Selamat Datang |  Login


Di radio Rodja



Admin

 

Berdasarkan informasi yang sampai kepada Qiblati dari 2 sumber (pada bulan Ramadhan lalu), ada yang mendengarkan radio Rodja Jaskarta, dan saat itu ada penanya yang menanyakan tentang jadual waktu sholat Subuh, dan narasumber (U. Badrusalam Lc. –hafizhahullah-) menyebutkan bahwa memang sebaiknya jadual sholat Subuh diakhirkan 20 menit setelah adzan.  Sumber lain menyebutkan bahwa ketika mengisi kajian di masjid Kali Malang beliau juga mengatakan hal sama. Wallahu a’lam. (AK)



Junaidi
[2009-11-23 14:28:53]

Aslmkm. Wr. Wb. Ustadz, kebetulan minggu kemarin (tgl 18-11-2009) ana ada tugas ke daerah pedalaman di kalimantan barat (Singkawang). Kebetulan penduduk disana mayoritas china (amoy) dan sebagian besar masih banyak yang muslim (pendatang dari jawa). kebetulan disana banyak kuil/ klenteng yang ketika jam 3 pagi juga memukul bedug. sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menemukan mushola atau masjid. jadwal sholat subuh-nya sbb: adzan sktr jam 3.55WIB dan Qomat jam 4.23WIB. Apakah ustadz pernah sosialisasi ke daerah tersebut?

secara pribadi dan langsung belum. Mungkin lewat sebab lain.

*AH


--------------------------
*Admin Qiblati.com
abu musa
[2009-11-19 16:41:27]

ana harap ahlusunnah tidak terpecah akibat hal ini. jumlah kita sedikit ikhwati fillah... jangan ditambah lagi dengan perselisihan di antara ahlussunnah yg terus merucing... semoga para asatidz salafiyyun bisa meredam perselisihan ini, sehingga tidak berbuntut panjang dan kami yg awam tidak terus dalam kebimbangan. amin...

 

insyaallah kita tetap bersatu asal ikhlas. Setan tahu kita tidak muungkin menyembah patung maka dia berusaha untuk membuat kekacauan dan perselisihan.

Yang perlu diketahui, khilaf yang bersifat ilmiah dan saling menghargai bisa dimaklumi dan terpuji.

*AH


--------------------------
*Admin Qiblati.com
Hadits
[2009-10-30 21:20:38]

Kebetulan masjid kami dekat dengan pantai... Habis sholat subuh berjamaah, saya coba ke pantai.. ternyata jangankan membedakan benang putih dan benang hitam, orang pakai peci putih sama hitam aja masih belum kelihatan...

benar. itulah fakta

*AH


--------------------------
*Admin Qiblati.com
abu ahmad
[2009-10-21 14:13:08]
hehehe....

percaya tidak percaya!

lihat aja sendiri, buktikan! hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.
kalo dengan mata sendiri percaya ndak?

gitu aja kok repot.
sandhi
[2009-10-22 17:25:53]
Kalau ada yang menyalahkan Qiblati, rata-rata koq malah langsung menuduh tanpa ia sendiri berusaha membuktikannya?

Kalau perkaranya hanya dikatakan ini adalah urusan pemerintah, lalu mengapa mereka (para pembantah itu) justru ikut juga mengkampanyekan bahwa jadual imsakiyah yang dikeluarkan Depag itu adalah bid’ah? Waktu imsak itu bid'ah????

Apakah mereka tidak menyadari juga bahwa ini juga urusan pemerintah? Dan apakah mereka juga telah memperingatkan pemerintah ttg hal ini?

Setahu saya, Qiblati telah menyurati Menteri Agama, MUI, Dirjen Binmas Islam, Badan Rukhyat dan Hisab Depag RI. Alhamdulillah Pak Djamaluddin menanggapinya.

Lalu apakah mereka telah melakukan hal yang serupa?

Jadi hendaknya fakta-fakta ilmiah dan scientifik haruslah kita bantah atau buktikan kebenarannya dengan cara-cara ilmiah dan scientifik pula.

Bukan dengan cara menjelek-jelekkan atau menuduh ke sana-kemari. Mengapa tidak kita bersama-sama lakukan observasi lapangan (rukyat) dan baru beropini??
Sandhi
[2009-10-01 13:27:28]

The U.S. Naval Observatory (USNO) bahkan menegaskan bahwa posisi matahari -18 derajat di bawah ufuk adalah tidak memungkinkan untuk melihat cahaya fajar:

“Astronomical twilight is defined to begin in the morning, and to end in the evening when the center of the Sun is geometrically 18 degrees below the horizon. Before the beginning of astronomical twilight in the morning and after the end of astronomical twilight in the evening the Sun DOES NOT contribute to sky illumination; for a considerable interval after the beginning of morning twilight and before the end of evening twilight, sky illumination is so faint that it is practically IMPERCEPTIBLE.” ( www.usno.navy.mil/USNO/as tronomical-applications/a stronomical-information-c enter/rise-set-twi-defs )

Ternyata pada posisi lebih kecil dari pada (-18°), cahaya fajar belum muncul dan akan sulit terlihat hal ini karena kriteria (-18°) di bawah ufuk adalah ambang batas mulainya penampakan cahaya fajar.

Padahal di Indonesia, kriteria yang digunakan untuk Fajar Shodiq adalah posisi matahari (-20°) di bawah ufuk di mana cahaya fajar semakin sulit terlihat bahkan juga belum muncul.

Penetapan kriteria ini jauh lebih dini dan lebih cepat dari pada negara-negara lain di dunia yang menetapkan kriteria Fajar Shadiq pada posisi antara (-18°) hingga (-15°). Akibatnya waktu shalat Shubuh di Indonesia menjadi lebih cepat dan lebih dini antara 8 menit hingga 24 menit dari kriteria Fajar Shadiq yang ditetapkan masyarakat internasional.

Jazakumullah atas informasinya. insya Allah sangat bermanfaat.


--------------------------
*Admin Qiblati.com
uda
[2009-09-30 14:36:07]

yang benar tetap benar yang jujur akan bersinar dan yang keras kepala dan tidak mau menerima kebenaran akan tumbang lebih-lebih yang hanya komentar membantah tapi tidak mau membuktikan sendiri . hidup kebenaran , hidup sunnah . Allahuakbar.


Komentar
 
Nama
Email
Komentar
 
Copyright © 2010 Qiblati · Kontak · Syarat & Kondisi
Halaman ditampilkan selama 0.0685detik · menggunakan resource memory sebesar 1.89MB