Ustadz Ad-Dariny berkata:
2. Perkataan Al-Jashshosh dalam Ahkamul Qur’an:
ولا خلاف بين المسلمين أن الفجر الأبيض المعترض في الأفق قبل ظهور الحمرة, يحرم به الطعام والشراب على الصائم
“Tidak ada perbedaan pendapat di antara kaum muslimin, bahwa dengan munculnya fajar putih yang mendatar di ufuk sebelum munculnya warna merah, makan dan minum menjadi haram bagi yang puasa. (Ahkamul Qur’an 1/229)
Tanggapan Abu Hamzah:
a. Dapat dari mana al-Jashshash mendapatkan lafadz mu'taridh? Lafazh itu dari hadits nabawi:
(لَيْسَ الْفَجْرُ الْمُسْتَطِيلَ فِي الأُفُقِ وَلَكِنَّهُ الْمُعْتَرِض الأَحْمَرُ)
"Bukanlah fajar itu cahaya yang meninggi di ufuk, akan tetapi yang membentang berwarna merah (fajar putih kemerah-merahan)." (HR. Ahmad)
Imam Turmudzi meriwayatkan dengan lafazh:
(كُلُوا واشْربوا ولا يَهِيدَنَّكم الساطِع المصْعِد فكلوا واشربوا حتى يعترض لكم الأحمر).
"Makanlah dan minumlah, janganlah cahaya yang menjulang tinggi ke atas mengganggumu (menghalangimu) dari makan, makanlah dan minumlah hingga membentang padamu cahaya merah." (HR Turmudzi: 705 , Abu Daud: 2348, Ibn Khuzaimah)
Jadi hadits Nabi wajib diterima secara utuh. Adapun ucapan "sebelum munculnya warna merah" maka ini tidak lazim, yang lebih baik adalah "apakah ada warna merahnya atau tidak, yang penting fajar terang membentang." Karena secara empiris alam, udara, kelembaban bisa mempengaruhi warna. Wallhu a'lam.
Ustadz Ad-dariny berkata:
3. Ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:
قال شيخ الإسلام ابن تيمية –رحمه الله-: تسميته لبياض النهار وسواد الليل بالخيط الأبيض والخيط الأسود, دليل على أنه أول البياض الذي يبين في السواد مع لطفه ودقته, فإن الخيط يكون مستدقا
“Penamaan Alloh putihnya siang dan hitamnya malam dengan istilah ‘benang putih‘ dan ‘benang hitam‘, adalah dalil bahwa fajar shodiq itu permulaan putih yang tampak di kegelapan, dengan bentuk yang halus dan tipis. (Yang demikian itu) karena ‘benang‘ itu bentuknya tipis. (Syarhul Umdah, kitab shiyam, 1/530).
Tanggapan Abu Hamzah:
Yang dimaksud oleh Ibn Taimiyah adalah nampak terangnya fajar shadiq yang putih meskipun tidak ada merahnya. Dalam Syarh al-Umdah ini juga menyebutkan hadits Nabi saw:
لايمنعكم من سحوركم أذا ن بلال والفجر المستطيل ولكن الفجر المستطير في الأفق. وفي لفظ ((نداء بلال وهذا البياض حتى ينفجر أو يطلع الفجر)) دليل على أنه متى ظهر البياض المنتشر الذي به ينفجر الفجر فقد حرم الطعام.
"Janganlah menghalangimu dari sahurmu, adzannya Bilal dan fajar yang meninggi, tetapi fajar yang menyebar di ufuk."
Dalam satu lafazh "Adzan Bilal dan cahaya putih ini hingga memancar atau terbit fajar" ini dalil bahwa kapan saja nampak putihnya cahaya fajar yang menyebar, yang dengan itu fajar memancar maka haramlah makan."[1]
Lebih jelas lagi pada saat Ibn Taimiyah ditanya pertanyaan berikut: apakah boleh makan dan minum setelah adzan di bulan Ramadan? Maka ibn Taimiyah menjawab:
الحمد لله، أما إذا كان المؤذن يؤذن قبل طلوع الفجر، كما كان بلال يؤذن قبل طلوع الفجر على عهد النبي صلى الله عليه وسلم ، وكما يؤذن المؤذنون في دمشق وغيرها قبل طلوع الفجر (90)، فلا بأس بالأكل والشرب بعد ذلك بزمن يسير.
