Ustadz Ad-Dariny berkata:
Bismillaah… wash sholaatu was salaamu alaa rosulillaah… wa ‘ala aalihi washohbihi wa man waalaah…
Karena terlalu panjangnya artikel tentang fajar ini, maka di sini kami buat ringkasannya, agar lebih mudah dipahami dan tidak salah dimengerti:
1. Sebaiknya permasalahan ini, hanya dibicarakan dalam forum tertutup, dengan lembaga resmi yang berkompeten dalam hal ini, sehingga tidak menimbulkan madhorot yang lebih besar. Dan inilah anjuran dari para kibarul ulama… Tentang anggapan bahwa ini bersangkutan dengan fardhu ain sehingga tidak perlu menunggu tindak lanjut dari lembaga resmi, maka bisa juga disanggah dengan mengatakan: Argumen itu bisa diterima, jika orang yang sholat sesuai jadwal kalender itu sepakat dengan pihak yang mengatakan waktu sholatnya terlalu cepat, tapi kenyataan di lapangan tidak demikian, banyak dari masyarakat yang tetap yakin bahwa jadwal yang ada masih sesuai dengan kenyataan, alasannya karena yang menyusunnya adalah lembaga-lembaga tepercaya dan mumpuni dalam ilmu syar’i. Jika demikian, maka kita katakan sholat orang itu tetap sah, selama ia yakin bahwa sholatnya dilakukan tepat pada waktunya. Walyaqiin laa yazuulu illa bimitslih (keyakinan itu tidak boleh ditinggalkan kecuali dengan keyakinan yang selevel dengannya), Wallohu a’lam.
Tanggapan Abu Hamzah:
Hadits man roa minkum munkaran, itu memberi hukum fardhu ain untuk inkar munkar, jika kita mengingkari pembatal-pembatal islam dengan alasan fardhu ain, kita harus menjaga iman dan akidah kita, keluarga kita dan orang di sekitar kita, mereka berkata: "Argumen itu bisa diterima, jika orang yang menyembah kuburan misalnya atau yang mengimani hukum skularisme itu sepakat dengan pihak yang mengatakan bahwa hal itu membatalkan Islam, tapi kenyataan di lapangan tidak demikian, banyak dari masyarakat yang tetap yakin bahwa itu semua sudah sesuai dengan Islam, alasannya karena yang menyusunnya adalah lembaga-lembaga tepercaya dan mumpuni dalam ilmu syar’i."
Ustadz Addariny berkata:
2. Fajar shodiq yang mu’tabar adalah dengan munculnya sinar seperti benang putih yang tipis memanjang datar di ufuk, dan itu terjadi saat awal munculnya sinar fajar shodiq, sebagaimana diterangkan dalam Surat Al-Baqoroh:187. Dan inilah pendapat yang dipilih oleh mayoritas ulama, bahkan ahli tafsir al-Jashshosh menukil ijma’ dalam masalah ini.
Tanggapan Abu Hamzah:
a. Rujuk jawaban pada al-Jashshash
b. Kurang memadai dalam menjelaskan fajar yang mu'tabar. Kita ingin agar addariny dapat menunjukkan kepada kita jam berapa fajar Anda muncul, bisa dilihat apa tidak? Jika tidak berarti menyalahi al-Qur`an, sunnah dan ijma' salaf. Jika muncul setelah jadwal adzan berarti taqwim salah.
Ustadz Addariny berkata:
3. Masuknya waktu shubuh, dimulai ketika tampak benang putihnya fajar, bukan ketika fajar sudah sempurna wujudnya.
Tanggapan Abu Hamzah:
Para ulama ijma' bahwa yang masuknya waktu subuh adalah dengan tabayyunnya fajar kepada kita.
Dari sinilah kita menekankkan agar difahami makna tabayyun, dan sifat-sifat fajar shadiq agar mengetahui bahwa ia bukan awal fajar astronomi.
4. Tanda fajar shodiq seperti: Munculnya warna merah, atau sinarnya menyebar di ufuk, atau sinarnya menyebar di langit hingga menerangi rumah dan jalan, bukan merupakan syarat munculnya fajar shodiq, karena meski ada yang beranggapan hal itu ada dalilnya, tapi dalil itu menyelisihi dalil yang lebih kuat dari Qur’an dan Sunnah.
