Selamat Datang |  Login


Surat dari Qiblati



Wahyu Wurdianto, S.S.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah –Subhanahu wa ta'ala- yang telah melimpahkan rahmatnya kepada Majalah Qiblati yang telah berusaha menghidupkan sunnah waktu shalat Shubuh. Sebuah sunah yang ilmunya lama terkubur oleh waktu sejak umat ini menggunakan jadwal berdasarkan perhitungan hisab. Umat tidak lagi melihat secara langsung fajar shodiq, fajar yang mudah untuk dilihat siapa saja yang memiliki penglihatan dan tidak harus belajar astronomi terlebih dahulu. Ada pertanyaan dari kami bagi mereka yang mensyaratkan bahwa melihat fajar haruslah orang yang berkompeten dalam hal ini, yaitu para ahli falak. Pertanyaannya adalah mengapa adzan Abdullah ibnu Ummi Maktum  merupakan adzan shubuh yang sebenarnya? Tanda apakah yang dipakai oleh Bilal untuk adzan pertama? Megapa nabi bisa selesai sahur sekitar 6 menit sebelum fajar shadiq? Ini semua karena fajar shodiq adalah hal yang mudah untuk dilihat dan memiliki tanda-tanda akan kemunculannya. Rasulullah dan para sahabat pun yang melaksanakan syariat Allah ini tidak pernah belajar ilmu falak, justru ahli falak lah yang harus belajar fajar shadiq kepada Nabi –Shalallahu alaihi wa salam- dan pewarisnya.

Pada kesempatan ini saya ingin memberitahukan kepada para pengunjung  Qiblati.com bahwa ternyata pihak Qiblati telah mengirimkan surat ke DEPAG RI Pusat (Menteri Agama), MUI Pusat dan MUI Propinsi se Indonesia, Ormas-ormas Islam (NU, Muhammadiyah, dan Persis) sejumlah 46 Surat, pada tanggal 31 Juli 2009, yang isinya: permohonan pengkajian ulang waktu sholat shubuh. Dalam surat itu dilampirkan 3 makalah fajar dan 1 eksemplar majalah Qiblati edisi 11 tahun 4 yang memuat 6 makalah terkait fajar. Alhamdulillah, DEPAG sudah menaggapi masalah ini dengan bijaksana, dan sepertinya Qiblati akan memuat tanggapan tersebut beserta tanggapannya dari syaikh Mamduh dalam judul ”DIALOG DAMAI ANTARA DEPAG DAN QIBLATI“ pada edisi 2 tahun V, InsyaAllah.



nasih
[2010-02-07 06:16:39]

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu, yang saya amati ust.agus dan qiblati sangat kenceng dalam menyuarakan masalah ini, dari beberapa ganjalan,komentar,kritika n dari para ikhwah selalu saja uat.agus dapat menjawabnya dengan membalikkan masalah kepada sang pengkritik,juga dapat kita lihat bantahan terhadap ust.musyaffa sangat detail dalam mengomentari kata perkatanya. maka nasihat saya kepada beliau hafidhahullah wa nafa'allahu 'ilmahu, agar beliau senantiasa rendah diri dalam menjawab kritikan dan komentar, tidak merasa seakan-akan tinggi karena selalu bisa menjawab kritikan, -hal ini hanyalah Allah yang tau apa yang ada pada hati sesorang- kita hanya bisa berkhusnudzon, kemudian yang tak kalah pentingnya janganlah pujian,sanjungan dan dukungan membuat antum merasa besar dan paling benar, dan menjadi sarana sebagian ikhwah -yang mengenal dakwah salaf melalui perantara qiblati- untuk menafikan beristifadah dari asatidzah yang meyelisihi antum dalam hal ini, sehingga membuka pintu ta'ashub(wal iyadzu billah), mungkin antum pernah mendengar ketika syaikh al-albany mendapat pujian dihadapannya, langsung gemetar dan mengeluarkan air mata seraya mengucapkan "ma ana illa thalibul ilmi", dan yang terakhir, tanpa mengurangi pentingnya masalah ini, hendaknya tidak melupakan masalah-masalah agama yang lainnya yang lebih penting. akhirnya tidaklah yang menasihati lebih baik dari yang dinasihati, dan tidaklah tingginya ilmu, besarnya kedudukan yang dinasihati menjadi penghalang dalam menerima nasihat dari orang yang rendah dan sedikit ilmunya, nas'alullaha lana al-'afiyah wa ats-tsabat, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuhu. jazakumullah atas nasehatnya, semoga kita semua baik yang setuju dengan pembahasan masalah fajar dan yang tidak setuju bisa bersikap dengan bijak, serta bersikap sebagai tholabul ilmi yang berusaha mencari ilmu yang benar sehingga bisa bersama-sama berjuang menghidupkan sunnah. semoga keikhlasan selalu menyertai kita, semoga kita dijauhkan dari segala buruk sangka


