Soal: Ada seseorang yang menulis makalah di majalah Sabili, di dalamnya dia menyebut bahwa majalah Qiblati telah mengirimkan pembahasan masalah fajar shadiq kepada seluruh pihak, ternyata menurutnya MUI mengaku belum pernah menerima surat yang dikirim oleh Qiblati. Penulis seolah ingin mengesankan kepada manusia, bahwa majalah Qiblati telah melangkahi para ulama karena kelemahan hujjahnya, karena setelah itu, penulis menyebutkan peringatan MUI Jogja terhadap pembahasan majalah Qiblati tentang fajar shadiq, maka apa jawaban Anda?
Jawab: Kami telah memperhatikan makalah tersebut hingga menjadi jelas bagi kami akan klaim penulis –mudah-mudahan Allah memberinya hidayah- terhadap majalah Qiblati. Kami di majalah Qiblati telah mengirimkan surat khusus yang berisikan pembahasan fajar shadiq yang disertai dengan foto-foto. Bahkan kami memulainya dengan MUI sebelum pihak lain karena pengetahuan kami akan pentingnya posisi mereka. Tanggal pengiriman kami ke MUI Pusat dan 27 kantor MUI Propinsi adalah 9 Sya’ban 1430 H/ 31 Juli 2009. Sementara keberadaan anggota MUI yang tidak mengetahui perkara ini (penulis tidak menyebutkan MUI mana), bukanlah kesalahan majalah Qiblati, ini jika benar pemberitaan penulis.
Adapun berhujjah dengan peringatan MUI Jogja terhadap pembahasan fajar shadiq di majalah Qiblati, maka sangat disayangkan jika saya harus mengatakan kepada Anda wahai saudaraku, bahwa penulis tersebut tidak obyektif. Inilah yang kami perhatikan dalam bermuamalah terhadap yang berselisih. Dia tidak obyektif, karena dia tidak menyebutkan satu dalil ilmiahpun yang dapat membantah hujjah kami, tapi dia hanya berhujjah bahwa kami belum mengirimkan surat ke MUI, dan seakan-akan ini adalah sebuah bantahan ilmiah. Kemudian dia berhujjah dengan peringatan MUI Jogja, dan seakan-akan itu juga sebuah bantahan ilmiah.
Bersamaan dengan penghormatan kami kepada saudara-saudara kami di MUI Jogja, hanya saja siapa yang membaca penjelasan mereka, maka akan tampak bahwa penjelasan tersebut kosong dari hujjah ilmiah, bahkan tampaknya mereka belum membaca pembahasan majalah Qiblati secara sempurna -wallahu a’lam-. Lalu faidah apa yang bisa kita ambil dari peringatan mereka jika mereka dan selain mereka tidak membantah dengan bantahan ilmiah yang memuaskan kami dan menggugurkan hujjah kami?!! Maka tidak akan ada seorangpun yang akan mengambil peringatan seperti itu, kecuali orang yang belum memahami masalah ini atau belum membaca majalah Qiblati. Adapun orang yang telah membaca Qiblati, dengan penghormatanku kepada semuanya, mereka insyaAllah tidak akan mengambil ucapan siapapun tanpa hujjah yang rinci, karena dalil-dalil majalah Qiblati belum ada yang menggugurkannya hingga sekarang.
Siapa yang memperhatikan tulisan penulis tersebut, akan menjadi jelas baginya bahwa tulisan itu lepas dari faidah ilmiah. Lalu kebenaran mana yang diinginkan oleh penulis?! Oleh karena itu, kami katakan kepada penulis, jika Anda memiliki ilmu dalam masalah ini, maka jangan halangi manusia dari ilmu Anda agar manusia bisa mengambil faidah dari Anda dengan memilih dialog bersama Qiblati. Jika Anda tidak mampu maka kami minta Anda minimal menjelaskan kepada manusia tentang fajar shadiq yang sesuai dengan adzan di Indonesia. Ini adalah sebuah kesempatan besar bagi Anda. Kami berharap agar Anda tidak menyia-nyiakannya, dan mungkin bagi Anda untuk meminta bantuan kepada orang yang telah Anda sebutkan dalam tulisan Anda. Yang penting Anda jelaskan kepada manusia apakah fajar shadiq telah tampak bagi Anda pada posisi matahari 20 derajat di bawah ufuk? Kami menunggu kiprah Anda dalam memahamkan sunnah Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- ini. [*]
Soal: Ada salah seorang ummahat menelepon seorang da'i, dan memberitahukan bahwa dia telah melihat fajar kadzib, yang kemudian diikuti oleh fajar shadiq dari lantai atas rumahnya, sebagaimana yang dijelaskan oleh majalah Qiblati. Maka da'i itupun tidak mempercayainya, dengan dalih bahwa fajar shadiq itu telah terbit sebelumnya dan tempatnya tidak cocok untuk melihat fajar shadiq, dan sebelum itu sang da'i menyebut bahwa Majalah Qiblati adalah orang-orang kerdil.
