Selamat Datang |  Login


HASIL OBSERVASI FAJAR SHODIQ/FAJAR SHUBUH



TIM STIKES BANYUWANGI

1. Observasi dilakukan hari kamis, tanggal 25 - 26 juni 2009

2. Lokasi : pantai KREMEN ,perbatasan Situbondo Banyuwangi (hutan Baluran ) , ,kurang lebih 50 km dari kota

3. Penangung jawab tim : Arifuddin S.Ag ( dosen pembina keagamaan STIKES BANYUWANGI ) Jumlah tim ; 2 yaitu 1 tim yang berjumlah 16 sebagai observator dilapangan dengan 1 dosen pembina sebagai penangungjawab dengan 10 mahasiswa dan akh Sandy dengan 4 kadernya, tim ke 2, dua mahasiswi yang memantau adzan shubuh di kota Banyuwangi

4. Kamera yang digunakan merk Sony,Cyber Shot 4*optical zoom yang 7,2 pixels

5. Kronologis :

1. Berangkat jam 20.00 wib dari kampus dengan mobil ambulans L 300

2. kurang lebih jam 22.00 wib tiba dilokasi penginapan di rumah mahasiswa akh Fendik di Wongsorejo Banyuwangi

3. Jam 22.00 wib seluruh jam tim disamakan mengacu pada jam setempat

4. Jam 03.00 Tim bangun , menyempatkan tahajud sekedarnya demi kelancaran, dan segera menuju lokasi yang berjarak 30 menit dari lokasi penginapan

5. Jam 03.45 wib tiba dilokasi seluruh tim focus melihat kearah tempat terbit matahari

6. Jam 04.03 terdengar adzan pertama kali dilokasi, disusul jam 04.06 sementara langit masih gelap fajar kadzibpun belum nampak

7. Jam 04.05 adzan pertama kali di Banyuwangi kota , disusul jam 04.10 dan seterusnya sampai terakhir adzan terdengan jam 04.33 dan iqomat terakhir terdengar pukul 04.40 wib, (sumber dari tim 2 via sms )

8. Berdasarkan badan Ru’yatul Hilal Indonesia ( RHI )jadwal waktu sholat shubuh daerah Banyuwangi tanggal 25-26 juni 2009 adalah 04.09 wib

9. Sementara itu dilokasi mulai adzan pertama baik di lokasi pantai kremen sampai terakhir adzan dibanyuwangi kota, langit masig gelap dan baru nampak fajar shodiq jam 04.35 wib

Demikian data ini dilaporkan dengan tanpa rekayasa sedikitpun, mudah2an semakin yakin bagi kita semua ( khususnya Banyuwangi ) akan kesalahan jadwal waktu sholat shubuh yang terlalu cepat, sehingga untuk selanjutnya kita bisa melaksanakan sholat shubuh sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan syariat yaitu saat fajar shodiq muncul dengan begitu sholat kita menjadi sah.Wollohu Musta’an

 

 

 

Data Pemantauan

 

no

13

hari/tgl/bln/thn

26-Jun-09

tempat

Pantai KREMEN ,perbatasan Situbondo

Banyuwangi (hutan Baluran )

Posisi

7° 55 ' 40.62" S dan 114º 25 ' 16.93" E

kalender

4.15

jadual abadi

unisma

fajar terlihat

4.35

tim

Tim STIKES banyuwangi 26 orang

Co.ust Arifuddin

 

 



ibn Salman(i) ibn Sulaiman
[2010-02-08 08:22:41]

Buat Abu Zaydan, coba antum perhatikan baik-baik gambar pak AR pada derajat -18, -17, -16. Lihat transisi cahaya putih pada gambar di tiga sudut tersebut. Gambar mana yang cahaya putihya lebih membumbung ke langit? Saya baru ngeh setelah mendengar penjelasan ustadz Agus Hasan di Balikpapan dan melihat hasil cetak dari ketiga gambar itu di majalah Qiblati Februari. Gambar -18 cahaya putihnya lebih terang dari yang -17 dan -16. Pertanyaan ke anda yang -18 itu jadinya fajar apa yah? Kemudian kalau anda sudah baca ulasan qiblati terhadap artikel pak AR di blog-nya. Maka, kita akan dapati di gambar fajar yang menurut pak AR nyatal (sudutnya tidak disebutkan pak AR) terdapat siluet dari sebuah Gunung (secara geografi ana haqqul yakin, itu Gunung Lawu di arah Tawangmangu) yang siluet gunung itu baru muncul secara samar-samar pada sudut -15, tapi tidak kita dapati di gambar -18 yang cahaya putihnya lebih banyak dari -17 dan -16. Dan patut diperhatikan alasan para ulama dalam fatwanya menyarankan mengundurkan iqamat adalah agar YAKIN bahwa fajar itu memang sudah nyata.. Makanya mereka menyarankan mundur sekitar 20 menitan untuk iqamah shalat shubuhnya.

