Selamat Datang |  Login


Menanggapi Berita Fajar KRjogja.com



Abu Hamzah al-Sanuwi

YOGYA (KRjogja.com) - Terkait munculnya selebaran yang marak beredar di masyarakat mengenai jadwal waktu subuh yang menyesatkan, MUI DIY menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala hal yang dapat memecah belah umat Islam.

Seperti disampaikan Sekretaris MUI DIY, KRT Ahmad Muhsin Kamaludiningrat, pihaknya beberapa waktu lalu mendapatkan keluhan dari takmir Masjid Gedhe Kauman mengenai jadwal waktu shalat subuh yang? digunakan di Indonesia dan negara-negara lain, tidak sesuai dengan syariat Islam dan salah kaprah.

"Mendapat usulan tersebut, kami langsung menggelar pertemuan dengan seluruh jajaran MUI DIY guna membahas akar permasalahannya supaya tidak menimbulkan konflik horizontal serta perpecahan umat Islam itu sendiri," jelasnya kepada KRjogja.com, Jumat (28/8) siang.

Oleh karena itu, MUI DIY telah mengeluarkan maklumat kepada seluruh umat muslim bahwa jadwal shalat subuh yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama adalah hasil hitungan para ulama dan ahli syar'i. Sehingga jadwal tersebut sudah sesuai dengan syar'i yang bersumber pada Al-qur'an dan Sunnah Rasul.

"Kami harap, masyarakat Muslim, khususnya yang berada di Yogyakarta untuk tidak ragu dan resah menggunakan jadwal tersebut dalam melakukan ibadah shalat, termasuk awal shalat subuh. Masyarakat juga harus waspada terhadap upaya-upaya yang dapat memecah belah umat Islam," tegas Ahmad Muhsin.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Gedhe, Budi Setiawan, saat dikonfirmasi KRjogja.com membenarkan hal tersebut. "Selebaran mengenai jadwal waktu subuh yang dinilai menyesatkan tersebut diambil dari sebuah artikel dalam majalah Qiblati. Sebenarnya dalam dunia maya hal itu sudah muncul sejak akhir Juli lalu dan sempat membuat gempar masyarakat Muslim," ujarnya.

Isi selebaran menjelaskan jika waktu awal subuh yang selama ini digunakan terlalu cepat 22 menit sehingga belum masuk waktu subuh yang sebenarnya. Hal itu disertai dengan penjelasan-penjelasan yang dapat melemahkan umat Islam. "Lebih jelasnya silahkan searching di internet dengan kata kunci shalat subuh salah kaprah," pungkasnya. (Dhi)

sumber : http://www.krjogja.com/krjogja/news/detail/1679/MUI.DIY.Tanggapi.Kontroversi.Sholat.Subuh.html


Tanggapan:

Pertama, betul, mari kita waspada terhadap segala hal yang dapat memecah belah umat Islam, tetapi tidak harus curiga kepada dalil  ayat-ayat al-Qur`an, hadits-hadits Nabi dan fatwa-fatwa para umala Islam. Umat Islam wajib bijak, arif dan pandai dalam membedakan antara menjelaskan kebenaran dengan memecah belah. Allah berfirman yang artinya:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, (QS Ali Imran: 103)

Jika shalat subuh berdasarkan fajar kedua, fajar syar'I, atau fajar shadiq itu bagian dari "Hablullah" maka menerangkan soal itu adalah mengajak untuk bersatu bukan utnuk bercerai berai.

Kedua, kami berterimakasih kepada para pemimpin kita di MUI yag sangat peduli kepada kami umat Islam semoga Allah menjaga antum dan memberi balasan sebaik-baiknya. Kami sangat maklum dengan maklumat  para bapak yang mulia, namun izinkan kami menyampaikan:

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Kami mendapati ternyata awal jadwal waktu puasa dan shalat subuh diantara kaum muslimin, berbeda-beda. Kalender yang ada berbeda-beda berikut jadwal shalat subuh untuk Kota Malang Bulan Ramadhan 1430:



Jadwal Sholat Ramadhan 1430 H Malang Lengkap

Menurut kami jadwal yang berbeda-beda tersebut tidak semua sesuai dengan syar'i yang bersumber pada Al-qur'an dan Sunnah Rasul.

Setelah kami rujuk kepada al-Qur`an. Sunnah, dan penjelasan ulama zaman salaf dan khalaf  serta bukti-bukti ilmiah yang ada ternyata yang dekat kepada kebenaran adalah jadwal ISNA, yang memakai sudut 15 derajat, dan setelah dilihat langsung di lapangan ternyata memang reta-rata muncul fajar shadiq pada sudut14,7 derajat.

