Selamat Datang |  Login


Tanggapan Siapa yg SALAH KAPRAH, dlm WAKTU SUBUH…?! (5-j)



Abu Hamzah al Sanuwi

Ad-Dariny berkata:

(i) MUI Yogyakarta tanggapi kontroversi sholat subuh (Jumat, 28 Agustus 2009)
YOGYA (KRjogja.com) – Terkait munculnya selebaran yang marak beredar di masyarakat mengenai jadwal waktu subuh yang menyesatkan, MUI DIY menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala hal yang dapat memecah belah umat Islam.

Seperti disampaikan Sekretaris MUI DIY, KRT Ahmad Muhsin Kamaludiningrat, pihaknya beberapa waktu lalu mendapatkan keluhan dari takmir Masjid Gedhe Kauman mengenai jadwal waktu shalat subuh yang? digunakan di Indonesia dan negara-negara lain, tidak sesuai dengan syariat Islam dan salah kaprah.
“Mendapat usulan tersebut, kami langsung menggelar pertemuan dengan seluruh jajaran MUI DIY guna membahas akar permasalahannya supaya tidak menimbulkan konflik horizontal serta perpecahan umat Islam itu sendiri,” jelasnya kepada KRjogja.com, Jumat (28/8) siang.

Oleh karena itu, MUI DIY telah mengeluarkan maklumat kepada seluruh umat muslim bahwa jadwal shalat subuh yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama adalah hasil hitungan para ulama dan ahli syar’i. Sehingga jadwal tersebut sudah sesuai dengan syar’i yang bersumber pada Al-qur’an dan Sunnah Rasul.

“Kami harap, masyarakat Muslim, khususnya yang berada di Yogyakarta untuk tidak ragu dan resah menggunakan jadwal tersebut dalam melakukan ibadah shalat, termasuk awal shalat subuh. Masyarakat juga harus waspada terhadap upaya-upaya yang dapat memecah belah umat Islam,” tegas Ahmad Muhsin.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Gedhe, Budi Setiawan, saat dikonfirmasi KRjogja.com membenarkan hal tersebut. “Selebaran mengenai jadwal waktu subuh yang dinilai menyesatkan tersebut diambil dari sebuah artikel dalam majalah Qiblati. Sebenarnya dalam dunia maya hal itu sudah muncul sejak akhir Juli lalu dan sempat membuat gempar masyarakat Muslim,” ujarnya.

Isi selebaran menjelaskan jika waktu awal subuh yang selama ini digunakan terlalu cepat 22 menit sehingga belum masuk waktu subuh yang sebenarnya. Hal itu disertai dengan penjelasan-penjelasan yang dapat melemahkan umat Islam. “Lebih jelasnya silahkan searching di internet dengan kata kunci shalat subuh salah kaprah,” pungkasnya. (Dhi)


****
Tangapan Abu Hamzah:

a. Maklumat MUI DIY tersebut sudah dikomentari oleh 8 orang dan sudah dinetralisir.
Berikut 8 komentar yang ada di krjogja.com:

Ada 8 komentar untuk artikel ini. Halaman  ‹ 12

•    Jaka Abu Rusydan@Jumat, 04 September 2009 07:09:30


Mudah-mudahan Alloh memudahkan kita untuk menerima kebenaran, karena ini yang paling sulit ketika kita sudah merasa benar dan ada saudara kita yang tulus ikhlas mengingatkan dengan dalil Al Qur'an dan Hadits shohih justru dibilang sesat pemecah belah umat. Saya mohon kepada pihak-pihak yang dianggap sebagai pemerintah dan ulamanya seperti MUI di Jogja menyikapi masalah ini dengan bijaksana dengan lembut dan jika berkomentar sertakan juga dalil-dalil dari kitab dan sunnah. Jika betul-betul sesat tunjukkanlah dalil kesesatannya. Saya mohon juga MUI Saya mohon mau berdialog duduk dengan kepala dingin dan bersama-sama melihat fajar shodiq dan merumuskan kembali jadwal sholat shubuh yang benar Walloohu Waliyyut Taufiq
•    abu muhammad@Kamis, 03 September 2009 06:20:58

Ketika saya lihat jadwal di Shollu, saya merasa bingung karena jadwal yang dikeluarkan oleh Karachi, Ummul Qura, ISNA selisih dengan yang dikeluarkan oleh DEPAG, Muhammadiyah dan lainnya. Maka manakah yang saya ikuti jadwalnya? Padahal sudah jelas firman ALLAH di Al-Qur'an "Sampai jelas untukmu benang putih di antara benang hitam yaitu fajar".

