Soal: Ada sebagian ahli falak yang bertanya tentang keahlian Syaikh Mamduh dalam ilmu falak.
Jawab: Siapa yang bertanya dengan pertanyaan seperti ini dengan maksud bahwa hal itu sebagai syarat untuk diterimanya pernyataan dan tulisan seseorang dalam tawqit (jadual) shalat, maka pertanyaan itu adalah bukti kelemahan ilmunya. Karena hal ini berarti bahwa tidak ada seorangpun bisa shalat fajar di padang pasir, hutan, dan pedalaman kecuali orang-orang ahli falak!? Dan seluruh orang Arab sejak zaman dulu, yang memahami bahasa Arab (bahasa al-Qur`an dan Hadits), tidaklah shalat fajar pada waktunya yang benar, karena mereka bukan ahli falak, dan tidak ditemukan pada diri mereka keahlian dalam bidang ilmu falak?!!
Cukuplah pertanyaan ini mengandung kekurangan besar dalam memahami masalah fajar shadiq, karena mereka jauh dari keahlian syar'i. Bagi sebagian mereka seakan-akan ilmu syar'i itu tidak memiliki nilai dalam permasalahan ini!? Dan tentu saja, ini merupakan kekurangan dan aib besar atas mereka.
Meskipun kami sangat menghormati saudara-saudara kami para ahli astronomi, namun kami meragukan keahlian mayoritas mereka. Mereka telah gagal, karena tidak mungkin bersepakat atas suatu derajat tertentu yang bisa mereka amalkan secara bersama-sama. Pertanyaannya adalah, mengapa perselisihan terjadi di antara mereka sehingga kita menjadi ragu terhadap keahlian mayoritas mereka? Jika tidak demikian (artinya mereka benar dalam penentuan shalat karena dibangun di atas lAndasan ilmu falak), maka akal tidak bisa menerima perselisihan mereka dalam memilih derajat yang masanya terpaut jauh, kemudian mereka berusaha meyakinkan manusia bahwa masing-masing mereka memiliki keahlian?!!
Kami telah menetapkan pada edisi… (Fajar Shadiq (4)) bahwa selisih jauh antara ahli falak dalam penentuan waktu fajar shadiq mencapai 20 derajat. Tahukan Anda apa penyebabnya? Penyebab perselisihan tersebut adalah bahwa mereka berpegang pada teori ilmiah falakiyyah, tanpa membuktikannya di alam terbuka dan melihat dengan mata kepala sebagaimana yang disyariatkan oleh al-Qur`an dan as-sunnah dan praktek salaf shalih. Cukuplah bagi kami pengakuan salah seorang mereka, bahwa menurutnya tidak disyaratkan bagi seorang peneliti untuk meneliti di alam dan melihat secara langsung.
Kemudian, sesungguhnya fajar shadiq ini pertama kali terikat dengan ilmu syar'i kemudian yang kedua terkait dengan ilmu falak. Kami telah menetapkan kesalahpahaman ahli falak terhadap nash-nash nabawi. Saya kira hal ini tidak lagi memerlukan bukti, karena perkara ini lebih terkenal daripada api yang ada di atas (tiang) bendera. Maka di manakah keahlian syari yang seharusnya dituntut pertama kali (sebelum yang lain)?!!
Soal: Sebagian da'i yang menyelisihi Anda berpegang pada kitab milik DR. as-Shubaihi yang telah menetapkan kebenaran jadual waktu fajar shadiq yang ada?!!
Jawab: Begitulah masalah sebagian da'i, dia datang dengan membawa sebuah kitab berbahasa Arab, kemudian mengadopsi pemikiran pengarangnya secara keseluruhan tanpa memahami permasalahan ini secara benar. Mari perhatikanlah bersama saya, bahwa mereka tidak memiliki sesuatu yang baru selain apa yang mereka nukilkan untuk kita. Padahal perkara ini sangatlah sederhana. Cukuplah mereka menjelaskan kepada manusia fajar shadiq di alam terbuka tanpa meminta bantuan kepada kitab apapun. Barangsiapa berhujjah dengan kitab as-Shubaihi, barangkali dia tidak tahu bahwa penulisnya membenarkan jadwal shalat Ummul Qura yang memilih 19o, sementara derajat yang mereka pakai adalah 20o, apa tidak salah dalil?!
Kemudian, bersamaan dengan penghormatanku kepada saudaraku Syaikh as-Shubaihi -mudah-mudahan Allah -Subhanahu wata'ala- menjaganya- saya katakan bahwa kitabnya kehilangan sebagian sisi syar'i dan ilmiah, apalagi kitab tersebut tidak memuat foto-foto fajar shadiq yang diakui telah dilihatnya. Kemudian terbukti dia telah salah dalam membela kebenaran jadwal shalat Ummul Qura, sebab jadwal shalat Ummul Qura sendiri akan mengoreksi derajatnya dimulai dari tahun 1431 H kepada derajat yang lebih rendah (kecil) insyaAllah. Dengan demikian secara otomatis gugurlah kitab tersebut. Karena mereka yang dia bela telah berlepas dari pembenaran dan pembelaannya. Sementara kami, alhamdulillah telah menuntut koreksi tersebut sebelum dia membenarkan derajat jadwal shalat Ummul Qura. Perlu diketahui bahwa koreksi tersebut akan menjadi langkah awal dari koreksi-koreksi berikutnya dengan izin Allah -Subhanahu wata'ala-, karena tidaklah suatu kebenaran itu tersia-siakan kecuali di belakangnya ada yang menuntutnya.