Tanggapan Abu Hamzah:
Itu bukan syarat, tapi pengaruh dari fajar. Di sini penting memahami ucapan salaf dengan benar. Ulama salaf lebih mengerti tentang fajar yang dimaksud darinpada kita. Hadits-hadits nabi dan ucapan menafsirkan makna ayat al-Qur`an.
Syukran
katsiran atas surat
antum.
alhamdulillah sedari
awal kita sudah berlapang
dada.
Kita tidak
membalas hujatan dengan
hujatan tetapi dengan
hujjah.
Kami tidak
membalas tuduhan dengan
tuduhan tetapi dengan
rasa kasihan dan iba.
Kami tidak membalas
tahdziran dengan
tahdziran tetapi kami
sabar dan diam.
Kami selalu terbuka
untuk dialog dan diskusi
ilmiah. Kami siap bertemu
jika mereka mau.
Kami tidak memaksakan
kehendak, tidak memboikot
orang yang menyelisihi
kami.
Kami hanya
menyampaikan yang hak
meski terasa pahit.
Terimakasih
saudaraku.
Semoga
Anda pun lapang dada
mnenerima saudaramu ini.
Jika ucapan
kami tidak tepat sasaran
menuuuuuuuuurutmu sudilah
kiranya Anda menjelaskan
kepada kami apa yang Anda
maksud dengan lapang
dada.
Jazakallahu
khairan.
(AH.
13/2/2010)
alhamdulillah jika
demikian, satu pertanyaan
lagi, maukah al-ustadz
al-fadhil dan qiblati
menganggap khilaf ini
(khilaf bukan dengan
caci-maki tuduhan
tahdziran, tetapi khilaf
antara dua pendapat yang
berbeda contohnya dengan
makalahnya ust.ad-darini
,al-furqon walaupun telah
antum bantah) sebagai
khilaf
mu'tabar???
baiklah, kalau kita menerima sebagai khilaf mu'tabar, lalu manakah yang rajih diantara keduanya menurut Anda?
bisakah Anda menyebutkan murajjihatnya?
kalau ada dua orang yang satu sudah melihat fajar kadzib dan fajar shadiq dan yang satu lagi belum pernah melihatnya sama sekali, bahkan sedari awal mengatakan sulit dilihat di zaman sekarang, maka siapakah yang lebih mengerti tentang waktu menurut Anda?
siapakah yang Anda benarkan?
ataukah keduanya sama saja karena khilaf mu'tabar?
mohon antum berlapang dada.
waffaqokallah.
--------------------------
*Admin Qiblati.com
"Untuk observasi antum, ana yakin ada kesalahan teknis… (afwan jk terlalu lugas)" jazakumullahu khoir, kok tumben bukan ust.agus yang jawab kalimat diatas bisa ditakwil, sedangan kalimat yang ana bawakan dari beliau sharih bahwa beliau tidak memaksakan kepada pendapatnya, aina muqoddam ya akhi??? baiklah anggaplah beliau memaksakan -dan yang benar insya Allah beliau tidak memaksa-, apakah qiblati juga ikut-ikutan memaksa dan menta'nif siapa yang menyelisihinya dan tidak berlapang dada atas khilaf yang ada?
afwan akhi jawaban tersebut kami sampaikan selaku admin web bukan dari ustadz Agus karena beliau belum sempat menjawab karena kesibukan beliau, silakan rujuk kembali terhadap tanggapan antum yang sudah dijawab oleh beliau.
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Muhammad :
Assalamu’alaikum
ustadz dari foto Pak AR
yang disudut derajat -18
sudah tampak warna padi
di sawah yang hijau
apakah itu menandakan
fajar shodiq telah
terbit.. jazakumullah
Addariny: 12
Februari 2010 pukul 12:36
| #57 Kutip Waalaikum
salam
warohmatulloh…
Jika itu karena cahaya
dari alam, bukan dari
foto, maka berarti fajar
telah terbit…
ana pernah dengar
keterangan bahwa awal
mula fajar yang berupa
benang putih diufuk,
tidak mungkin diambil
dengan kamera
biasa… ia hanya
bisa dilihat dengan
mata… dan ana juga
pernah lihat ketika orang
observasi fajar shodiq,
ketika dia foto, hasilnya
hitam, tidak ada sinar
yang tampak…
makanya jika ada orang
yang mengatakan bahwa dia
bisa menjepret fajar
shodiq dengan foto, maka
kemungkinan besar, itu
bukan permulaan fajar
shodiq, tapi fajar shodiq
yang telah atau hampir
sempurna… wallohu
a’lam…
Kamera tidak bisa
menangkap yang oleh mata
bisa ditangkap...aneh.