widi
[2010-02-03 22:37:40]

Ini ada yang mengaku melakukan pengamatan langsung di Tasikmalaya, tapi menurut mereka jadwal yang selama ini ada sudah tepat. ini linknya: http://persis.or.id/?p=10 43 Coba konfirmasi ke mereka untuk perbandingan

alhamdulillah kalau ada usaha dari saudara muslim yang lain untuk melakukan pengamatan fajar shodiq hanya saja dalam komentar yang antum maksud tidak ada laporan hasil riilnya seperti apa, mungkin sebagai perbandingan bisa antum baca minus 17 derajatpun Fajar Shodiq Belum Nyata -ulasan pengamatan Bapak AR Sugeng Riyadi. wallahua'lam


--------------------------
*Admin Qiblati.com
abu abdirrohman
[2010-02-03 09:12:22]

berdebatlah yang beradab, jangan emosi karena berdebat itu untuk mencari kebenaran bukan pembenaran.... jaga kata2 jangan sampai keluar kata kotor yg tidak layak, bukankah kita seorang muslim ahlusunnah????bukankah seorang muslim itu saling mencintai sesama muslim???apakah layak jika kita memperlakukan seorang yang kita cinta dengan kata2 kasar????

Aby Zaidan
[2010-01-29 10:52:01]

"16.7 - 17.9° (furu’ al-Fajr bukan fajar shadiq)" Allahu akbar kok cuma yang dikutip yang sesuai dengan pendapat qiblati.....mas kalau ingin mencari kebenaran maka kutip yang utuh....dan jangan yang tidak sesuai langsung dinafikan...bukan dijadikan bahan renungan akan ketidak mutlakan pendapat pribadinya. (kutip) 2. &nbs p; H. Ghauri Montreal & Toronto 45.5° 43.7° summertime Fajr 14.2°-14.8° (sesuai dengan Qiblati) 16.7 - 17.9° (furu’ al-Fajr bukan fajar shadiq) (/kutip) ======================== Apa yang anda sebut sebagai furu' jelas aneh dan tidak berdasar tidak mengikuti penjelasan yang memang ada dalam hasil temuan tersebut lihat baik-baik tabel 2. &nbs p; H. Ghauri Montreal & Toronto Transition between red and white twilight 14.2°-14.8° sementara Transition between white twilight and complete darkness 16.7 - 17.9° rupanya ada penyelewengan makna ya...jelas2 disebut disitu mulai dari 17.9° adalah mulainya fajar berwarna putih dan bergersernya kegelapan malam menuju stadium fajar putih. Jika anda tidak mengakui fajar putih juga adalah fajar shodiq berarti benar bahwa selama ini qiblati menyaratkan fajar harus berwarna merah... karena fajar putih di definisikan anda sebagai furu' fajar jadi menolak keterangan ini Transition between white twilight and complete darkness 16.7 - 17.9° dan hanya mengakui Transition between red and white twilight 14.2°-14.8° jadi saya telah melihat buktikannya sendiri bahwa fajar putih yang muncul pada 16.7 - 17.9° dianggap furu' fajar dan bukan fajar shodiq artinya qiblati hanya mengakui fajar yang merah bukan yang putih. Karena jika mengakui fajar putih adalah fajar shodiq maka anda akan mengakui bahwa fajar putih ada pada 16.7 - 17.9° karena jelas bahwa transisi antara dark and white fajar adalah awal kemunculan fajar.... mau dikemanain hasil ini..... H. Ghauri5 Montreal & Toronto 45.5° Transition between white twilight and complete darkness 17.0 - 17.9° Dr Sultan3 Sana'a, Yemen Nov 24, 2003 Transition between white twilight and complete darkness 19°- (16.5°) mau dikemanain hasil penelitian itu...didustakan semua? bahwa fajar putih itu bukan fajar shodiq jelas penelitian itu memberikan hasil yang bervariasi antara 19, 18, 17 16 dan 15 bahkan 10.....itu penelitian. jelas anda tidak ilmiah jika hanya menutup mataa saja jika selama ini qiblati mengklaim fajar tidak mungkin muncul di derajaat selain derajat 15... maka hasil penelitian peneliti di ujung dunia sono beda lagi yang menggugurkan klaim qiblati, dengan menunjukkan hasil penelitian fajar muncul di derajat 17,18 dan 19..... tolong dibaca dengan rampung artikel yang sudah susah saya bawa disini, dan hipotesa mengapa ada variasi kemunculan dalam fajar di setiap belahan dunia BIAR ILMIAH, BUKANYA JUSTRU MENUTUP MATA DARI BUKTI-BUKTI YANG MENYELISIHI MAHZAB FIQH ANDA....

