Pada hari Sabtu 7 Syawal 1423 H, informasi dari bapak Bambang dari Departemen Luar Negri. Keluarga bapak Nuz efendi dengan beranggotakan Bapak Nuz efendi Yukke Trilestari, Fadilatul Mukminah dan Ubaidilah Azzam mencoba melakukan pengamatan terhadap fajar shadiq di Ancol Jakarta. Hasilnya: adzan terdengan pada pukul 4:30 WIB, sedangkan fajar shadiq mereka lihat dengan jelas pada pukul 5:00, 30 menit setelah adzan pertama. Jazahumullah khairan katsiran atas usahanya untuk mengenali fajar shadiq. (AH)
Assalammu'alaikum. Kalau ana perhatikan selama ini para ust.yg menolak pembuktian secara dalil dan ilmiah tentang FajarShodiq yg dilakukan majalah Qiblati krn mereka tidak sungguh2 utk dakwah ,mereka bicara dan di dengar org banyak tanpa penelitian lebih dulu,jadi mad'u dibikin taklid.sehingga apa2 yg tidak sama dengan kelompoknya dianggap salah apalagi mereka ngaku ahlusunnah. sehingga lebih cenderung kepentingan Pribadi
pengamatan antum bisa benar bisa tidak, wallahu a'lam biahwali ibadih, tapi kami berhusnuzhan kepada orang-orang yang membantah hingga yang mencela. Semoga Allah mengampuni kita dan mereka. Yang penting , di sini kita mendapat pelajaran yang berharga, yaitu belajar mengikuti dalil, menghormati orang, adab dalam khilaf, menambah ilmu terus, dan belajar manhaj. Lebih dari itu bisa mengetahui fatwa para ulama soal iqamah subuh harus mundur. Insyaallah ini dapat antum ikuti di majalah sejak edisi depan.
*AH
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
alhamdulillah, semoga allah merahmati orang orang yang tetap gigih di jalaNya sedangkan dia di caci dan dituduh penyebar fitnah. sangat jelas insyaallah kebenaran atas masalah fajar ini. saran mungkin perlu diperkuat lagi dengan praktek solat subuh dari 4 murid besar syaikh albani, karena ana dengar sendiri dari ustadz abu ihsan mereka berbeda waktu solatnya dengan masayikh saudi, mereka tidak langsung solat ketika azan di indonesia setiap dauroh, tapi mengakhirkan sehingga seolah- olah mereka selalu kesiangan. tambahan, masalah tempat miqot yang baru atau mas'a syaikh jibrin membolehkanya. antum bisa lihat wawancara beliau ketika masih hidup di TV arab. bisa lihat di youtube. sayang kenapa ini di alfurqon kok ga di muat justru. allahua'lam
syukran atas infonya. Jazakallah khairan.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Marilah kita selalu berbuat baik untuk agama tanpa prasangka buruk, berdiskusi dengan benar dengan niat sama sama majukan islam dan jangan berdebat yang tidak perlu serta selalu senantiasa mencari kebenaran dan tanpa pembenaran dan tidak lupa persaudaraan dalam islam sangat penting . Semoga Allah menetapkan kita agar selalu beribadah sesuai dengan Al Quran dan Sunnah.
ashabta, waffaqakallah lima fihi shalah lilmuslimin.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Saya sudah membaca majalah al furqon edisi tersebut, menurut apa yang saya pahami dari kedua masalah ini sangatlah beda apa yang ditulis di al furqon dan di makalah2x jadwal shubuh yang yang ditulis ustad2x qiblati. baik di majalah maupun di website ini. baik dari makalahnya maupun dari jawaban-jawabannya.insyaa llah seseorang yang terbiasa membaca masalah ilmiyyah baik masalah agama maupun ilmiyyah umum akan bisa membedakan masalah ini.
ya, terima kasih atas penilaian antum. sebelum antum sudah ada yang menanyakan yaitu abu najwa dan kami tanggapi sebagai berikut:
AbuNajwaWa'alaikum salam. Pertama: Sepertinya al-Furqan menulis itu sebelum Daurah Masyayikh Yordan di Trawas. Alhamdulillah kami sudah baca sebagian, sama dengan ad-darini karena rujukannya sama hanya bahasa beda, sebagian sudah kita bantah, sebagian lagi ikuti terus bantahan terhadap addarini.
Kedua: di pengantar redaksi, al-Furqan menulis: “Selanjutnya, anggaplah jadwal itu memang harus dikoreksi, lalu apakah benar jika masalah seperti ini dibeberkan ke publik? Ataukah tidak sebaiknya jika masalah ini disampaikan kepada pemerintah yang mengurus ibadah kaum muslimin?”
Lalu di halaman 41 al-Furqan mengangkat pembahasan yang mengkritisi miqat jama’ah haji Indonesia yang ditetapkan oleh MUI dan Depag, dengan judul “Bandara Jedah Miqat Jama’ah Haji Indonesia? Saya berharap semoga al-Furqan menyampaikan masalah itu kepada pemerintah karena mereka yang mengurus ibadah kaum muslimin.”