•    H. Wahyu@Rabu, 02 September 2009 10:48:52

Hanya ulama yang adil (shalih, takwa dan berilmu) yang dapat mengemban fungsi ulama waratsatul anbiya`.

Dari Ibrahim ibn Abdirrahman al-‘Adzri, dia berkata: Rasulullah ? bersabda: “Ilmu (Agama) ini dipikul dalam setiap generasinya oleh orang-orang yang adil; mereka membersihkan dari agama ini penyimpangan yang dilakukan oleh orang-orang yang ghuluw (melampaui batas), madzhab orang-orang yang merusak, dan takwil orang-orang yang bodoh.” (HR. Al-Baihaqi, shahih) Adapun yang dikhawatirkan olh Nabi ? adalah para pemimpin yang tidak mengerti jalan yang benar:
"Yang paling aku takutkan atas kalian sesudahkau dari pada Dajjal adalah para pemimpin yang menyesatkan.”

•    Abu Abdurrahman@Selasa, 01 September 2009 15:40:27

Barokallahufiik kepada MUI DIY yang sudah berusaha untuk membimbing ummat. Saya sudah membaca semua artikel yang ada di www.qiblati.com, dan semua tulisan yang disajikan adalah ilmiah. dilengkapi dengan dalil2 baik al-Quran maupun as-Sunnah dan juga dilengkapi dengan fatwa ulama2 besar dunia yg sudah tidak diragukan lagi keilmuannya (seperti Syeikh Albani, Seikh Utsaimin, dll). jadi ada baiknya kepada MUI DIY untuk juga menunjukkan dalil2 dari Al-Quran dan as-Sunnah ketika menanggapi dan memberikan fatwa, apalagi fatwanya langsung memvonis bahwa ini sesat, memecah belah ummat, dan sejenisnya. Kalau MUI hanya memvonis tanpa memberikan hujjah dari Al-Quran dan as-Sunnah, tentu saja kami sebagai ummat lebih yakin dengan apa yang disampaikan oleh tim Qiblati karena hujjah yang mereka bawakan sangat jelas, dilengkapi dengan hujjah dari Al-Quran dan as-Sunnah, pendapat para ulama, dan bukti2 nyata di lapangan. Semoga para pemimpin2 kita juga menanggapi hal ini dengan serius dan berdiskusi secara ilmiah dengan dalil2, dan bukti2 di lapangan, kemudian setelah itu memberikan penjelasan kepada ummat secara ilmiah. Utk tim Qiblati, Jazakumullahu khair atas semua usahanya dan pencerahannya kepada ummat.

•    abu 'aliy@Senin, 31 Agustus 2009 12:33:51

Barokallohufik buat saudaraku seiman selamat berpuasa moga peroleh kemenangan di bulan suci ini untuk tanggapan MUI barusan ana lihat di http://id.qiblati.com/forum/ moga manfaat

http://www.krjogja.com/krjogja/news/detail/1679/MUI.DIY.Tanggapi.Kontroversi.Sholat.Subuh.html/ (halaman 1 yang berisi 3 komentar tidak bisa dibuka, pada tanggal 29 september 2009)


Sementara tanggapan pihak Qiblati di webnya langsung pada hari itu juga oleh pimred ustadz Abu Hamzah al-Qomari, sebagai berikut:

Tanggapan:
Pertama, betul, mari kita waspada terhadap segala hal yang dapat memecah belah umat Islam, tetapi tidak harus curiga kepada dalil  ayat-ayat al-Qur`an, hadits-hadits Nabi dan fatwa-fatwa para umala Islam. Umat Islam wajib bijak, arif dan pandai dalam membedakan antara menjelaskan kebenaran dengan memecah belah. Allah berfirman yang artinya:


Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, (QS Ali Imran: 103)

Jika shalat subuh berdasarkan fajar kedua, fajar syar'I, atau fajar shadiq itu bagian dari "Hablullah" maka menerangkan soal itu adalah mengajak untuk bersatu bukan untuk bercerai berai.

Kedua, kami berterimakasih kepada para pemimpin kita di MUI yang sangat peduli kepada kami umat Islam semoga Allah menjaga antum dan memberi balasan dengan sebaik-baiknya. Kami sangat maklum dengan maklumat  para bapak yang mulia, namun izinkan kami menyampaikan:

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Kami mendapati ternyata awal jadwal waktu puasa dan shalat subuh diantara kaum muslimin, berbeda-beda. Kalender yang ada berbeda-beda berikut jadwal shalat subuh untuk Kota Malang Bulan Ramadhan 1430:

Jadwal Sholat Ramadhan 1430 H Malang Lengkap (menurut 5 kalender dunia islam dibandingkan dengan depag)

Menurut kami jadwal yang berbeda-beda tersebut tidak semua sesuai dengan syar'i yang bersumber pada Al-qur'an dan Sunnah Rasul.