Bukankah kamera, apalagi
sekarang ini sudah
canggih, khan tinggal
mengatur diafragma dan
kecepatannya saja. Satu
sudut bahwa ustad
Addariny memang belum
banyak pengalaman dalam
observasi di lapangan.
Semoga misi
ikhwah di Qiblati mampu
memberikan pencerahan yg
mencerdaskan kepada
Ummat.
http://addariny.wordpre
ss.com/2009/09/23/siapa-y
g-salah-kaprah-dlm-waktu-
shubuh-7/#comment-1066
sangat indah sekali perkataan al-imam al-mubajjal ahmad ibn hanbal : لا ُ أعنّف َمن قال شيئا له وجه وإن خالفناه aku tidak mencela dengan keras siapa yang mengatakan sesuatu yang ada padanya sisi -untuk bisa diterima- , meskipun kami menyelisihinya.(manhaj as-salaf as-shalih... hal-24 cet-2, oleh syaikh ali ), maka masing masing orang yang berselisih hendaknya tidak memaksakan pendapatnya, adapun ust. musyaffa "Silahkan anda berbeda pendapat… mungkin antum lebih alim dari ana… tapi jangan memaksakan pendapat antum ke ana… ana hanya memilih pendapat, sesuai dalil yang ana anggap kuat… http://addariny.wordpress .com/2009/09/23/siapa-yg- salah-kaprah-dlm-waktu-sh ubuh-7/#comment-1134" maka maukah qiblati berlapang dada dalam masalah ini???
Syukran katsiran atas surat antum.
alhamdulillah sedari awal kita sudah berlapang dada. Kita tidak membalas hujatan dengan hujatan tetapi dengan hujjah.
Kami tidak membalas tuduhan dengan tuduhan tetapi dengan rasa kasihan dan iba.
Kami tidak membalas tahdziran dengan tahdziran tetapi kami sabar dan diam.
Kami selalu terbuka untuk dialog dan diskusi ilmiah. Kami siap bertemu jika mereka mau.
Kami tidak memaksakan kehendak, tidak memboikot orang yang menyelisihi kami. Kami hanya menyampaikan yang hak meski terasa pahit.
Terimakasih saudaraku. Semoga Anda pun lapang dada mnenerima saudaramu ini. Jika ucapan kami tidak tepat sasaran menuuuuuuuuurutmu sudilah kiranya Anda menjelaskan kepada kami apa yang Anda maksud dengan lapang dada. Jazakallahu khairan. (AH. 13/2/2010)
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Bagusnya surat Dirjen Bimas Islam dimuat di Qiblati. Bukan untuk sombong atau berbangga diri, tapi informasi kepada para pembaca bahwa ada perhatian dari pemerintah, cq Depag tentang masalah ini.
assalammualaikum, mohon jadwal shalat untuk malang kodya, jazakaAllah
wa'alaikumsalam, antum bisa mencobanya di menu hisab sub menu jadwal sholat dan tentukan koordinat yang antum inginkan bisa dilihat dengan googlemap.
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Artikel
Ceramah
Berita
alhamdulillah! inilah kebaikan, berubah ketika mengetahui yang hak itu hak…
Alhamdulillah, maju terus team qiblati
alhamduliilah. kami mendukung dakwahnya tim qiblati
Alhamdulillah...inilah slh 1 bukti bhw kbenaran it pst akan muncul&tdk…
assalamu alaikum,
akhi mohon petunjuknya kira2 pukul brapa fajar shdiq…
Perlu berhati-hati Penetapan AWal waktu Fajar Sadiq. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah…
Syukran katsiran atas surat antum.
alhamdulillah sedari…
maaf, jangan bikin ruwet.
jangan memecah belah persatuan umat.
kalender…
pontianak berapa derajat ISNA ??
"Untuk observasi antum, ana yakin ada kesalahan teknis… (afwan jk…