--------------------------
*Admin Qiblati.com
hamdan-nayatun
[2010-01-31 19:16:28]

Assalamu'alaikum wr.wb. Alhamdulillah, Setelah mengikuti saran Qiblati kulihat fajar, sekarang kuyakin kebenarannya dan melakukan jamaah sunah qobliyah subuh di masjid dan sholat subuh dirumah untuk menjaga ukhuwah islamiyah ! Maju terus Qiblati untuk menegakkan KEBENARAN ISLAM dengan sunah nabi akhir jaman.

wa'alaikumsalam warohmatullohi wabarokatuhu. barakallahu fiiek.


--------------------------
*Admin Qiblati.com
Aliy al-Klateni
[2009-09-27 06:15:11]

Barokallohufik kami merasakan betapa mulia dan berat perjuangan Qiblati dlm hal ini, walau ada yg menentang meski krn tak paham. kami di desa snantiasa menanti keseriusan ulil amri. krn banyak yg sdh paham tp takut menyuarakan krn belum ada keputusn. ini yg jadi alasan terbesar di masyarakat. bahkan sampai ada yg takut kr dikira aliran sesat dan teroris.

wa fiiek barakallah.


--------------------------
*Admin Qiblati.com
Abu Abdullah Agus Budiman
[2009-09-24 15:20:14]

fajar yang mudah untuk dilihat siapa saja yang memiliki penglihatan dan tidak harus belajar astronomi terlebih dahulu. kalimat ini perlu dipertimbangkan ustad, sebab betapa banyak pasang mata manusia pada jaman ini, dan akal mereka pun berbeda beda. Apakah antum mempunyai salaf yang mendahului antum dalam hal (ucapan) iini? walhamdulillah ala kulli hal, melihat harus dalam keadaan gelap. makna gelap antum juga musti pertimbangkan. subhanallah, jaman Rasulullah dahulu melihat dalam arti gelap yang sebenarnya, .. lalu bagaimana jaman kita sekarang, kita melihat dari jendela kamar loteng kita yang mana dibawahnya cahaya lampu menyinari dari segala penjuru. tentu saja tidak semua orang kita anjurkan untuk melihat mesalah ini kemudian mereka memutuskan waktu munculnya fajar berdasar ijtihad akal mereka yang beragam dan berbeda tingkatan. sehingga memunculkan fatwa yang bermacam pula. ------------- Pertanyaannya adalah mengapa adzan Abdullah ibnu Ummi Maktum merupakan adzan shubuh yang sebenarnya? Tanda apakah yang dipakai oleh Bilal untuk adzan pertama? Megapa nabi bisa selesai sahur sekitar 6 menit sebelum fajar shadiq? Ini semua karena fajar shodiq adalah hal yang mudah untuk dilihat dan memiliki tanda-tanda akan kemunculannya. -------------- Ya sangat mudah jawabnya, karena jaman dahulu mereka melihat dalam arti gelap yang sebenarnya, dan mudah sekali melihat datangnya fajar shodiq pada masa itu. sedang jaman kita ini, kondisi gelap nya masih diperdebatkan. apakah layak kita berdiri di pingir pantai kemudian sudah kita samakan gelap di posisi itu dengan gelap pada jaman Rasulullah? ini masih perlu untuk dipertanyakan.

saudaraku Abu Abdullah Agus Budiman- semoga dirahmati dan diberi taufiq oleh Allah-

Pertama: justru kalimat antum yang harus dipertimbangkan. Antum mengatakan, "sebab betapa banyak pasang mata manusia pada jaman ini, dan akal mereka pun berbeda bedaaaa", maka saya bertanya kepada antum, "apakah keberadaan manusia dengan pasang mata dan akal yang berbeda-beda hanya monopoli jaman ini?" apakah pada zaman nabi saw kemampuan mata dan akal manusia sama?