Setelah kami rujuk kepada al-Qur`an. Sunnah, dan penjelasan ulama zaman salaf dan khalaf  serta bukti-bukti ilmiah yang ada ternyata yang dekat kepada kebenaran adalah jadwal ISNA, yang memakai sudut 15 derajat, dan setelah dilihat langsung di lapangan ternyata memang rata-rata muncul fajar shadiq pada sudut 14,7 derajat.
Jadi menurut hemat kami, ini tidak memecah belah umat, juga tidak melemahkan umat Islam, tetapi hidayah, ilmu yang bermanfaat yang akan mengokohkan umat Islam, yang harus direspon dengan rasa syukur dan positif.
Menurut kami, orang yang menyampaikan hadits-hadits berikut sangat mengajak kepada persatuan bukan perpecahan:

1.          Hadits Uqbah Ibn Amir ?


Uqbah bin ‘Amir ?, ia berkata: ‘Aku mendengar Rasulullah ? bersabda:


 إِنَّهَا سَتَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ مِنْ بَعْدِى فَإِنْ صَلَّوُا الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَأَتَمُّوا الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ فَهِىَ لَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ لَمْ يُصَلُّوا الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا وَلَمْ يُتِمُّوا رُكُوعَهَا وَلاَ سُجُودَهَا فَهِىَ لَكُمْ وَعَلَيْهِمْ

“Sesungguhnya akan ada para Imâm (yang memimpin) atas kalian setelahku, jika mereka shalat (memimpin kalian) suatu shalat tepat pada waktunya, lalu mereka sempurnakan ruku’ dan sujudnya, maka (pahala) shalat itu untuk kalian dan untuk mereka. Jika mereka tidak shalat suatu shalat tepat pada waktunya, serta tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya, maka (pahala) shalat tersebut adalah untuk kalian, dan (dosanya menjadi tanggungan) atas mereka.” (Hasan, HR. Ahmad (4/146), dihasankan oleh al-Arnauth)

 
2.     Hadtis Abu Dzar ?

 إِنَّهُ سَيَكُونُ أُمَرَاءٌ يُؤَخرُونَ الصَّلاَةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا، أَلاَ فَصَل الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا ثُمَّ ائْتِهِمْ، فَإنْ كَانُوا قَدْ صَلَّوْا كُنْتَ قَدْ أَحْرَزْتَ صَلاَتَكَ، وَإِلاَّ صَلَّيْتَ مَعَهُمْ فَكَانَتْ تِلْكَ نَافِلَةً

"Akan ada para amir (pemimpin) yang mengakhirkan shalat dari waktu-waktunya, maka ingat, shalatlah kamu shalat tersebut tepat pada waktunya, kemudian datangilah para amir itu, jika mereka sudah shalat maka kamu telah melindungi shalatmu, dan jika tidak, lalu kamu shalat bersama mereka maka shalatmu itu menjadi nafilah (sunnah) untukmu." (HR. Ahmad, Muslim, Nasa`I, lihat shahih al-Jami' no.: 2394)
3.     Hadits Ibn Amr ra

«سَتَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ يُؤَخِّرُونَ الصَّلاَةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا، صَلُّوهَا لِوَقْتِهَا، فَإِذَا حَضَرْتُمْ مَعَهُمُ الصَّلاَةَ فَصَلُّوا»
          "Akan ada sesudahku para imam yang mengakhirkan shalat dari waktu-waktunya, maka shalatlah pada waktunya, jika kamu menghadiri shalat bersama mereka maka shalatlah." (HR. Thabrani. Lihat Shahih al-Jami': 3619)

4.     Hadits Abu Dzar ?

Abu Dzar berkata:

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَضُوْءٍ فَحَرَّكَ رَأْسَهُ وَعَضَّ عَلَى شَفَتَيْهِ، قُلْتُ: بِأَبِيْ أَنْتَ وَأُمِّيْ، آذَيْتُكَ؟ قَالَ: لاَ، وَلَكِنَّكَ تُدْرِكُ أُمَرَاءَ أَوْ أَئِمَّةً يُؤَخِّرُوْنَ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا. قُلْتُ: فَمَا تَأْمُرُنِيْ؟ قَالَ: صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكْتَ مَعَهُمْ فَصَلِّهِ وَلاَ تَقُوْلَنَّ صَلَّيْتُ فَلاَ أُصَلِّيْ.