saudaraku abu zaidan, Nabi saw telah menjelaskan dengan gamblang ciri-ciri fajar pertama dan fajar kedua. nabi saw memberikan kriteria mutlak yaitu membentang untuk fajar kedua dan mencuat untuk fajar pertama. saudaraku bisa menunjukkan dari pengamatan -pengamatan itu mana yang pertama dan mana yang kedua? jika saudaraku faham yang dimaksud dengan fajar oleh Rasulullah saw, para sahabatnya dn para tabi'in pasti memahami apa yang difahami Qiblati.
sekali lagi mohon ditrangkan mana fajar pertama dan mana fajar kedua dari data tadi. terus yang kedua kalau menurut observasi saudaraku sendiri derajat berapa? terus kalau tidak mengamati sendiri  dan melihat kalender beda sampai 20 menit lebih di sebagian musim lalu saudaraku milih yang mana atas  dasar apa? mohon kesediaannya untuk menjawab. alhamdulillah dengan karunia Allah kami faham apa yang kami perjuangkan. Sunnah nabi saw itu mudah tidak seruet takwim falaki maupun kriteria fajar shadiq menururut ahli falak yang belum faham sunnah.
terakhir, saudaraku abu zaidan bilang; "tolong dibaca dengan rampung artikel yang sudah susah saya bawa disini, dan hipotesa mengapa ada variasi kemunculan dalam fajar di setiap belahan dunia BIAR ILMIAH, BUKANYA JUSTRU MENUTUP MATA DARI BUKTI-BUKTI YANG MENYELISIHI MAHZAB FIQH ANDA." pertanyaannya apakah saudaraku sudah membaca rampung apa yang kami tulis di majalh? dari edisi 8 tahun IV hinga edisi 5 tahun V? apa sudah membaca semua makalah dalam web qiblati? jika sudah, mana yang salah? menyalahi apa dan siapa? terus madzhab saudaraku berapa? 20? 19? 18? 17? atau berapa?
kami senang bisa sharing dengan saudara seiman.
semoga Alah melapangkan kita kepada kebenaran yang sedang diperselisihkan.

*AH


--------------------------
*Admin Qiblati.com
Aby Zaidan
[2010-01-27 14:07:14]

Saya cukup heran ketika qiblati ingin mementahkan hasil temuan seluruh peneliti diseluruh dunia... saya ambil contoh hasil publikasi lembaga resmi ini linknya http://privat.bahnhof.se/ wb042294/Birka/prayertime s/prayertimes-references/ prayertimes_observations- eng.html#obs-sammanst disitu memberikan hasil penelitian yang beragam yang menyelisihi seluruh temuan qiblati karena hasilnya mulai dari 18, 17 bahkan 11 dan 10 derajat... bagaimana anda-anda yang pakar ini menjawab hasil penelitian tersebut... kebetulan saya dapat link tersebut dari kawan-kawan di icoproject. jelas bahwa qiblati harus membukan pandangan bahwa hasil temuan anda toh masih bukan satu2nya di dunia ini.... harusnya buka donk hasil2 temuan penelitian lain sebelum memutlakan pendapat fiqhnya sendiri

bismillah.

Saudaraku abu zaidan, waffaqakallah lima yuhibbuhu wa yardhah- terima ksih atas tegur sapanya.