وإن شك هل طلع الفجر؟ أو لم يطلع؟ فله أن يأكل ويشرب حتى يتبين الطلوع، ولو علم بعد ذلك أنه أكل بعد طلوع الفجر، ففي وجوب القضاء نزاع، والأظهر: أنه لا قضاء عليه، وهو الثابت عن عمر، وقال به طائفة من السلف والخلف، والقضاء هو المشهور في مذهب الفقهاء الأربعة، والله أعلم (91).
"Alhamdulillah, adapun jika muadzin mengumandangkan adzan sebelum munculnya fajar shadiq, sebagaimana Bilal Adzan sebelum munculnya fajar shadiq di masa Rasulullah saw, dan sebagaimana para muadzin di Damaskus dan lainnya adzan sebelum munculnya fajar,[2] maka tidak masalah ia makan dan minum beberapa saat sesudah itu. jika dia ragu apakah fajar telah terbit atau belum terbit? Maka ia boleh makan dan minum hingga nampak jelas kemunculannya. Seandainya ia mengetahui setelah itu kalau ternyata ia makan setelah munculnya fajar maka tentang wajibnya qadha` ada pertentangan, dan yang lebih kuat tidak ada qadha` atasnya, itu yang shahih dari Umar , dan dikatakan oleh sekelompok salaf dan khalaf, sedangkan qadha` adalah yang masyhur dari madzhab ahli fikih yang empat. Wallahu a'lam"[3]
[2] Syaikh Utsaimin memberi catatan: Sebagian orang menulis jadwal imsakiyyah dan mengharuskan orang untuk imsak (berhenti makan) 5 menit sebelum munculnya fajar shadiq, kemudian mereka mengatakan: adzan fajar. Jadi mereka menulis dua jadwal, satu untuk imsak, dan satu untuk subuh.
[3] Majmu' Fatawa 25/ 216-217, lihat pula di http://www.ibnothaimeen.com/all/books/article_18285.shtml. Di sini syaikh Utsaimin memberi catatan: Syaikh (ibn Taimiyah) dalam fatawanya, jawabannya bersifat umum, maksudnya tidak teliti dan tidak detil, jika tidak maka tidak diragukan lagi telah shahih dari selain Umar. Telah shahih dari Nabi saw dalam hadits Asma` bnit Abi Bakar ra bahwa mereka pernah berbuka di hari yang mendung, kemudian muncullah matahari, ternyata Nabi saw tidak memerintahkan mereka untuk mengqadha` (HR Bukhari dalam Puasa, Bab Jika berbuka di Bulan Ramadhan kemudian muncul Matahari (1959). Ini jelas lebih berat dari pada jika mereka makan kemudian terbukti sudah muncul fajar.
Assalamu'alaikum wr.wb Ana pelanggan setia Qiblati beralamat di Magetan Jawa Timur, menanggapi fenomena sholat subuh, bagi kami sami'na wa ato'na ( kami dengar dan kami taat) sebagaimana para sahabat dari golongan muhajirin dan anshor, para tabiin, tabiut tabiin dulu taat pada Allah dan Rasul Muhammad SAW. Nah fenomena di masyarakat kita banyak yang mendengar tapi tidak taat, bagaimana mereka mengikrarkan dirinya ahlus sunnah wal jamaah, kalau mereka tidak taat pada Rasul Muhammad SAW, para sahabat dan shalafus shalih. Semoga mereka dirahmati Allah SWT dengan segala Hidayahnya, amin
Wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuhu, amiin atas do'anya
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Artikel
Ceramah
Berita
alhamdulillah! inilah kebaikan, berubah ketika mengetahui yang hak itu hak…
Alhamdulillah, maju terus team qiblati
alhamduliilah. kami mendukung dakwahnya tim qiblati
Alhamdulillah...inilah slh 1 bukti bhw kbenaran it pst akan muncul&tdk…
assalamu alaikum,
akhi mohon petunjuknya kira2 pukul brapa fajar shdiq…
Perlu berhati-hati Penetapan AWal waktu Fajar Sadiq. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah…
Syukran katsiran atas surat antum.
alhamdulillah sedari…
maaf, jangan bikin ruwet.
jangan memecah belah persatuan umat.
kalender…
pontianak berapa derajat ISNA ??
"Untuk observasi antum, ana yakin ada kesalahan teknis… (afwan jk…