Ustad Addariny berkata:
(e) Fatwa Syeikh Sholeh Fauzan
(sumber: http://www.alradnet.com/TopSin/article.php?id_Hour=72)
في الفترة القريبة نرى بعض الناس يريدون تغيير هذا المسار ويبدون آراءهم في أمور ليس من شأنهم إبداء الرأي فيها ويشوشون على الناس في أمور عبادتهم ومعاملاتهم وعقيدتهم. من ذلك: تدخلهم في مواقيت الصلاة، صاروا يشككون الناس فيها، ويشيعون أن الناس يصلون قبل دخول أوقات الصلاة، ويقولون: إن في تقويم أم القرى خللاً حسابياً، مع أنه تقويم معتمد من قبل ولاة الأمور، ومقر من قبل العلماء من زمن طويل، ولم يحصل فيه خطأ تطبيقي من عشرات السنين.
Fatwa Syeikh Sholeh Fauzan
(sumber: http://www.alradnet.com/TopSin/article.php?id_Hour=72)
Belum lama ini, kita melihat sebagian orang ingin merubah cara ini, mereka menampakkan pendapatnya pada masalah-masalah yang tidak sepatutnya mereka menampakkan pendapatnya, sehingga menjadikan masyarakat bingung dalam urusan ibadah, mu’amalah dan akidah mereka. Seperti ikut campur mereka dalam masalah waktu sholat, mereka mulai membuat masyarakat ragu-ragu terhadapnya, dan menyebarkan isu bahwa orang-orang mendirikan sholat sebelum masuk waktunya. Mereka mengatakan, dalam kalender Ummul Quro ada kesalahan hisab, padahal itu merupakan kalender yang ditetapkan oleh waliyul amri, dan ditetapkan oleh para ulama sejak dahulu kala, dan tidak pernah terjadi kesalahan dalam prakteknya sejak puluhan tahun yang lalu. Ada juga fatwa beliau yang berupa rekaman suara, anda bisa dengar dari link berikut ini:
http://www.midad.me/mediaFrame/fatwa/337790/337790
Ada juga fatwa beliau yang berupa rekaman suara, anda bisa dengar dari link berikut ini:
http://www.midad.me/mediaFrame/fatwa/337790/337790
****
Tanggapan Abu Hamzah:
a. Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan sama dengan Syaikh Bin Baz, yaitu mewakili studi lama, mengacu pada taqwim Ummul Qura (s=19 derajat; lawa waktu subuh 76 menit).
b. Beliau berhusnuzhan pada pembuat taqwim.
c. Beliau tidak membanggakan shalat subuh langsung setelah adzan taqwim Ummul Qura, akan tetapi bangga dengan mengkhirkan 20-30 menit setelah kalender ummul Qura atau 25-35 menit setelah adzan depag RI. Pilihan beliau ini sesuai dengan kaidah yang beliau sampaikan tentang shalat subuh, yaitu:
وَيُسْتَحَبُّ تَعْجِيْلُهَا إِذَا تَحَقَّقَ طُلُوْعُ الْفَجْرِ
"Dan dianjurkan bersegera melaksanakan shalat subuh jika terbukti telah terbit fajar." (al-Mulakhkhash al-Fiqhi, 1/106, Darul Ashimah)
Mengapa beliau tidak menyegerakan setelah adzan? Mengapa beliau justru bangga dan bersyukur dengan mengakhirkan? Jawabannya adalah pada saat adzan menurut taqwim fajar shadiq belum mutahaqqaq (nyata), maka tidak dianjurkan bersegera shalat. Supaya benar-benar yakin melaksanakannya tepat pada waktunya dan supaya pahalanya berlipat ganda, maka beliau bangga jika iqamah diundur. Beliau mengatakan: "Inilah waktu-waktu untuk Shalat lima waktu yang diwajibkan oleh Allah swt di dalamnya. Maka wajib bagimu untuk berpatokan dengannya, yaitu sekiranya engkau tidak shalat sebelum waktunya dan tidak mengakhirkannya dari waktunya." (ibid, 1/106). "Telah berijma' kaum muslimin bahwa shalat lima waktu ini memiliki waktu-waktu khusus yang telah ditentukan yang tidak sah shalat sebelumnya." (ibid, 1/102)
Jadi beliau tidak membanggakan shalat subuh langsung berdasarkan taqwim Ummul Qura yang ada sekarang akan tetapi bangga dengan mengakhirkan. Diantara ucapan beliau dalam masalah ini adalah:
وَنَحْنُ وَالْحَمْدُ للهِ نُصَلِّي بَعْدَ مَا يَمْضِي ثُلُثُ سَاعَةٍ أَوْ نِصْفُ سَاعَةٍ مِنْ تَوْقِيْتِ حِسَابِ أُمِّ الْقُرَى وَإِذَا انْتَهَيْنَا مِنَ الصَّلاَةِ نَجِدُ اْلإِسْفَارَ وَاضِحاً وَمُنْتَشِراً.