"Saya mendatangi Nabi saw dengan air wudhu lalu beliau menggerak-gerakkan kepala dan menggigit kedua bibirnya. Saya  berkata: Dengan ibu dan bapakku (saya menebus anda), apakah saya menyakiti anda? Beliau menjawab: Tidak, tetapi engkau akan menjumpai para amir dan para imam yang mengakhirkan shalat dari waktunya. Saya bertanya: Apa yang anda perintahkan untukku? Beliau menjawab: Shalatlah tepat pada waktunya,kemudian jika kamu menjumpai mereka maka shalatlah bersama mereka, jangan kamu mengatakan: aku sudah shalat maka aku tidak mau shalat lagi." (HR. Bukhari dalam Kitab al-Adab al-Mufrad, Shahih al-Adab al-Mufrad: 954)
Wallahu a'lam. Semoga Allah swt merahmati umat Muhammad saw dan memudahkan para pemimpin untuk membawa umat ini kepada ridha-Nya dan sunnah Nabi-Nya. Aamiin.
Berikut maklumat susulan yang menetralisir dan menenangkan disampaikan oleh wakil ketua bidang fatwa:

 MUI DIY Harap Sudahi Kontroversi Shalat Subuh

Kamis, 03 September 2009 08:46:00

YOGYA (KRjogja.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi DIY kembali menghimbau masyarakat untuk tidak saling menyesatkan dan menyalahkan tentang jadwal Shalat Subuh yang selama ini digunakan masyarakat. Wakil Ketua Bidang Fatwa MUI DIY, Malik Madani menegaskan hal tersebut ketika dihubungi KRjogja.com, Kamis (3/9) pagi.

"Penilaian menyesatkan itu timbul dari masyarakat yang merasa resah, karena ini (waktu Shalat Subuh. red) sudah berlangsung selama ratusan tahun yang lalu digunakan oleh masyarakat. Oleh karena itu kami menghimbau supaya jangan mudah memvonis sesat dan bagi yang berbeda dengan apa yang kami jalankan selama ini, jangan memvonis apa yang kami jalankan itu salah. Islam sangat menghargai toleransi diantara sesamanya," tegas Malik.

MUI DIY sendiri sudah mengeluarkan maklumatnya tentang jadwal shalat subuh yang dinilai sebagian orang belum memasuki waktu. "Mereka yang berpendapat berbeda dengan kami, silahkan saja. Kami menghargai, namun mereka juga harus menghargai kami. Yang jelas, MUI berpendapat apa yang selama ini kita gunakan dalam menjalankan shalat subuh, seperti yang telah dikeluarkan oleh Muhammadiyah, NU dan pemerintah sendiri sudah sesuai dengan Al Quran dan Sunnah. Sudah merupakan kombinasi antara ilmu fiqh dengan ilmu astronomi atau ilmu falak, jadi bukan menyandarkan pada ilmu astronomi saja," tandasnya.
Malik Madani sendiri juga menjelaskan, terkait waktu subuh memang ada hadist yang mengatakan tentang dua hal. Yakni subuh gelap dan subuh terang. "Ini kan masalah ke-afdholan saja. Tinggal kita berpegang pada waktu yang mana. Mau yang awal silahkan, mau yang akhir juga silahkan. Namun tentunya itu semua harus didasarkan pada kaidah-kaidah ilmu fiqih, dan jangan saling menyalahkan. Mari kita pegang pedoman masing-masing," paparnya. (Dhi)

http://www.krjogja.com/krjogja/news/detail/2234/MUI.DIY.Harap.Sudahi.Kontroversi.Shalat.Subuh.html
b. Maklumat kedua yang berfungsi menenangkan dan arif ini dipublikasikan tanggal 3 september, sementara saudaraku ad-Dariny menulis makalah tanggal 12 september, tapi kenapa tidak mengambil manfaat dari maklumat kedua ini, dan cenderung kepada maklumat pertama yang provokatif dan sudah dinetralisir?! Wallahu a'lam.
****

 




Komentar
 
Nama
Email
Komentar
 
Copyright © 2010 Qiblati · Kontak · Syarat & Kondisi
Halaman ditampilkan selama 0.0689detik · menggunakan resource memory sebesar 1.91MB