Selamat Datang |  Login


Tanggapan Siapa yg SALAH kaprah ttg SUBUH?! (6-a)



Abu Hamzah al-Sanuwi

Ustadz Addariny berkata:

dalam seri keenam ini, penulis akan nukilkan definisi fajar shodiq dari beberapa ulama yang perkataannya dijadikan sandaran pendapat yang mengatakan terlalu cepatnya waktu shubuh yang ada dalam kalender-kalender pada umumnya, semoga dengan ini kita bisa memaklumi perbedaan pendapat yang ada

 

Tanggapan Abu Hamzah (AH)  secara umum:

a. sebenarnya masing-masing ulama berikut ini perlu dibahas secara tersendiri agar kita mendapatkan gambaran yang cukup tentang masing-masing, akan tetapi waktu sangat mendesak maka untuk saat ini cukup dengan seperlunya.

b. perbandingan yang dilakukan ad-Darini di sini untuk menggambarkan apa yang dia sebut sebagai perbedaan pendapat ini sangat kurang memadai. Anda akan memahami ucapan saya ini apabila Anda memahaminya secara utuh.

 

Ustadz Addariny berkata:

1. Sayyid Abdul Malik Ali Al-Kulaib -rohimahulloh-:

الفجر الصادق هو المنتشر في الأفق

Fajar shodiq adalah fajar yang (sinarnya) menyebar di ufuk (Thulu’ul Fajris Shodiq, hal: 130)

Tanggapan Abu Hamzah :

Dalam kitab Tashhih Waqt Adzan al-Fajr  Syaikh Abdul MalikAli Al-Kulaib telah menjelaskan  fajar shadiq dengan gamblang, tidak hanya seperti yang disebutkan oleh ad-Dariny. Dia juga mengkritisi taqwim yang menggunakan sudut 18 derajat apalagi yang 20 derajat. Dia berkata:

فمن المتفق عليه بين فقهاء المسلمين أن وقت صلاة الفجر يدخل بطلوع الفجر الصادق وهو البياض الذي يأخذ في عرض السماء في أفق المشرق في موضع طلوع الشمس ويزداد بياضه تدريجيا مع صفرة أو حمرة ينتشر في جميع القبة السماوية .

كذلك من المتفق عليه في علم الفلك والملاحة والعلوم الجوية أن الظلام يكون دامسا عندما يكون انخفاض الشمس 18 ْ تحت الأفق وأن أول خيط من الفجر يظهر بعد دقائق ليست بالقليلة من الوقت الذي يكون فيه مركز الشمس عند هذه الدرجة (18 ْ )

Diantara yang disepakati oleh para ulama fikih kaum muslimin adalah bahwa waktu shalat subuh itu masuk dengan terbitnya fajar shadiq, yaitu cahaya putih yang ada di papan langit di ufuk timur di tempat terbitnya matahari, dan ia bertambah terang secara berangsur-angsur yang disertai dengan warna kekuningan atau merah, menyebar di seluruh bola langit.

Begitu pula diantara yang disepakati dalam ilmu falak (astronomi), pelayaran (navigasi) dan ilmu-ilmu cuaca  (meteorologi (ilmu keadaan iklim cuaca udara), dan klimatologi (ilmu iklim))  bahwa kegelapan masih pekat saat matahari berada dalam kedalaman 18 derajat di bawah ufuk, dan bahwasanya permulaan benang fajar akan muncul beberapa menit yang tidak sedikit setelah pusat bulatan matahari berada di sudut 18 derajat.

Setelah itu dia juga mengatakan:

 

يوجد في علم الفلك والملاحة والعلوم الجوية اتفاق عام علي أنه عندما تكون زاوية انخفاض الشمس 18ْ تحت الأفق أو أقل من ذلك بقليل (30 17 ْ أو 17 ْ مثلا ) فإنه لا يوجد أي أثر لضوء الفجر علي الأفق

 

"Terdapat kesepakatan umum dalam ilmu astronomi, pelayaran dan ilmu-ilmu cuaca bahwa saat matahari berada di 18 derajat di bawah ufuk atau kurang dari itu sedikit (misalnya 17,30 atau 17), tidak ada sedikitpun pengaruh cahaya fajar di atas ufuk."