"Kita, alhamdulillah melaksanakan shalat subuh setelah berlalu sepertiga jam atau setengah jam dari kalender Ummul Qura. Setelah kita selesai shalat kita dapatkan cahaya terang telah jelas dan menyebar."
(http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=370631)
"Seperti ikut campur mereka dalam masalah waktu sholat, mereka mulai membuat masyarakat ragu-ragu terhadapnya, dan menyebarkan isu bahwa orang-orang mendirikan sholat sebelum masuk waktunya. Mereka mengatakan, dalam kalender Ummul Quro ada kesalahan hisab, padahal itu merupakan kalender yang ditetapkan oleh waliyul amri, dan ditetapkan oleh para ulama sejak dahulu kala, dan tidak pernah terjadi kesalahan dalam prakteknya sejak puluhan tahun yang lalu." Bukankah Qiblati mengatakan jadwal Ummul Quro salah??? & Masuk dalam perkataan Syaikh Hafidhahullaah di atas???
sepertinya antum belum membaca tanggapan kami atas syubhat-syubhat seperti ini. Manhaj salaf mengajarkan agar kita ikut ulama dan kebenaran. Alhamdulilah banyak ulama yang mengatakan kalender yang ada ini salah, dan ucapan mereka ini benar sesuai dengan kenyataan. Kata Syaikh Dr. Sa'ad al-Khutslan (Ustadz Musyarik di jurusan Fikih, fak. Syari'ah, Univ. Imam; Imam dan Khathib Masjid jami' al-amirah Saarah Riyadh; penasehat di kementrian islam, waqaf, dakwah dan irsyad KSA):
وأما المانعون من التصحيح الموافقون للتقاويم؛ فلا نجد عندهم أدلة البتة لا من الشرع ولا من علم الفلك سوى أن هذه (فتنة)، وأنها مخالفة لما اعتاد عليه الناس ،وإلا فأين الردود العلمية والفلكية على ما ذكرناه ؟
"Adapun orang-orang yang melarang koreksi, yang pro sama taqwim maka kami tidak mendapatkan pada diri mereka dalil-dalil sama sekali, tidak dari syara' juga tidak dari ilmu falak, kecuali hanya (ucapan mereka) bahwa ini adalah fitnah, ini menyalahi kebiasaan manusia. Jika tidak lalu mana bantahan ilmiah dan falakiyah atas apa yang kami sebutkan?"
Untuk lebih jelasnya silakan antum ikuti pembahasan di web.qiblati yang menanggapi ad-darini dan serial di majalah Qiblati dengan judul "Iqamah shalat subuh menurut para Ulama."
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Artikel
Ceramah
Berita
Assalamu alaikum wr. wb.
Tolong adakan sosialisasi di mesjid agung…
alhamdulillah! inilah kebaikan, berubah ketika mengetahui yang hak itu hak…
Alhamdulillah, maju terus team qiblati
alhamduliilah. kami mendukung dakwahnya tim qiblati
Alhamdulillah...inilah slh 1 bukti bhw kbenaran it pst akan muncul&tdk…
assalamu alaikum,
akhi mohon petunjuknya kira2 pukul brapa fajar shdiq…
Perlu berhati-hati Penetapan AWal waktu Fajar Sadiq. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah…
Syukran katsiran atas surat antum.
alhamdulillah sedari…
maaf, jangan bikin ruwet.
jangan memecah belah persatuan umat.
kalender…
pontianak berapa derajat ISNA ??