Jadi menurut hemat kami, ini tidak memecah belah umat, juga tidak melemahkan umat Islam, tetapi hidayah, ilmu yang bermanfaat yang akan mengokohkan umat Islam, yang harus direspon dengan rasa syukur dan positif.

Menurut kami, orang yang menyampaikan hadits-hadits berikut sangat mengajak kepada persatuan bukan perpecahan:

1.     Hadits Uqbah Ibn Amir t

Uqbah bin ‘Amir t, ia berkata: ‘Aku mendengar Rasulullah r bersabda:

« إِنَّهَا سَتَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ مِنْ بَعْدِى فَإِنْ صَلَّوُا الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَأَتَمُّوا الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ فَهِىَ لَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ لَمْ يُصَلُّوا الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا وَلَمْ يُتِمُّوا رُكُوعَهَا وَلاَ سُجُودَهَا فَهِىَ لَكُمْ وَعَلَيْهِمْ »

“Sesungguhnya akan ada para Imâm (yang memimpin) atas kalian setelahku, jika mereka shalat (memimpin kalian) suatu shalat tepat pada waktunya, lalu mereka sempurnakan ruku’ dan sujudnya, maka (pahala) shalat itu untuk kalian dan untuk mereka. Jika mereka tidak shalat suatu shalat tepat pada waktunya, serta tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya, maka (pahala) shalat tersebut adalah untuk kalian, dan (dosanya menjadi tanggungan) atas mereka.” (Hasan, HR. Ahmad (4/146), dihasankan oleh al-Arnauth)

 

2.     Hadtis Abu Dzar t

 )) إِنَّهُ سَيَكُونُ أُمَرَاءٌ يُؤَخرُونَ الصَّلاَةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا، أَلاَ فَصَل الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا ثُمَّ ائْتِهِمْ، فَإنْ كَانُوا قَدْ صَلَّوْا كُنْتَ قَدْ أَحْرَزْتَ صَلاَتَكَ، وَإِلاَّ صَلَّيْتَ مَعَهُمْ فَكَانَتْ تِلْكَ نَافِلَةً ))

          "Akan ada para amir (pemimpin) yang mengakhirkan shalat dari waktu-waktunya, maka ingat, shalatlah kamu shalat tersebut tepat pada waktunya, kemudian datangilah para amir itu, jika mereka sudah shalat maka kamu telah melindungi shalatmu, dan jika tidak, lalu kamu shalat bersama mereka maka shalatmu itu menjadi nafilah (sunnah) untukmu." (HR. Ahmad, Muslim, Nasa`I, lihat shahih al-Jami' no.: 2394)

3.     Hadits Ibn Amr ra

«سَتَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ يُؤَخرُونَ الصَّلاَةَ عَنْ مَوَاقِيتِهَا، صَلُّوهَا لِوَقْتِهَا، فَإِذَا حَضَرْتُمْ مَعَهُمُ الصَّلاَةَ فَصَلُّوا»

          "Akan ada sesudahku para imam yang mengakhirkan shalat dari waktu-waktunya, maka shalatlah pada waktunya, jika kamu menghadiri shalat bersama mereka maka shalatlah." (HR. Thabrani. Lihat Shahih al-Jami': 3619)

4.     Hadits Abu Dzar t

Abu Dzar berkata:

((أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَضُوْءٍ فَحَرَّكَ رَأْسَهُ وَعَضَّ عَلَى شَفَتَيْهِ، قُلْتُ: بِأَبِيْ أَنْتَ وَأُمِّيْ، آذَيْتُكَ؟ قَالَ: لاَ، وَلَكِنَّكَ تُدْرِكُ أُمَرَاءَ أَوْ أَئِمَّةً يُؤَخِّرُوْنَ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا. قُلْتُ: فَمَا تَأْمُرُنِيْ؟ قَالَ: صَلِّ الصَّلاَةَ لِوَقْتِهَا فَإِنْ أَدْرَكْتَ مَعَهُمْ فَصَلِّهِ وَلاَ تَقُوْلَنَّ صَلَّيْتُ فَلاَ أُصَلِّيْ.

