Jawa Timur – Bali – Lombok - Sumbawa
16 – 25 Oktober 2009
Senin, 19/10/09
Pagi ba'da shalat subuh, kajian fajar shadiq khusus untuk warga di sekitar SMP-IT Aikmel beserta santri ma'had.
Tepat 09.30, acara kajian kedua bertempat di masjid yang sama ditujukan untuk umum. Acara ini dihadiri oleh masyarakat, tokoh agama serta undangan dan perwakilan pemerintah setempat.
Setelah seluruh rangkaian acara selesai, siang harinya kami menuju kota Alas dengan tujuan masjid al-Manar.
Sehabis menyeberang selama 1,5 jam dari pelabuhan Kayangan kami sampai di pelabuhan Poto Tano pulau Sumbawa. Disana kami sudah dijemput oleh agen Qiblati akhi Sulaiman.
Acara kajian dimulai ba'da maghrib sampai jam 09.00 malam bertempat di masjid Muhammadiyah al-Manar Alas.
Baru sekitar 20 menit dimulai ternyata mati lampu, tapi berkat pertolongan Alloh, alhamdulillah acara diteruskan dengan pencahayaan jenset.
Diskusi berjalan dengan serius, manakala ada seorang jamaah yang “dengan sangat bersemangat” berkomentar bahwa kita tidak perlu mengusik jadwal yg sudah ada, karena dibuat oleh orang pintar dan ini akan membuat bingung orang awam. Tapi alhamdulillah dengan santun dan bijak pemateri menjelaskan maksud pentingnya mempelajari dan memahami tentang waktu shalat karena menyangkut sah tidaknya suatu ibadah. Alhamdulillah acarapun selesai dengan damai dan baik.
Selasa, 20/10/09
Ba’da shalat subuh, kami pamit berangkat menuju Sumbawa Besar yaitu di masjid Agung Sumbawa Besar. Acara berlangsung berkat kerjasama dengan Remaja Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar.
Tepat pukul 08:45 acara dimulai. Kegiatan di masjid ini dihadiri oleh para perwakilan takmir masjid, Pejabat dari Depag, MUI dan instansi pemerintah lainnya juga warga sekitar. Dalam sesi acara pertanyaan terjadi diskusi yang menarik.
Siang harinya setelah acara selesai, kami menyempatkan diri silaturahmi ke tempat akh makruf yang mukim di Sumbawa Besar, kemudian beramai-ramai ke pantai Saliperate ‘pelipur lara’, yang berpasir putih.
Malam harinya seletah shalat maghrib, dilanjutkan kajian dengan tema “Pentingnya Menghidupkan Sunah’ oleh Ust. Agus Hasan Bashori, Lc. M.Ag.
Rabu, 21/10/09
Pagi sehabis sarapan di terminal lama Sumbawa Besar, kami sempatkan diri ke desa Semongkat diantar oleh bapak Bram. Desa ini dikelilingi hutan dan terkenal sebagai pusat madu hutan sumbawa.
Disini kami bisa melihat bongkahan rumah lebah yang belum diperas, sekaligus membeli oleh-oleh untuk keluarga.
Sehabis itu kami langsung bertolak ke kota Taliwang, sebuah kota yg dikelilingi oleh pantai. Sepanjang perjalanan dari beberapa hari yang lalu, kanan kiri kami adalah hamparan tanah kering yang sedikit sekali pepohonannya. Kebanyakan disini orang memelihara sapi, kuda dan kambing yang dibiarkan di ladang sampai beranak pinak.
Sekitar jam 14:00 WITg, kami sampai di kota Taliwang dan disambut oleh Ustadz Rum. Selama disini kami dijamu secara istimewa di rumah beliau.
Tepat ba'da ‘ashar, kajian fajar shadiq dimulai. Kajian ini bertempat di masjid Agung Taliwang. Para peserta yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat sangat serius mengikuti kajian tersebut.
Malam harinya kami menuju ke Ma'had al-Manar di desa siloto.