Kemudian dia mempersembahkan untuk kaum muslimin Kuwait jadwal shalat setahun penuh yang dia dasarkan pada fajar islami, bukan fajar falaki, dengan menggunakan sudut elevasi matahari minus 16,30 derajat

http://www.aldahereyah.net/forums/showthread.php?p=31289



DANANG ABU ABDURRAHMAN
[2010-01-06 15:50:12]

ana yang baru aja ngikuti tentang waktu sholat subuh, lalu untuk Temanggung sebaiknya menggunakan yang berapa derajat, mohon penjelasan beserta alasannya. jazakalloh.

insya Allah dengan antum membaca serial di pojok fajar ini akan tahu jawabannya, silakan antum baca dari awal serial pembahasan masalah Waktu Sholat Subuh, wallahu a'lam semoga bermanfaat.


--------------------------
*Admin Qiblati.com
nasih
[2009-12-30 10:30:12]

adanya perbedaan pilihan sudut apakah 15 atau 16 atau 14,6 itu tidak masalah yang penting semua mengoreksi, ilmiah, dan mendekati fajar shadiq. Adapun ustad addariny ia membela yang 20 dengan ucapan orang yang menolak 20.

*AH

-------
adanya perbedaan pilihan sudut apakah 15 atau 16 atau 14,6 itu tidak masalah

-berarti tidak masalah kalo sholatnya mundur tidak sampai 20 menit tapi cuma 15-an menit mungkin ?!?

yang penting semua mengoreksi, ilmiah, dan mendekati fajar shadiq.

-ust musyaffa juga merasa sudut 20 perlu dikoreksi karena beliau condong sudut 18, tapi caranya.....

Adapun ustad addariny ia membela yang 20 dengan ucapan orang yang menolak 20.

-ucapan ini dijelaskan pada perkataannya : "ana pribadi lebih condong pada sudut 18", berarti tidak membela sudut 20 kan.

untuk jawaban tentang pengunduran waktu sholat anda bisa mendapatkan di Majalah Qiblati tentang Iqomah para Ulama' mulai edisi 3 volume 5 atau beberapa artikel di Pojok Fajar ini.

 

kalau dikatakan Ustadz addariny mendukung koreksi inilah yang aneh, karena makalah yang ditulis adalah untuk membantah pengajuan koreksi Jadwal Waktu Sholat yang menggunakan -20 derajat sedangkan yang dipakai untuk membantah adalah kitab yang membela Jadwal Ummul Quro pada saat memakai -19 derajat , dilain tempat lebih condong pada derajat -18. anda bisa membaca dari awal serial tanggapan siapa Salah Kaprah.. yang ada pada menu berita pada kolom Pojok Fajar ini. wallahu a'lam


--------------------------
*Admin Qiblati.com
abu halimah
[2009-12-26 12:16:42]

sebaiknya orang yang tidak setuju dengan koreksi, tenang dan sabar mengikuti serial fajar yang ada di Qiblati. jangan takut untuk mengikuti yang benar karena itu tidak akan menurunkan reputasi  atau membuat lari murid-murid anda dari anda. justru yang ia adalah orang yang besar jiwanya mau menerima kebenaran dari musuhnya sekalipun. mari kita pikirkan lebih dalam, orang yang pakar dalam falak saja( bpk Ar dan Sofyan Said)  membenarkan apa yang di sampaikan Qiblati( Qiblati edisi 3 dan 4 tahun 5). maka apakah kita tetap menganggap Qiblati itu tidak ilmiah. Justru yang menolak belum ada yang mendatangkan bukti ilmiah sampai detik ini. marilah kita berlaku adil karena lebih dekat pada ketaqwaan.

nasih
[2009-12-25 06:15:53]

kalau begitu qiblati jangan pake dudut 15 derajat, tetapi sebagaimana syaikh abdul malik mempersembahkan untuk kaum muslimin menggunakan sudut 16,30. kalau tidak berarti tanaqudh, sebagaimana yang qiblati sampaikan kepada ust.musyaffa antara sudut 20 dan sudut 18

sangat beda, kita tidak ada tanaqudh pada ucapan kita, karena kita menyuarakan koreksi taqwim yang ada (yang menggunakan 20, 19,5, 19, 18) sebagaimana syaikh abdul malik. adanya perbedaan pilihan sudut apakah 15 atau 16 atau 14,6 itu tidak masalah yang penting semua mengoreksi, ilmiah, dan mendekati fajar shadiq. Adapun ustad addariny ia membela yang 20 dengan ucapan orang yang menolak 20.

*AH


--------------------------
*Admin Qiblati.com

Komentar
 
Nama
Email
Komentar
 
Copyright © 2010 Qiblati · Kontak · Syarat & Kondisi
Halaman ditampilkan selama 0.0695detik · menggunakan resource memory sebesar 1.89MB