"Saya mendatangi Nabi saw dengan air wudhu lalu beliau menggerak-gerakkan kepala dan menggigit kedua bibirnya. Saya  berkata: Dengan ibu dan bapakku (saya menebus anda), apakah saya menyakiti anda? Beliau menjawab: Tidak, tetapi engkau akan menjumpai para amir dan para imam yang mengakhirkan shalat dari waktunya. Saya bertanya: Apa yang anda perintahkan untukku? Beliau menjawab: Shalatlah tepat pada waktunya,kemudian jika kamu menjumpai mereka maka shalatlah bersama mereka, jangan kamu mengatakan: aku sudah shalat maka aku tidak mau shalat lagi." (HR. Bukhari dalam Kitab al-Adab al-Mufrad, Shahih al-Adab al-Mufrad: 954)

Wallahu a'lam. Semoga Allah swt merahmati umat Muhammad saw dan memudahkan para pemimpin untuk membawa umat ini kepada ridha-Nya dan sunnah Nabi-Nya. Aamiin.



lintang
[2009-12-28 19:56:37]

Gambaran peperangan antara Kebenaran melawan kebudayaan taklid yang sudah mendarah daging !! Maju terus dengan senjata keyakinan akan Kitabulloh dan Sunah Rasululloh.

abu abdillah mubarok
[2009-09-02 08:57:50]
assalamu'alaikum wr wb.
alhamdulillah ana mendapatkan penjelasan yang sangat gamblang tentang masalah waktu sholat shubuh ini, setelah ana mengikuti beberapa edisi yang membahas masalah itu di majalah qiblati.Adapun berbagai macam tanggapan yang ada tentang masalah ini sangat beragam sekali, ada yang mereka sepakat karena melihat dalil-dalil yang disampaikannya dan ada juga yang menanggapi dengan miring seperti dari MUI jogja.Sepantasnya seorang yang duduk disana itu lebih memahami dan lebih mengedepankan husnuzhon daripada langsung mengeluarkan statement seperti ini. Justru hal seperti inilah yang akan memecah belah umat. Untuk kru qiblati semoga tetap sabar dan istiqomah dalam memegang kebenaran.Ana berharap kru qiblati bisa mengadakan dauroh masalah ini di pesantren ana.
Wassalamu'alaikum
Wa'alaikum salam wr wb. Ya kami tetap sabar, apalagi dapat dukungan dari para pembaca seperti antum yang sangat menghargai dalil. Jazakallah khairan.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Muhammad Abduh Tuasikal
[2009-09-02 07:25:33]
Semoga Allah merahmati dan memberkahi setiap kru dan pengurus Qiblati agar tetap teguh dan semangat untuk mendakwahkan yang benar dengan cara yang hikmah.
Jazakumullah khoiron atas pelajaran2 yang diberikan selama ini.
Aamiin ya mujibas sailin. Jazaka Rabbi khairan.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
abu daffah satya
[2009-08-31 23:54:10]
MUI DIY menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap segala hal yang dapat memecah belah umat Islam... ini sungguh aneh, padahal dalam banyak hadits dijumpai agar kita tetap shalat bersama jamaah walau tidak pada waktunya, dan ini sunnah. Dan lebih aneh lagi yakni bila yang menyelisihi pemerintah (seperti dalam penetapan waktu hari raya Ied) adalah sebuah ORMAS Besar maka itu tidak dikatakan memecah belah oleh MUI, sementara kalau yang memberi nasihat dan himbauan adalah kelompok kecil (walau itu didukung dalil-dalil yang ilmiah syar-iyah) maka itu dikatakan memecah belah. Apakah, maaf, Masjid Gedhe dan takmirnya tidak melihat ke usaha KH Ahmad Dahlan dalam 'membenahi' arah Qiblat pada saat itu, dan dakwah2 beliau lainnya dalam membasmi syirik dan bid'ah sampai-sampai beliau -rahimahullah- dimusuhi bahkan diusir, apakah usaha beliau itu juga dikatakan memecah belah? Apakah takmir Masjid Gedhe lupa akan sejarah ini? Hendaknya kita bersikap jujur dan adil... jauh dari buruk sangka kepada orang yang nasehat menasehati dalam kebaikan apalagi itu datang dari sesama saudara muslim. Ada baiknya dilakukan tabayun terlebih dahulu dari takmir Masjid Gedhe kepada Qiblati sebelum tergesa-gesa dalam menghakimi.
Hikmah (kebenaran) adalah milik setiap mukmin, dimana saja ia menemukan maka ia lebih berhak terhadapnya. Begitu sabda Nabi Kita Muhammad saw. Wahai para pecinta Nabi dan sunnahnya marilah kita cari sunnah, kita cari kebenaran meskipun itu pahit, karena hanya dengan itu kita akan mendapatkan kemuliaan disisi-Nya. Untuk akhi Abu Daffah Satya, terima ksih atas kebenaran yang antum ucapkan. Semoga semua saudara kita khususnya para pemimpin kita diberikan kearifan sehingga setiap sikapnya menjadi teladan yang baik. semua ucapan dan tindakan kita akan dinilai oleh Allah dan akan menjadi sejarah yang dikenang dan dibaca oleh anak cucu kita.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Abunabiha
[2009-08-31 17:06:25]
Assalamualaikum.
Saran ana, sebaiknya TIM dari Qiblati memberikan Hak Jawab ke KR atas pernyataan MUI Jogja. Smoga ALlah memberikah Kemudahn kepada Kita. Amin.
wa'alaikum salam. Jika itu lebih baik, insyaallah kami pertimbangkan.
Jazakumullah khairan.
*AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com
Abdullah
[2009-08-31 15:24:47]
Demikianlah jalan kebenaran, terasa terjal, berduri dan penuh tantangn. Insya Allah, Qiblati tidak akan pernah surut ke belakang. Tetap jadikan al-Qur'an dan as-Sunnah sebagai tameng dalam menghadapi berbagai halangan. Insya Allah akan diberikan kemudahan dan kemenangan. Inna ma'al 'usri yusran.