Kita tidak mempermasalahkan maslah seperti itu dibeberkan ke publik sebagaimana masalah waktu shalat karena memang hal itu berkaitan dengan ilmu, dakwah dan hajat setiap muslim. Alhammdulillah Qiblati telah menunaikan sebagian hak kaum muslimin dan hak pemerintah. Semoga Alfurqan bisa mewakili kita menyampaikan ke pemerintah sebagaimana Qiblati mewakili yang lain menyampaikan ke pemerintah. Aamiin.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Pada majalah Al-Furqon edisi-4, tahun-9 1430 H, di halaman 28-35 ada artikel dengan judul "Jadwal Sholat Subuh di permasalahkan". Tolong tanggapannya dari tim Qiblati. Maaf ini bukan untuk mengadu antara ahlussunnah, tatapi saya hanya ingin tahu jika sekiranya ada argumen penyeimbang dari Qiblati yang Insya Allah bisa diambil manfaatnya. Syukron. Wassalam....
Wa'alaikum salam. Pertama: Sepertinya al-Furqan menulis itu sebelum Daurah Masyayikh Yordan di Trawas. Alhamdulillah kami sudah baca sebagian, sama dengan ad-darini karena rujukannya sama hanya bahasa beda, sebagian sudah kita bantah, sebagian lagi ikuti terus bantahan terhadap addarini.
Kedua: di pengantar redaksi, al-Furqan menulis: “Selanjutnya, anggaplah jadwal itu memang harus dikoreksi, lalu apakah benar jika masalah seperti ini dibeberkan ke publik? Ataukah tidak sebaiknya jika masalah ini disampaikan kepada pemerintah yang mengurus ibadah kaum muslimin?”
Lalu di halaman 41 al-Furqan mengangkat pembahasan yang mengkritisi miqat jama’ah haji Indonesia yang ditetapkan oleh MUI dan Depag, dengan judul “Bandara Jedah Miqat Jama’ah Haji Indonesia? Saya berharap semoga al-Furqan menyampaikan masalah itu kepada pemerintah karena mereka yang mengurus ibadah kaum muslimin.” Kita tidak mempermasalahkan masalah seperti itu dibeberkan ke publik sebagaimana masalah waktu shalat karena memang hal itu berkaitan dengan ilmu, dakwah dan hajat setiap muslim. Alhammdulillah Qiblati telah menunaikan sebagian hak kaum muslimin dan hak pemerintah. Semoga Alfurqan bisa mewakili kita menyampaikan ke pemerintah sebagaimana Qiblati mewakili yang lain menyampaikan ke pemerintah. Aamiin.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Asslamualaikum, suami sy rajin sholat berjamaah di mesjid komplek , stlh dpt informasi sholat subuh kepagian jd sholatnya dirumah tdk jama'ah lg, bgm hukumnya sholat dirumah utk org laki2.Barokallahu Fikum .
Wa'alaikum salam. Sebaiknya tetap shalat berjama'ah, manfaatnya lebih besar dan tidak ada madharat berbeda kalau shalat di rumah, sebagaimana nasehat Rasulullah saw untuk kasus yang mirip, dan fatwa syaikh Al-Albani dalam soal ini.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
terima kasih atas informasinya dan kalau bisa agar didiskusikan dengan MUI dab Depag.
alhamdulillah lewat surat sudah dengan depag pusat dan MUI. Adapun secara langsung apakah dari Qiblati atau para da'I yang sefaham maka yang kami ketahui baru di beberapa daerah atau kota seperti Malang, Solo, Sragen, Jogja, Magelang, Surabaya, Mataram, Aikmel, Alas, Sumbawa Besar, Taliwang, Kute, Banyuwangi, Bondowoso, Medan. Insyaallah 2 minggu lagi di daerah mojokerto, Jombang, Nganjuk Ponorogo dst. Doakan agar Allah memudahkan usaha kita untuk menghidupkan sunnah tentang tanda-tanda waktu shalat wajib ini.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Saya melihat suatu fenomena yang cukup menarik dari polemik fajar ini. Paling tidak dari 2 situs/blog yang berbeda (qiblati dengan addariny), dari pengamatan saya terlihat perbedaan yang menyolok: 1. Di situs qiblati, sepertinya setiap ada laporan pengamatan di lapangan akan mendapatkan hasil yang positif dalam arti sesuai dengan yang telah disampaikan qiblati (maunya jadwal waktu subuh) 2. Di blog addariny, kalo saya tdk salah baca, lebih banyak berbicara dalam tataran teori/literatur. Sejauh yang saya baca belum ada laporan pengamatan lapangan yang dapat memperkuat hipotesa mereka untuk mematahkan apa yang menjadi pendapat qiblati. Mungkin ada sedikit usul, alangkah baiknya kalo kedua pihak dapat duduk dalam satu majelis untuk mengadakan pengamatan fajar di lapangan. Dalam bayangan saya hal tersebut sedikit banyak dapat mengerucutkan perbedaan yang ada atau bahkan menyatukan pendangan.