Jawab: Pertama, aku memohon kepada Allah -Subhanahu wa ta'ala- agar memberikan segenap taufik kepada wanita tersebut di dunia dan akhirat atas semangatnya mengikuti sunnah sebagaimana aku juga memohon kepada Allah agar Allah -Subhanahu wa ta'ala- meninggikan derajatnya, sebagai ganti atas ketidak-percayaan da'i tersebut kepadanya. Mudah-mudahan Allah -Subhanahu wa ta'ala- membalasnya dengan segenap kebaikan.
Adapun jawaban da'i tersebut -mudah-mudahan Allah -Subhanahu wa ta'ala- memberinya hidayah kepada al-Haq, adalah sebuah jawaban yang dengannya dia ingin mengaburkan masalah ini atas manusia, serta membela diri dengan kebatilan. Jika tidak, maka kami tuntut dia untuk menjelaskan kepada manusia tentang fajar shadiq yang telah terbit sebelum itu dengan disertai satu tim yang terpercaya, karena perkara ini sangat sederhana.
Kami ingin, saat masuknya waktu adzan subuh di kotanya, dia mengisyaratkan tangannya ke ufuk dan mengatakan, “Lihat, inilah fajar shadiq!” Pada saat itu, semua orang akan menjadi yakin siapakah sebenarnya yang berhak mendapatkan gelar orang-orang kerdil, sebuah gelar yang dia berikan kepada kru majalah Qiblati, yang lisan-lisan kami menghindari penyebutannya. Sesungguhnya seorang manusia, jika dia bukan seorang da'i, maka minimal dia tidak mengatakan perkataan seperti itu agar manusia tidak berkata bahwa keluarganya tidak baik dalam mendidiknya. Mudah-mudahan Allah -Subhanahu wa ta'ala- memberinya hidayah kepada alhaq.*
*Baca jawaban syubhat-syubhat lain di Majalah Qiblati Edisi 4 Volume 5
ANA JUGA PRNAH BRTANYA KEPADA IKHWAN YG JUGA BRMANHAJ SALAF. ANA:"BAGAIMANA TANGGUPAN ANTUM DGN SALAH KAPARAH WAKTU SHOLAT SUBUH?" IKWAN: "ANA PRNAH BRTANYA DGN SALH SEORANG USTADZ S-3.USTADZ TERSEBUT MENGATAKAN JANGAN BACA QIBLATI. BUAT APA BACA QIBLATI! TERSENTAK ANA KECEWA DGN JAWABAN IKHWAN TERSEBUT YG TIDAK ADA ILMU DIDALAMNYA.SEDIH.BLUM MEMBACA DARI AWAL SAMPAI KAHIR MAKALAH FAJAR SHODIQ.SUDAH MENGHAJR SEPERTI ITU.ANA BUKAN MANUSIA YG TA'ASHUB ANA NGAJI SAMA SEMUA USTADZ YG BRMANHAJ SALAF, ANA TIDAK MENCARI KLOMPOK ANA CARI ILMU.ANA BUTUH ILMU,ANA BUKAN BUTUH KLOMPOK. SEMOGA ALLAH MAENJAUHKAN KITA DARI SIFA TA''SHUB.MANUSI TIDAK AD YANG SEMPURNA!!!
Kepada semua saudaraku dalam iman : Mari kita memahami persoalan "FAJAR SHODIQ" dengan keikhlasan, buang jauh-jauh sifat Ta'ashub kepada kelompok. "Lihat apa yang disampaikan, jangan lihat siapa yang menyampaikan!" Kepada Team Qiblati : Tetaplah istiqomah dalam kebenaran.
jazakumullah atas dukungannya, semoga Allah selalu menjaga kita dan memudahkan segala urusan kita.
--------------------------
*Admin Qiblati.com
kami yang ada di Palangka Raya sudah mendownload aplikasi jadual shalat Bp. Sugeng, tapi setelah saya masukkan sudut subuh ternyata selisih waktunya ko' jauh banget, (jadual sepanjang masa pada jam 04.09 sedang dengan aplikasi bp. jam 05.03) dan pada jam 05.03 hari sudah mulai terang. apa saya yang salah memasukkan data?bagaimana solusinya?
mungkin bisa di cek ulang kota dan sudut yang ditentukan kami telah mencoba dengan aplikasi jadwal sholat tersebut dengan menggunakan kota PALANGKARAYA (sambung tanpa spasi) dan sudut yang digunakan DEPAG 20 hasilnya untuk tanggal 25 Januari waktu subuh 4.09 dan dengan menggunakan sudut ISNA yaitu 15 untuk tanggal 25 Januari waktu subuh 4.31.
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Artikel
Ceramah
Berita
alhamdulillah! inilah kebaikan, berubah ketika mengetahui yang hak itu hak…
Alhamdulillah, maju terus team qiblati
alhamduliilah. kami mendukung dakwahnya tim qiblati
Alhamdulillah...inilah slh 1 bukti bhw kbenaran it pst akan muncul&tdk…
assalamu alaikum,
akhi mohon petunjuknya kira2 pukul brapa fajar shdiq…
Perlu berhati-hati Penetapan AWal waktu Fajar Sadiq. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah…
Syukran katsiran atas surat antum.
alhamdulillah sedari…
maaf, jangan bikin ruwet.
jangan memecah belah persatuan umat.
kalender…
pontianak berapa derajat ISNA ??
"Untuk observasi antum, ana yakin ada kesalahan teknis… (afwan jk…