Mohon juga dihimbau kepada pihak media massa cetak agar dalam bahasanya tidak menambah kekeruhan. Bila memang media massa cetak tidak mengetahui (tidak faham) pokok permasalahannya dan bagaimana cara menyelesaikan masalah menurut Islam, agar supaya dalam pemberitaan tidak menyudutkan salah satu pihak, apalagi ternyata pihak yang disudutkan adalah yang berdiri di atas yang haq. Demikian pula dalam mengambil kesimpulan agar media massa cetak jangan serampangan. Apalagi dalam kutipan di atas mengambil kesimpulan dengan kata-kata 'penjelasan-penjelasan yang dapat melemahkan umat Islam'. Ditambah jangan-jangan media massa tersebut belum datang melakukan tabayyun terhadap Qiblati. Jangan sampai pihak media massa cetak nanti menjadi golongan yang dikatakan oleh syari'at ini sebagai pengadu domba. Saya himbau media massa cetak supaya bisa menjadi corong kebenaran dan memang benar-benar obyektif dan independen. Alhamdulillahi bila nantinya mereka tersebut kemudian ikut terjun menyuarakan kebenaran daripada hanya sibuk bolak-balik antara dua pihak yang berseteru seakan-akan senang akan perseteruan yang terjadi.
Alhamdulillah kami tidak sendiri, setelah kita bersama Allah, ternyata ada saudara-saudara muslim yang berlapang dada menerima kebenaran baru. Ya, himbauan yang baik, semoga dibaca dan didengar oleh mereka. Harapan antum harapan setiap muslim yang arif, namun terkadang kita harus menerima kenyataan yang lain. Dalam kondisi seperti ini hanya Allah sebaik-baik sandaran.

Dulu salaf shalih baik dan istiqamah didukung oleh zaman yang bersih, fitnah yang sedikit dan iming-iming penggoda yang minim, serta banyaknya penolong seperti para ulama, para da'I, para zahid dan abid serta mujahid. Adapun kita maka kebalikan dari itu semua. Oleh karena itu yang memegang sunnah mendapat pahala 50 orang sahabat.

عن أبي ثعلبة الخشني قال . . . . . قال رسول الله صلى الله عليه وسلم . . . . . فإن من ورائكم أيام الصبر الصبر فيهن مثل القبض على الجمر للعامل فيهن مثل أجر خمسين رجلا يعملون مثل عمله ( مكان النقاط فقرات ضعيفة حذفت ) رواه ابن ماجه والترمذي وقال حديث حسن غريب وأبو داود وزاد قيل يا رسول الله أجر خمسين رجلا منا أو منهم قال بل أجر خمسين منكم وفي لفظ آخر:إن من ورائكم زمان صبر للمتمسك فيه أجر خمسين شهيدا منكم . *AH
--------------------------
*Admin Qiblati.com

Komentar
 
Nama
Email
Komentar
 
Copyright © 2010 Qiblati · Kontak · Syarat & Kondisi
Halaman ditampilkan selama 0.0692detik · menggunakan resource memory sebesar 1.91MB