Perjalanan yang berliku melewati hutan menambah semangat tim untuk berukhuwah dengan masyarakat setempat. Desa ini terkenal dengan diterapkannya aturan - aturan Islami sejak tahun 70 an seperti diwajibkannya para akhwat/muslimat untuk memakai jilbab, bahkan 99 % memakai jilbab besar, selain itu di hari jum'at seluruh aktivitas duniawi seperti menangkap ikan karena mayoritas nelayan, menghentikan kegiatannya karena menanti datangnya shalat jum'at. Subhannalloh…
Akan tetapi disayangkan di tempat ini sulit ada sinyal handphone, sehingga menghambat komunikasi antar panitia. Acara dimulai ba'da shalat isya' yang dihadiri oleh tokoh agama dan masyarakat setempat.
Materi yang disampaikan oleh ust abu hamzah adalah “Pentingnya aturan hukum Alloh dan menjaganya dari kerusakan”
Kamis, 22/10/09
Ba’da shalat subuh diadakan kajian di masjid an-Nur Taliwang, dimana masjid ini sudah sejak lama turun – temurun menjaga waktu shalat subuh agar diundur sekitar 20-an menit untuk kehati-hatian.
Masjid an-Nur ini terletak dipusat kota Taliwang Sumbawa Barat Kepulauan Sumbawa Besar. Tema yang diangkat adalah “Kewajiban menjalankan Sunah Nabi Muhammad r”.
Tepat jam 08:00 pagi kami berangkat menuju PT. Newmont. Kegiatan ini berkat kerjasama dengan Yayasan Muslim Batu Hijau PT. NNT.
Setelah perjalanan selama 1 jam, kami sampai di pintu gerbang perusahaan tambang ini. Kami disambut oleh bapak Ambang yang sekaligus bertugas mengurus perijinan. Setelah menunggu sekitar 1/2 jam, perjalanan dilanjutkan dengan mobil perusahaan. Perjalanan melewati jalan berpasir dan berbatu, hal ini karena sering dilewati mobil alat berat sehingga jalan sengaja tidak diaspal.
Sampai di tempat, seakan kami memasuki negara lain...
Ba'da shalat Isya' kajian dimulai, bertempat di masjid Miftahul Jannah. Diikuti oleh karyawan perusahaan dari berbagai bidang. Sambutan terhadap materi fajar shadiq yang dikaji sangat baik, bahkan langsung diterapkan pada shalat subuh pagi harinya. Alhamdulillah…
Jum’at, 23/10/09
Sehabis sarapan pagi jam 04.20 bersama Ust. Geri dan karyawan lainnya di kantin perusahaan, kami shalat subuh yang diakhiri dengan kajian ba'da subuh dengan tema “konsep kebahagiaan” oleh Ust. Agus Hasan Bashori.
Setelah itu kami pamit menuju Selong Lombok Timur diantar oleh Ust. Agus Komarudin. Perjalanan melewati lagi penyeberangan dari pelabuhan Poto Tano ke Kayangan.
Sampai di Selong kami disambut di rumah Bapak Sarhan Apotik Magistra yang sekaligus agen Qiblati.
Ba'da Maghrib acara bertempat di masjid Subulussalam Pancor Selong milik Muhammadiyah. Kajian kali ini bertema: “Aqidah Ahlu Sunah wal Jama'ah”.
Peserta sangat antusias mengikuti penjelasan yang diberikan, apalagi diselingi dengan pemutaran film tentang hakekat syi'ah sebagai contoh aqidah yang menyimpang.
Sabtu, 24/10/09
Setelah kajian ba'da shalat subuh kami berangkat menuju Kuta Bali.
Alhamdulillah perjalanan lancar, setelah melewati penyeberangan dari pelabuhan Lembar Lombok ke pelabuhan Padang Bai bali. Tepat jam 16:30 waktu Bali, kami sampai di rumah bapak Farid Mashadi yang menjadi panitia.
Acara dimulai ba'da shalat Maghrib di masjid Nurrul Huda kawasan airport Ngurah Rai Kuta Bali. Walaupun minoritas dibanding dengan penganut agama lainnya, namun ternyata banyak sekali kaum muslimin yang hadir pada kegiatan ini sampai memenuhi ruangan masjid. Sambutan jama'ah tetang materi ini sangat positif, meski penerapannya memerlukan langkah-langkah lanjutan.