Secara singkat kami katakan:

Pertama: Tidak benar kalau dikatakan Qiblati ingin mementahkan hasil temuan seluruh peneliti di seluruh dunia, tetapi yang benar Qiblati megikuti penelitian-penelitian yang sesuai dengan sunnah.

Kedua: yang ada di link tersebut adalah sebagai berikut: secara berurutan = peneliti, lokasi, lintang, periode penelitian, fajr, peralihan antara cahaya putih dan merah, peralihan antara cahaya putih dan gelap gulita:

1.  &nbs p;   Hizbul Ulama
Blackburn, UK
53.8°  Sept 1987 - Aug 1988
Fajr --- 13.8-15.0° (winter months) (sesuai dengan Qiblati)

2.  &nbs p;   H. Ghauri
Montreal & Toronto
45.5°
43.7° summertime
Fajr 14.2°-14.8° (sesuai dengan Qiblati)
16.7 - 17.9° (furu’ al-Fajr bukan fajar shadiq)

3.  &nbs p;   Khalid Shaukat4  Canada
45° ...
Fajr 14.5°(summer) (sesuai dengan Qiblati)
17.2° (winter)

4.  &nbs p;   Omar Azfal
Tracy, CA
37.7° July 1-19, 2005
Fajr 5.9--7.0° 10.5° 6  (kita tidak mengetahui apa ukurannya?!!, ini menyalahi sifat fajar shadiq dan penelitian lain)

5.  &nbs p;   Dr Sultan Sana'a, Yemen 15.4°
2200m
Nov 24, 2003
Fajr 13.2° (4-6 menit setelah Qiblati, jadi ini dekat dengan Qiblati)
(10.8°)3

19° (16.5°)3 (fajar pertama)

6.  &nbs p;   Estimate6

Fajr 11-14.5 (14,5 sesuai dengan Qiblati)
14-18°

 

Saudaraku, apa yang disebut di link justru mendukung Qiblati. Adakah penelitian yang mendukung 20 seperti depag Indonesia, atau 19,5 seperti mesir atau mendukung 19 seperti Saudi? Atau mendukung 18 seperti Liga dunia Islam?

Yang ada mendukung Qiblati:

Hizbul Ulama1 Blackburn, UK Fajr --- 13.8-15.0° (winter months) (sesuai dengan Qiblati)

H. Ghauri5 Montreal & Toronto Fajr 14.2°-14.8° (sesuai dengan Qiblati)
16.7 - 17.9° (furu’ al-Fajr, masih fajar pertama bukan fajar shadiq)

Khalid Shaukat4  Canada Fajr 14.5°(summer) (sesuai dengan Qiblati)
17.2° (winter)

Dr Sultan3 Sana'a, Yemen Fajr 13.2° (4-6 menit setelah Qiblati, jadi ini dekat dengan Qiblati)

  Hampir semua mendukng Qiblati (14.6° atau 15°), lalu mana yang mendukung depag?

Apakah antum masih heran? Apakah antum terbuka dengan penemuan orang lain? Semoga ya Aamiin.

kemudian menurut penelitian antum sendiri berapa? kami tungu kabarnya.

Alhamdulillah rabbil alamin.

*AH


--------------------------
*Admin Qiblati.com
Aby Zaidan
[2010-01-27 09:53:17]

" tidak perlu heran, coba antum baca makalah pak ar di edisi qiblati terbaru judulnya" minus 17 derajat pun fajar belum nyata." semoga mengerti" Aneh foto yang dipampang di Websitenya tidak diralat dan cukup bagi orang yang tidak buta warna melihat jelas bahwa 17 derajat foto tersebut sudah nyata fajar... bahkan sudah berwarna merah kecuali kita buta warna .... belum lagi kalau kita lihat hasil penelitian di ICO project yang memeberikan hasil2 yang menyelisihi qiblati ... jadi semakin jauh deh qiblati mau memutlakan pendapat fiqhnya sendiri

ada baiknya antum simpan dulu komentarnya, antum baca di edisi februari ini, sebagai saran awal antum download dulu semua foto yang ada di tulisan pak AR dan nanti keterangannya ada di Majalah Qiblati edisi Pebruari,


--------------------------
*Admin Qiblati.com
Aby Zaidan
[2010-01-26 14:44:34]