sebelum duduk, dalam kasus apapun kita harus berbekal ikhlash dan menyayangi saudara seiman. Untuk menyatukan pandangan duduk adalah salah satu cara yang bisa ditempuh. Namun terkadang dengan membandingkan hujjah masing-masing seseorang yang memiliki kemampuan akan dapat menemukan kebenaran dan hilang semua keraguan. Selamat mengikuti diskusi ini dengan ikhlas dan sabar. Karena masalahnya luas maka kita keluarkan sedkit-demi sedikit dengan harapan agar lebih mudah difahami.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
saya baru mendengar hal ini saat ikut majelis ta'lim di masjid nurul huda kuta-bali yang narasumbernya pimpinan majalah Qiblati ini, semoga hal ini segera disosialisasikan keseluruh nusantara bahkan dunia jazakumullah khairan katsira
ya, kami mengucapkan beribu terima kasih pada saudaraku kaum juslimin di bali khusunya Kuta Bali yang telah dengan semangat dan adab mengikuti kajian soal fajar shadiq hingga faham. Juga teman-teman yang berdiskusi hingga jam 12 malam WITA di rumah Ustadz Farid Masyhadi setelah pengajian. Semoga kita bisa menegakkan sunnah Rasul dalam diri kita dan negri kita. aamiin.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Jazakalah atas usaha yang dilakukan oleh Pak Bambang dkk, tetapi muncul pertanyaan : 1. Dari hasil observasi tersebut, apakah sholat subuh dan sholat yang lainnya sudah jelas masuk waktunya, yang dilakukan selama ini ? 2. Kalau belum, tentu sholatnya tidak sah........! 3. Harus ada upaya untuk meluruskan atau merubah jadwal waktu sholat itu sesuai dengan jadwal waktu yang tepat, Zajakallah khairan katsiraa
jazakallah khairan atas perhatian antum. Perhatian dengan shalat tanda keimanan dan kebaikan seseorang. Namun kami berharap antum pun bisa mempelajari ilmu tentang waktu-waktu shalat lalu melakukan pengamatan sendiri. Ingat ini ada pahalanya dan besar..
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Salaam, Alhamdulillah, semakin lama akan semakin banyak data dan fakta yang mendukung misi Fajar Shadiq ini. Selamat berdakwah saudaraku, kami siap membantu semampu kami.... Wasalaam,
wa'alaikumsalam, jazakumullah atas dukungannya mudah-mudahan dakwah ini berjalan lancar dan mendapat dukungan dari kaum muslimin yang lain. *WHY
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Redaksi Qiblati, setelah membaca dan mencermati masalah solat subuh yang selama ini mengikuti kalender dengan pengamatan Qiblati sesuai dengan dalil2 Al Quran dan An Sunnah maka saya jadi merasakan merinding selama ini salah ya....waktu Sholat Subuhnya, saya Insya Allah selalu Sholat Subuh berjamaah, dan bagaimana Qiblati dengan Fajar Shodik ini saya menjadi Sholat Subuh di rumah tidak berjamaah seperti biasanya...mohon solusinya Jazakumullah.
wa'alaikumsalam silakan antum baca transkrip ceramah syeikh albani dengan syekh abu ishaq al huwainy di http://id.qiblati.com/for um/id/1 semoga memberikan jawban dari yang antum tanyakan.
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Alhamdulillah...Qiblat i,, Shalat kita terselamatkan............ .
Assalamu'alaikum. Tanpa bermaksud berlebihan, namun demikian tak terasa berlinang air mata mengetahui satu per satu mesjid-mesjid kaum muslimin di Indonesia melaksanakan sunnah fajar shadiq ini ... BarakallaHu fiikum
wa'alaikumsalam. wa fiek barakallah
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Artikel
Ceramah
Berita
alhamdulillah! inilah kebaikan, berubah ketika mengetahui yang hak itu hak…
Alhamdulillah, maju terus team qiblati
alhamduliilah. kami mendukung dakwahnya tim qiblati
Alhamdulillah...inilah slh 1 bukti bhw kbenaran it pst akan muncul&tdk…
assalamu alaikum,
akhi mohon petunjuknya kira2 pukul brapa fajar shdiq…
Perlu berhati-hati Penetapan AWal waktu Fajar Sadiq. Sebagaimana dicontohkan Rasulullah…
Syukran katsiran atas surat antum.
alhamdulillah sedari…
maaf, jangan bikin ruwet.
jangan memecah belah persatuan umat.
kalender…
pontianak berapa derajat ISNA ??
"Untuk observasi antum, ana yakin ada kesalahan teknis… (afwan jk…