Kedua: antum mengatakan, "Apakah antum mempunyai salaf yang mendahului antum dalam hal (ucapan) iini?". Coba antum terapkan ucapan antum ini pada diri antum sendiri " antum punya salaf dalam hal ini?" apa ada ulama salaf yang mengatakan: "untuk melihat fajar shadiq harus belajar astronomi dulu?" Apakah Bilal yang biasa melihat fajar pernah belajar ilmu astronomi? Apakah para sahabat yang melihat fajar pernah belajar astronomi? Apakah Allah ketika berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 187 berbicara kepada ahli falak? Apakah ketika Rasululllah saat bersabda yang artinya "makanlah dan minumlah hingga membentang padamu fajar merah" berkata kepada sahabatnya yang ahli falak?

Ketiga: antum mengucapkan: "jaman Rasulullah dahulu melihat dalam arti gelap yang sebenarnya, .. lalu bagaimana jaman kita sekarang, kita melihat dari jendela kamar loteng kita yang mana dibawahnya cahaya lampu menyinari dari segala penjuru. tentu saja tidak semua orang kita anjurkan untuk melihat mesalah ini kemudian mereka memutuskan waktu munculnya fajar berdasar ijtihad akal mereka yang beragam dan berbeda tingkatan. sehingga memunculkan fatwa yang bermacam pula. Ucapan antum ini salah alamat. Coba antum baca makalah "kiat bagi yang ingin melihat fajar.

Kemudian fahamilah perbedaan makna ghalas dan 'atmah.

Kemudian renungkan: apakah al-baqarah 187 dan seluruh hadits nabi tentang fajar sudah tidak relevan? Tidak bisa diamalkan? Apakah yang mengamalkannya salah? Alangkan bijaknya kalau saudaraku mencoba untuk menyempatkan diri menyaksikan dan membuktikan fajar shadiq di tempat yang tidak ada lampu sama sekali, kami pikir antum akan mendapatkan banyak tempat seperti itu. selamat melihat fajar saudaraku. Semoga Allah mengumpulkan kita dalam rajhmat dan surga-Nya. Aamiin.

*AH


--------------------------
*Admin Qiblati.com
Mukhlisin
[2009-09-21 10:54:41]

Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh Alhamdulillah, atas artikel-artikel ilmiah yang disajikan Qiblati, saya bisa mengetahui waktu shalat shubuh yang syar'i. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, berapakah kira-kira lama waktu shalat shubuh dari awal waktu yang syar'i? Apakah yang menjadi tanda-tanda bahwa waktu shalat shubuh telah berakhir? Hal ini menurut saya penting, agar kita terlalu lama "mengulur waktu" saat shalat shubuh Demikian komentar dan pertanyaan dari saya. Wassalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh

wa'alaikumussalam wa Rahmatullahi wa Barakatuh. waktu subuh adalah dari terbitnya fajar sghadiq hingga terbitnya piringan matahari. Lama waktu subuh menurut penelitian antara 58 menit hingga 64 menit.

*AH


--------------------------
*Admin Qiblati.com
wahyu_prasetyono
[2009-09-16 22:40:14]
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh...
Alhamdulillah,segala puji bagi Allah saya jadi mengetahui tentang fajar shadiq berkat qiblati,terima kasih qiblati,maju terus qiblati,saya pendukungmu...semoga Allah mempermudah kita semua dalam setiap kebaikan.
Wa'alaikumsalam, amien atas do'anya semoga antum juga mendapatkan kebaikan dari doa antum dan jazakumullah khoir
--------------------------
*Admin Qiblati.com
denny setiawan
[2009-09-13 07:42:23]
Assalamu'alaikum. Alhamdulillah,semoga Alloh mempermudah kita semua dalam perbaikan ini. Memang tidaklah semua langsung percaya sesudah informasi ini diberitakan. Ada yang berkata " biar bagaimanapun kita bukanlah ahlinya, lebih baik nunggu keputusan pemerintah aja". Padahal tidaklah selamanya keputusan pemerintah selalu benar. Apa lagi masalah fajar ini adalah masalah yang amat sangat penting. Apakah yang menyebabkan ibadah kita diterima atau ditolak itu hanya bersandar pada keputusan pemerintah. Maju, dan berjuang terus QIBLATI, do'aku selalu bersamamu.
Wa'alaikumsalam amien atas do'anya semoga antum juga mendapatkan kebaikan kebaikan dari do'a antum dan jazakumullah khoir
--------------------------
*Admin Qiblati.com

Komentar
 
Nama
Email
Komentar
 
Copyright © 2010 Qiblati · Kontak · Syarat & Kondisi
Halaman ditampilkan selama 0.0789detik · menggunakan resource memory sebesar 1.9MB