Agak heran nih mengapa http://pakarfisika.wordpr ess.com/2009/08/23/waktu- shubuh-terlalu-cepatkah/ Hasil temuan pak guru tersebut menunjukkan standart 17 derajat, ? menyelisihi temuan qiblati yang mengatakan tidak mungkin akan ada fajar dalam derajat 20,18,17,16... fajar hanya akan muncul pada 15... tapi temuan pak Ar sendiri menyelisihi hasil qiblati.... saya rasa pendapat qiblati musti diralat dan diteliti ulang karena hasil yang 17 menunjukkan fajar tidak mutlak muncul di 15.... ini jelas menjadi relatif.....artinya qiblati tidak bisa mengatakan bahwa secara mutlak dan pasti jadwal sholat shubuh terlambat 20 menit... bisa jadi cuma terlambat 12 atau 8 menit. karena temuan pak AR ini cukup menyelisihi kemutlakan temuan qiblati jika ada satu saja temuan yang menyelisihi standart 15 tentu tdak bisa disepakati kemutlakannya apalagi menyimpulkan bahwa standart yang pasti benar adalah 15 dan fajar hanya akan muncul di 15 buktinya standart 17 sudah bisa fajar muncul

tidak perlu heran, coba antum baca makalah pak ar di edisi qiblati terbaru judulnya" minus 17 derajat pun fajar belum nyata." semoga mengerti


--------------------------
*Admin Qiblati.com
Danang Desi Aryanto
[2009-12-30 22:35:56]

Sedikit cerita dari UAE. Beberapa masjid di UAE utk adzan subuh  berdekatan waktunya dgn Angle versi Dinas Geologi Mesir, Universitas Ummul Quro...dan iqomah dikumandangkan sekitar 20-an menit setelah waktu adzan, atau setelah masuk waktu shalat versi Federasi Islam Amerika Utara. Sedangkan pelaksanaan shalat isya, iqomah dikumandangkan setelah tiba waktu shalat versi angle 20derajat (juga sekitar 20-an menit setelah adzan). Tetapi tidak untuk waktu shalat dluhur, ashar, dimana jeda antara adzan dan iqomah sekadar cukup utk shalat rawatib & atau waktu shalat maghrib yang bahkan hampir tidak ada jeda antara adzan & iqomah.Sehingga utk jamaah yang (biasanya) mempunyai aplikasi waktu shalat di-HP-nya (dgn Angle versi manapun) dan yang berasal dari berbagai tempat di seluruh dunia dgn berbagai latar Mazhab & tradisi keilmuan, Insyaallah semua merasa terakomodasi dengan jadwal pelaksanaan shalat di masjid tersebut (Alhamdulillah jamaah selalu memenuhi masjid pada setiap pelaksanaan shalat fardlu). Tentu yang paling SEMPURNA adalah apabila adzan dikumandangkan "tepat" dengan masuknya waktu shalat (seperti subuh di Masjid Takwa Batu), tetapi juga akan menjadi lebih bijak apabila pelaksanaan shalat berjamaah (dengan "takmir masjid" versi Dinas Geologi Mesir/Ummul Qurro) tersebut benar-benar menjadi "Shalat Wajib" bagi seluruh jamaah, karena tidak ada "keberatan" dari beberapa jamaah dikarenakan iqomah yang terlalu cepat. Sebagai misal, menurut jamaah A, belum masuk waktu shalat subuh karena yang dia digunakan adalah Angle versi ISNA/14-15derajat, tetapi bisa tetap bermakmum tanpa harus mengulang shalat karena iqomah dikumandangkan setelah tiba waktu shalat versi ISNA. Begitu juga pada pelaksanaan shalat isya yang "sedikit" diundur waktunya. Bukankah Nabi lebih menyukai utk mengakhirkan pelaksanaan shalat isya? Semoga ukhuwah diantara kita semua tidak mudah terkoyak, karena kesabaran kita yang masih bertepi, karena keilmuan yang masih semampai & karena wawasan kita yang masih selemparan batu... dan terutama, semoga kita selalu diberi kekuatan untuk istiqomah dalam memakmurkan masjid, dimanapun kita berada. Amin

Ahmad Abdul Syakur
[2009-11-03 08:00:27]

Untuk keseimbangan informasi, sebaiknya di cek dahulu mengapa perhitungan hisab awal waktu shalat (khususnya di semarang dan Jogyakarta ) para tokoh hisab, memakai tinggi matahari 18 sampai 20 derajat dibawah ufuk. Sebaiknya undang juga Pak Oman (dari Muhammadiyak) untuk nyumbang komentar. Terima kasih. Ridha Allah yang selalu kita tuntut.

syukran akhi atas usulnya, tetapi menurut hemat kami jika ada yang mengenalkan itu lebih baik, mengingat jadual padat dan kita tidak kenal semua orang.

