Selamat Datang |  Login


Waktu Gholas Menurut Syeikh Abdul Aziz bin Baz -Rahimahullah-


Dengar MP3

Get the Flash Player to see this player.

DOWNLOAD

Abu Hamzah al Sanuwi

 

Saat Beliau ditanya tentang hadits: "Laksanakan shalat subuh pada waktu isfar," apakah itu artinya seseorang atau imam mengakhirkan shalat subuh, maka beliau menjawab:

اَلْحَدِيْثُ صَحِيْحٌ، وَلَفْظُهُ يَقُوْلُ : (أَسْفِرُوْا بِالْفَجْرِ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ لِلْأَجْرِ، وَفِي لَفْظٍ: (أَصْبِحُوْا بِالصُّبْحِ فَإِنَّهُ أَعْظَمُ لِأُجُوْرِكُمْ)، وَالْمَعْنَى عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ عَدَمُ العَجَلَةِ حَتىَّ يَتَبَيَّنَ الصُّبْحُ, وَحَتىَّ يَتَّضِحَ الصُّبْحُ، وَلَيْسَ مَعْنَاهُ أَنَّهُ يُصَلِّي بَعْدَ الْغَلَسِ، لاَ، السُّنَّةُ باِلْغَلَسِ، كَانَ النَّبِيُّ  يُصَلِّي بِاْلغَلَسِ بَعْدَ ضِيَاءِ الصُّبْحِ، لَكِنْ هُنَاكَ بَقِيَّةٌ مِنْ بَقِيَّةِ اللَّيْلِ هَذَا هُوَ السُّنَّةُ يَكُنْ بَيْنَهُمَا بَيْنَ الظُّلْمَةِ وَبَيْنَ الصُّبْحِ فِيْهِ بَعْضُ اْلغَلَسِ, وَالْحَدِيْثُ لاَ يُخَالِفُ ذَلِكَ، (أَصْبِحُوْا بِالصُّبْحِ) يَعْنِي لاَ تَعَجَّلُوْا حَتىَّ يَنْشَقَّ الْفَجْرُ وَحَتىَّ يَتَّضِحَ اْلفَجْرُ، لَكِنْ مَعَ بَقَاءِ بَعْضِ الْغَلَسِ هَذَا هُوَ الْأفْضَلُ، وَلَوْ أَخَّرَهَا حَتىَّ اتَّضَحَ الْفَجْرُ بِالْكُلِّيَّةِ وَذَهَبَ اْلغَلَسُ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ فَلاَ بَأْسَ لَكِنْ لاَ يُؤَخِّرُ الصُّبْحَ إِلَى طُلُوْعِ الشَّمْسِ يَجِبُ أَنْ تُؤَدَّى كَامِلَةً قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ، لَكِنِ اْلأَفْضَلُ وَالْأَحْسَنُ أَنْ يُؤَدِّيَهَا فِي حَال ِالغَلَسِ بَعْدَ طُلُوْعِ الْفَجْرِ بِنِصْفِ سَاعَةٍ نِصْفٌ إِلاَّ خَمْسٌ حَوَالَيْهَا يَكُوْنُ هُنَاكَ غَلَسٌ وَهُنًاكَ ضِيَاءُ الصُّبْحِ وَاضِحٌ.

"Hadits itu shahih. Redaksinya, Rasulullah -Shalallahu alaihi wasalam- bersabda: "Laksanakan shalat fajar pada waktu isfar (terang) karena ia lebih agung pahalanya." Dalam satu lafazh: "Laksanakan shalat subuh pada waktu subuh, karena ia lebih besar bagi pahala kalian." Artinya menurut para ulama: Jangan tergesa-gesa sampai subuh benar-benar nyata, sampai subuh benar-benar terang. Bukan maksudnya melaksanakan shalat subuh setelah hilang waktu ghalas (gelap remang-remang), bukan, karena sunnahnya dilaksanakan di waktu ghalas. Nabi -Shalallahu alaihi wasalam- melaksanakan shalat pada waktu ghalas setelah cahaya subuh, akan tetapi ada sisa dari sisa-sisa malam. Inilah yang sunnah, antara keduanya; antara gelap dan cahaya pagi, yang mengandung sebagian ghalas (gelap remang-remang. Hadits ini tidak menyalahi hal tersebut. "Laksanakan subuh di waktu subuh,” artinya jangan tergesa-gesa hingga fajar memancar dan hingga fajar menjadi nyata, akan tetapi masih ada sebagian ghalas. Inilah yang utama. Seandainya ia mengakkhirkan shalat subuh hingga fajar menjadi nyata secara total dan lenyap ghalas sebelum terbitnya matahari maka tidak masalah, akan tetapi tidak boleh mengakhirkan subuh hingga terbitnya matahari. Wajib ditunaikan semua sebelum terbit matahari. Akan tetapi yang paling utama dan yang paling bagus adalah melaksanakan shalat subuh pada waktu ghalas setelah terbitnya fajar, kira-kira setengah jam kurang 5 menit, di sana ada ghalas dan ada cahaya subuh yang terang."

(http://www.binbaz.org.sa/mat/14769)

 

*Majalah Qiblati Edisi 3 Volume 5



abu fadhlan
[2009-12-02 17:27:03]

benarkah penanggalan ummul quro per 1 muharram 1431 kan berubah menjadi 18 derajat ? mohon penjelasannya?

Alhamdulillah, Taqwim Ummul Qura sudah berubah bukan menunggu 1 Muharram malah sejak sepekan lalu sudah berubah. Alhamdulillah tanda kebaikan. Silkan baca beritanya Qiblati edisi berikutnya.

*AH


--------------------------
*Admin Qiblati.com

Komentar
 
Nama
Email
Komentar
 
Copyright © 2010 Qiblati · Kontak · Syarat & Kondisi
Halaman ditampilkan selama 0.0662detik · menggunakan resource memory sebesar 1.89MB