Soal: terdapat seorang da'i yang berkata, bahwa ada sekelompok manusia ahli yang melihat fajar shadiq untuk Abdullah bin Ummi Maktum, dan tidaklah semua sahabat bisa melihat, maka apa tanggapan Anda?
Jawab: Ini adalah sebuah celaan besar kepada sebagian besar para sahabat. Ini juga sebuah penghinaan terhadap keilmuan mereka -Radiallahuanhum ajma'in-. Jika para sahabat yang guru mereka adalah Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- tidak mengetahui waktu fajar shadiq, maka siapakah yang mengetahuinya?!!
Bagaimana orang-orang Arab Badui yang memahami bahasa Arab, mengetahui fajar shadiq sementara para sahabat -Radiallahuanhum ajma'in- tidak mengetahuinya padahal mereka mengambil ilmu langsung dari Nabi -Shalallahu alaihi wasalam-?!!
Maka mudah-mudahan Allah -Subhanahu wata'ala- mengampuni orang yang mengaku punya ilmu tersebut yang secara tidak langsung telah mencela para sahabat -Radiallahuanhum ajma'in-, sekalipun saya berhusnuzhan kepadanya bahwa hal itu keluar darinya tanpa maksud demikian. Sungguh ini musibah besar, jika dikatakan bahwa dia mengetahui fajar shadiq sementara para sahabat tidak mengetahuinya.
Lalu dari mana dia membawa keterangan bahwa dulu ada orang-orang khusus (yang ditunjuk) untuk melihat fajar bagi Ibnu Ummi Maktum, dan bukan keseluruhan atau sembarang sahabat?! Yang kami inginkan, mana sumbernya?
Sesungguhnya kami, dari mimbar majalah Qiblati menuntutnya dan yang semisalnya untuk menjelaskan fajar shadiq di alam terbuka agar manusia bisa melihat tingkat kejujuran mereka.
Sebagaimana kami bersama sebagian orang yang menuntut adanya koreksi, kami telah keluar dengan kelompok-kelompok yang berbeda di sebagian wilayah Indonesia, dan kami telah menetapkan fajar shadiq keluar +- 20 menit setelah adzan, serta kami kuatkan hal itu dengan foto. Dari sini kami meminta pihak lain, apakah mereka para da'i atau ahli falak untuk mengutus satu tim hingga mereka menetapkan bagi manusia bahwa keluarnya fajar shadiq telah sesuai dengan jadual waktu adzan yang berlaku di Indonesia, dan menguatkan hal tersebut dengan foto sebagaimana kami lakukan.
Jika seseorang dimuliakan Allah dengan ilmu, maka ia akan mengecek kebenaran satu masalah baru kemudian berbicara, bukan berbicara dulu tanpa mengecek kebenaran masalah tersebut. Kami bersyukur kepada Allah, mereka telah melibatkan diri dalam permasalahan ini, karena akan tersingkaplah kebenaran fajar shadiq, cepat atau lambat dengan izin Allah.
*Baca jawaban syubhat-syubhat lain di Majalah Qiblati Edisi 4 Volume 5
semoga para da'i, ustadz, ulama', ormas islam mau terjun langsung untuk mengamati munculnya fajar shodiq, jgn cuma memberikan bantahan tanpa hasil pengamatan. alhamdulillah ditempat kami (maluk/ YMBH) sumbawa barat telah mengakhirkan adzan subuh kurang lebih 20 menit dari jadwal depag. terima kasih kepad YMBH yg telah membuat jadwal sholat shubuh yg telah digunakan di daerah lingkar tambang...
Sungguh ini kemudahan yg telah diberikan ALLAH di kala sebagian orang sulit menerima atau susah mendapatkan ttg sesuatu kebenaran ... DAN alangkah indahnya hidup ini jika semua orang menerima kebenaran ini.. padahal umumnya kebenaran ini mudah .. semoga kita dimudahkan oleh ALLAH terhadap perkara yg mudah dan yg susah..
Artikel
Ceramah
Berita
Assalamu alaikum wr. wb.
Tolong adakan sosialisasi di mesjid agung…
alhamdulillah! inilah kebaikan, berubah ketika mengetahui yang hak itu hak…
Alhamdulillah, maju terus team qiblati
alhamduliilah. kami mendukung dakwahnya tim qiblati
Alhamdulillah...inilah slh 1 bukti bhw kbenaran it pst akan muncul&tdk…
assalamu alaikum,
akhi mohon petunjuknya kira2 pukul brapa fajar shdiq…
Perlu berhati-hati Penetapan AWal waktu Fajar Sadiq. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah…
Syukran katsiran atas surat antum.
alhamdulillah sedari…
maaf, jangan bikin ruwet.
jangan memecah belah persatuan umat.
kalender…
pontianak berapa derajat ISNA ??