*AH


--------------------------
*Admin Qiblati.com
yaya
[2009-09-13 09:41:00]
mohon gambar hasil observasi fajar shodiq yang sudah masuk ke qiblati ditampilkan semua di website sehinga akan lebih lengkap informasinya, dan kita bisa mendownloadnya sehinnga tidak hanya data tertulis saja, karena ini sangat penting untuk pengenalan tentang fajar shodiq serta penyebaran ilmunya melalui kajian-kajian atau seminar.
Afwan insya Allah akan kami usahakan untuk sementara belum bisa sampai hari aktif setelah libur awal syawal dan perlu di ketahui juga bahwa kualitas kamera sangat berpengaruh dalam mengambil gambar fajar shodiq.
--------------------------
*Admin Qiblati.com
firda bahalwan
[2009-09-02 13:52:37]
subhanallah berarti kurang lebih kita sering keliru mengenai waktu subuh.... terimakasih atas informasinya :)
Indra Sutriadi Pipii
[2009-08-23 21:40:58]
Hanya sebagai informasi saja. Saya mencoba menggunakan aplikasi ipraytime untuk posisi latitude 7 derajat 55 menit 40.62 detik kutub selatan (atau -7.92795) dan longitude 114 derajat 25 menit 16.93 detik bujur timur (atau 114.42137) dengan menggunakan tiga metode sudut dengan hasil berikut ini.
Prayer schedule for, Latitude : 007� 55' 40" S Longitude : 114� 25' 16" E Angle Method : Umm Al-Qurra University TimeZone : UTC+7.0 Qibla : 066� 11' 53" W of true North Date Fajr Shorooq Zuhr Asr Maghrib Isha ------------------------- ------------------------- ------------------ [26-06-2009] 4:16 5:35 11:25 14:46 17:15 18:45
Prayer schedule for, Latitude : 007� 55' 40" S Longitude : 114� 25' 16" E Angle Method : Egyptian General Authority of Survey TimeZone : UTC+7.0 Qibla : 066� 11' 53" W of true North
Date Fajr Shorooq Zuhr Asr Maghrib Isha ------------------------- ------------------------- ------------------ [26-06-2009] 4:11 5:35 11:25 14:46 17:15 18:30
Prayer schedule for, Latitude : 007� 55' 40" S Longitude : 114� 25' 16" E Angle Method : Islamic Society of North America TimeZone : UTC+7.0 Qibla : 066� 11' 53" W of true North
Date Fajr Shorooq Zuhr Asr Maghrib Isha ------------------------- ------------------------- ------------------ [26-06-2009] 4:33 5:35 11:25 14:46 17:15 18:17
Dimana: Egyptian General Authority of Survey menggunakan Fajr/Ishaa Angle : 20/18 Umm Al-Qurra University menggunakan Fajr/Ishaa Angle : 19/0 Islamic Society of North America menggunakan Fajr/Ishaa Angle : 15/15
Pertanyaan saya, apakah bisa untuk sementara saya menggunakan penanggalan dari Islamic Society of North America? Karena kedekatannya dengan hasil observasi di lapangan? Jazakumullahu khairan...
Ya bisa, karena memang hasil pengamatan dan penelitian resmi sampai desertasi doktoral al-Azhar mengatakan bahwa fajar shadiq tidak bisa dilihat kecuali pada posisi matahari antara 14 hingga 15,2 derajat, yang berarti rata-rata 14,6 derajat, dan ISNA mendekati itu.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com

Komentar
 
Nama
Email
Komentar
 
Copyright © 2010 Qiblati · Kontak · Syarat & Kondisi
Halaman ditampilkan selama 0.0697detik · menggunakan resource memory sebesar 1.92MB