Ahad, 25/10/09
Pukul 02:00 WIT kami pamit dan berangkat menuju kota Banyuwangi. Perjalanan menyeberangi lautan dari pelabuah Gilimanuk ke Ketapang. Setelah berbenah diri dan sarapan pagi di rumah akhi Sandi, kami berangkat menuju kampus STIKES Muhammadiyah Banyuwangi.
Tepat pukul 09:00 acara dimulai. Acara ini dihadiri oleh perwakilan Badan Hisab dan Ru'yah Depag. Banyuwangi, Ketua MUI, Pejabat Depag., civitas akademika dan warga sekitar.
Setelah penjelasan selesai, langsung ditanggapi oleh Bp. Hakim wakil dari Badan Hisab dan Rukyat Depag. dan MUI Banyuwangi bapak Kiyahi Haji Nur Kholis.
Intinya menurut beliau-beliau itu bahwa hal ini harusnya disampaikan dan didiskusikan dahulu dengan para ahli falak dan pemerintah, karena dikhawatirkan akan membuat kekacauan pada umat.
Alhamdulillah dengan penjelasan yang arif serta dalil yang rajih, maka bisa dipahamkan dan diterima langkah-langkah yang diambil oleh Qiblati.
Ba’da Shalat Dzuhur kami menuju ke Bondowoso.
Acara dilaksanakan setelah shalat Maghrib di masjid al-Irsyad komplek Ma'had al-Irsyad Bondowoso.
Kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pengurus dan santri ma'had serta masyarakat sekitarnya. Juga hadir disana Bapak Ahmad S. perwakilan dari BHR Depag. Bondowoso.
Setelah terjadi diskusi antara pemateri dengan audien juga dengan perwakilan Depag, maka teranglah penjelasan yang disajikan oleh narasumber.
Akhirnya perjalanan safari fajar shadiq kali ini tuntas sudah. Tepat Senin dini hari kami sampai di Malang kota tercinta. Tidak lupa kami haturkan terima kasih kepada:
Ust. Arifin dan tim Aikmel, Ust. Marzuki dan tim Ma’had Kholid bin Walid, Ust. Romi dan tim Islamic Center Cakra, Ust. DR. Nurul Mukhlisin, Akhi Sulaiman dan tim Masjid al-Manar Alas, Akhi Abu Shobir, Abu Rian, Bp. Hasbullah, Om Bram, akh Makruf, dan tim Masjid Agung Sumbawa Besar, Ust. Rum, Ust. Dawud dan tim Taliwang, Ust. Geri, Ust. Agus Komarudin, Bp. Ambang, Akhi Syamsul dan tim Newmont, Bp. Sarhan dan tim Selong, Bp. Farid Mashadi, akhi Iwan Rusli dan tim Kuta Bali, Ust. Arif, akhi Sandi, Bp. H. Sukarjo dan tim STIKES Banyuwangi, Ust. Basuni, Bp. Yahya Amar, akhi Ayman dan tim al-Irsyad Bondowoso. Dan semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu, Jazakumullohu khairan katsiran.
Nantikan safari fajar shadiq di beberapa kota Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Jawa barat.
Alhamdulillah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan bisa terlaksana. Ya Allah terimalah dari kami, dan ampunilah kekurangan dan kesalahan kami. Hanya ridha-Mu ya Allah yang dapat menyejukkan hati.
Artikel
Ceramah
Berita
Alhamdulillah, maju terus team qiblati
alhamduliilah. kami mendukung dakwahnya tim qiblati
Alhamdulillah...inilah slh 1 bukti bhw kbenaran it pst akan muncul&tdk…
assalamu alaikum,
akhi mohon petunjuknya kira2 pukul brapa fajar shdiq…
Perlu berhati-hati Penetapan AWal waktu Fajar Sadiq. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah…
Syukran katsiran atas surat antum.
alhamdulillah sedari…
maaf, jangan bikin ruwet.
jangan memecah belah persatuan umat.
kalender…
pontianak berapa derajat ISNA ??
"Untuk observasi antum, ana yakin ada kesalahan teknis… (afwan jk…
Muhammad : Assalamu’alaikum ustadz dari foto Pak AR yang disudut…