف جليسه.

"Ghalas adalah bercampurnya gelap akhir malam dengan cahaya pagi, dia adalah awal waktu shalat, akan tetapi usai dari shalat dalam keadaan seseorang sudah mengenali teman duduknya."

Beliau menjelaskan bahwa iqamah dilakukan di awal waktu subuh setelah yakin terbit fajar shadiq dan selesai shalat mereka bisa saling mengenali wajah temannya. (waktu itu masjid tanpa ada lampu sama sekali) (baca Muhimmat Syarah Kitab al-Shalah Min Bulugh al-Maram, lissyaikh Abdul Karim al-Khudhair yang disiapkan oleh Abu Hajir an-Najdi, lay out Abu al-Muhhanad al-Qashimi)
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Abu Ruysdan
[2009-08-28 06:51:28]
Ada tanggapan dari Pakar astronomi Depag bahwa pennetuan waktu shubuh yang berbeda-beda itu adalah hal yang biasa karena itu merupakan ijtihadiyah dari ulama pakar hisab, bagaimana tanggapan qiblati
Insya Allah akan diulas di Majalah Qiblati "Dialog damai antara Depag dan Qiblati tentang fajar shadiq" di edisi 2 tahun ke-5 yang akan terbit pada bulan Nopember.
semoga Allah memberi kemudahan.
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Teguh budi purnomo
[2009-08-27 20:05:43]
Perlu ditinjau ulang.. Jadwal qta...
Arif magelang
[2009-08-27 16:10:25]
Alhamdulillah,sungguh menggembirakan adanya berita dari jamaah masjid al muthohharun sukun malang.Semoga semakin banyak pihak2 yg mngunjungi situs ini dan mrmbaca berita ini sehingga menjadi penyemangat untuk mencontoh kebaikan mereka.Teruslah berjuang Qiblati dan seluruh umat Islam.Ayo kembali kpd Islam yang murni.Hindari sikap taklid buta dan kembalilah kpd kebenaran.Afwan dan syukron
Alhamdulillah ala kulli hal, semoga berita ini memacu semangat kaum muslimin untuk lebih bersemangat lagi dalam menjalankan Sunnah Rasul-Nya yang Mulia
--------------------------
*Admin Qiblati.com

Komentar
 
Nama
Email
Komentar
 
Copyright © 2010 Qiblati · Kontak · Syarat & Kondisi
Halaman ditampilkan selama 0.0705detik · menggunakan resource memory sebesar 1.92MB